CEO My Husband

CEO My Husband
PERTEMUAN TUAN MUDA DAN JUGA ALEX ARAFAH


__ADS_3

Rizky membuka pintu mobilnya dan hendak masuk ke dalam sebelum suara dari Adik bungsunya itu terdengar jelas di pendengarannya


"Kakak akan pergi kemana untuk menemui mereka?" tanya Er ketika langkahnya berhenti tepat di depan Kakak Tertuanya itu


Rizky menghela nafasnya panjang dan memperbaiki rambutnya menggunakan jari tangannya sendiri


"Ke Perusahaan mereka" jawabnya singkat


"Tapi bukankah Kakak dan juga Ayah sudah menutup Perusahaan mereka perihal masalah yang kemarin?" tanya Er yang sudah memasukkan sebelah tangannya ke dalam saku celana panjang yang dia pakai


"Sudah diizinkan kembali untuk beroperasi. Dan juga Ayah sudah menanamkan saham ke Perusahaan mereka 1,8%. Kau berhati-hatilah dan bujuk Dokter cantik itu agar mau untuk menghadirinya" jawab Rizky dan langsung masuk ke dalam mobil meninggalkan Er berdiri sendiri di luar


Er berbalik dan melangkah menuju ke mobil pribadinya. Masuk ke dalam dan memakai seltbelt


"Ayah menanamkan saham ke Perusahaan Arafah? Lalu jika nanti mereka tau yang sebenarnya mengenai identitas Kakak Ipar akan jadi seperti apalagi sepasang suami istri itu?" lirih Er berusaha membayangkan hal yang dia ucapkan tadi


🌻🌻🌻


Di tempat lain lebih tepatnya di dalam tempat perbelanjaan masih terdapat dua wanita cantik dengan beberapa pria bertubuh kekar di belakang mereka


"Sudah saatnya untuk makan siang Kak" ucap Thio mengingatkan kedua gadis itu


Amanda menganggukkan kepalanya mengerti sembari menatap sekitar untuk mencari tempat makan yang menggugah selera mereka


"Kalian mau makan sushi? Kakak sangat ingin makan itu untuk saat ini" ucap Amanda menatap restauran Jepang itu dengan mata yang sangat menggemaskan


"Ayo Kak" ajak Zaen yang langsung menarik tangan Kakak Iparnya itu untuk langsung berjalan masuk ke dalam tempat yang sedari tadi merebut fokus mereka


Amanda tersenyum bahagia dan terus berjalan masuk. Memilih salah satu tempat yang pas untuk dirinya dan juga kedua adiknya itu


"Thio, katakan pada semua anak buah ku untuk duduk dimana saja dan pesan apapun. Ini perintah dan tidak ada pembantahan atau pun penolakan sama sekali. Atau jika kalian lebih memilih untuk aku laporkan pada Er dan juga Rizky" suruh Amanda menatap pria tinggi yang masih berdiri di samping meja


Thio menganggukkan kepalanya sedikit ragu dan pergi meninggalkan kedua gadis itu untuk langsung melakukan apapun yang diperintah oleh Kakak Ipar nya itu

__ADS_1


Amanda dan juga Zaen langsung menatap menu makan yang sudah ada di genggaman mereka


"Baiklah tidak perlu melihatnya lagi Zaen. Berikan kami semua makanan terbaik di tempat ini. Untuk meja kni dan untuk meja mereka" ucap Amanda dengan jari telunjuk yang sudah mengarah ke meja yang sudah di tempati oleh penjaga mereka tadi


Thio kembali dan duduk di sebelah Zaen. Dia mengambil ponselnya dan memeriksa semua pesan yang ternyata cukup banyak


🌻🌻🌻


"Tuan Muda Rizky?" sambut seorang wanita yang terkejut melihat kedatangan Rizky


Rizky menghela nafasnya lelah dan menatap wanita yang ada di sebelahnya itu


"Saya ingin bertemu dengan Tuan Arafah" ucapnya langsung


"Baiklah Tuan tunggu sebentar" ucap wanita itu yang ternyata menduduki posisi sebagai resepsionis di Perusahaan Arafah ini


Rizky menatap sekitar sembari menunggu


("Mungkin Ayah sudah memikirkan dengan panjang untuk menanamkan saham di perusahaan ini. Jika suatu saat nanti Alex Arafah berulah lagi maka dia akan berhadapan langsung dengan Graham besar tidak dengan ku atau pun yang lainnya") batin Rizky


"Tidak perlu. Saya akan ke sana sendiri" tolak Rizky dan langsung meninggalkan wanita itu


Dia masuk ke dalam lift umum dan menunggu pintu itu agar tertutup. Tak butuh waktu lama dan pintu sudah tertutup. Rizky baru ingat bahwa dia belum menekan tombol angka kemana dia akan pergi


Rizky menekan tombol 5 dan memasukkan kembali kedua tangannya ke dalam saku celananya.


Pintu kembali terbuka tepat di lantai yang dituju. Rizkt keluar dan langsung berjalan menuju ruangan orang yang dia cari.


Tanpa bertanya karena dia sudah pernah dan sudah mengawasi Kantor ini dengan bantuan Alan waktu itu


"Selamat datang Tuan Muda. Ini sangat mengejutkan karena kau secara tiba-tiba datang kemari dan ingin bertemu dengan ku" sambut Alex Arafah yang sudah berdiri di luar ruangannya


Rizky hanya diam tak berniat untuk menjawab semua basa basi yang diucapkan oleh Pria yang sudah menjabat status sebagai Ayah Mertuanya itu

__ADS_1


"Silahkan masuk Tuan Muda. Kau bisa duduk dimana pun kau mau" lanjut Alex masih dengan senyuman yang menurut Rizky sangat menyebalkan


Rizky menganggukkan kepalanya singkat dan langsung melangkah masuk. Dia duduk di sofa hitam dan langsung melipat kaki kirinya


Alex pun masuk dan duduk di sofa tepat di depan Rizky. Masih bisa dilihat dengan jelas senyum lebar yang diperlihatkan oleh Alex


"Langsung pada intinya saja" ucap Rizky membuka suara menatap manik mata hitam milik pria paruh baya yang ada di hadapannya


"Aku kesini atas perintah dari Ayahku. Kau dan juga Istrimu diundang secara resmi dan terhormat untuk menghadiri pesta yang diadakan oleh Ayah sendiri di Rumah milik Amanda. Jadi besar harapan agar kalian berdua datang dan tidak mengecewakan Ayah terutama Istriku Amanda" lanjut Rizky masih setia menatap Alex


Alex menghela nafasnya panjang mencoba untuk menahan rasa amarahnya dan kesalnya


"Tidak bisakah kau mengatakan hal itu dengan bahasa yang lebih sopan Tuan Muda? Mau bagaimana pun, aku dan juga istriku masih menyandang status sebagai Mertuamu sendiri" sanggah Alex


Senyum... Rizky langsung tersenyum dan memandang ke arah yang lain. Oh tidak, ternyata bukan hanya senyum namun suara tawa nya juga sudah terdnegar


Terlihat wajah bingung yang diperlihatkan oleh Alex Arafah dengan alis nya yang sudah dia naikkan sebelah


"Mohon maaf Tuan Alex Arafah, kau meminta agar aku menyebut mu dengan 'Daddy'? dan memanggil istrimu dengan 'Mommy'? Apa kau sedang bercanda dengan ku?" tanya Rizky dengan sisa tawanya


"Perhatikan posisi dan perbuatan mu Tuan Alex Arafah. Aku hanya akan melakukan hal itu dan aku akan bersikap sopan jika kau dan juga istrimu bisa menghormati Istriku. Jika kau dan juga Istrimu bisa menyadari semua perbuatan kurang ajar yang sudah kalian lakukan selama hidup Amanda


Jadi jangan memaksaku dan jangan pernah bermimpi apalagi berharap agar aku akan berperilaku sopan padamu dan juga Istrimu. Karena sebenarnya"


Rizky mendekatkan badannya semakin menatap tajam menusuk ke dalam manik mata hitam Alex Arafah


"Kau dan juga Istri mu itu masih tidak pantas untuk dihormati siapapun. Berterimakasih lah karena Ayah ku menyuruh kami untuk melupakan dan memaafkan semua perbuatan busuk kalian itu. Tapi coba kau bayangkan saja, jika semua kolega mu dan juga istrimu itu mengetahui hal ini? Apa kalian yakin kalian masih bisa bertahan hidup?" lanjut Rizky yang sudah menampilkan senyum sungging nya


"Aku masih menahan semua rasa amarahku Tuan Alex Arafah karena aku begitu menyayangi Istri ku. Jadi aku tidak akan lebih banyak bicara lagi. Saya permisi, dan saya harap kalian akan menghormati kedatangan ku kemari dan menghormati Undangan langsung dari Ayahku. Permisi"


Rizky berdiri dan merapikan jas dan juga dasinya. Dia melangkah dan membuka pintu kaca itu meninggalkan Alex Arafah yang masih duduk diam menatap lurus ke depan


"Kurang ajar. Beraninya dia mengancam ku dengan mengatakan semua kalimat itu. Lihat saja, aku akan tetap menyiksa Amanda Tuan Muda. Kau tidak tau apa yang akan aku lakukan selanjutnya untuk lebih menyiksa Istri yang begitu kau sayangi itu" lirih Alex dengan tangan yang sudah terkepal dengan keras nya

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2