CEO My Husband

CEO My Husband
KEPUTUSAN GRAHAM


__ADS_3

Rizky menyibukkan dirinya dengan memperhatikan semua berkas-berkas yang sudah menumpuk di atas meja kerjanya. Selama beberapa hari tidak masuk kerja tentu saja akan terjadi hal ini


Tokkk Tokkk Tokkk


Rizky menatap ke arah suara sebentar


"Masuk" izinnya pada orang tersebut


Alan masuk dan berdiri tegap di depan Tuan Mudanya itu


"Apa semuanya sudah beres?" tanya Rizky langsung sambil meletakkan pena yang ada di tangannya tadi


"Sudah Tuan Muda sesuai dengan apa yang Tuan perintahkan pada saya. Beberapa kolega yang sudah menandatangani kontrak kerjasama untuk proyek yang baru akan dimulai sebentar lagi mereka akan membatalkannya


Dan bisa dipastikan bahwa Alex Arafah akan mengganti ganti rugi sekitar 7 Trilliun. Dan saya beserta dengan beberapa orang sudah mengecek tabungan perusahaannya dan uang mereka belum sampai mencapai segitu Tuan Muda" jelas Alan menatap tatapan Rizky


Disaat yang sangat serius seperti ini, Rizky lebih menyukai jika semua suruhannya menatap matanya ketika memberikan jawaban. Karena dia akan lebih percaya jika sudah menatap sorot mata mereka


Rizky pun menganggukkan kepalanya mengerti dan mengusap bibir tipis yang selalu berwarna merah muda alami itu


Dia kembali menatap Alan dan langsung berdiri dan tak lupa mengambil jas abu-abu yang dia letakkan di sofa kerjanya


"Ayo kita harus segera menemui Ayah" ucap Rizky yang langsung berjalan mendahului Alan


Alan langsung mengikuti Tuan Mudanya itu. Namun jantungnya berpacu dengan hebatnya. Dia berpikir keras apakah dia melakukan kesalahan?


🌻🌻🌻


Kedua pria tampan itu langsung turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam lift yang langsung menuju ke ruangan Ayahnya Direktur Bryant


Semua mata tertuju pada mereka. Walaupun Alan hanyalah seorang pekerja yang sangat dipercayai oleh Tuan Muda Graham itu, namun tak bisa dipungkiri bahwa dia memiliki aura tersendiri


"Tuan Muda, Anda sudah sampai?" sapa seorang wanita yang sudah berumur sekitaran 30 tahun atau lebih

__ADS_1


Rizky hanya menatapnya dengan datar tanpa menjawab


"Maaf Tuan Muda namun Direktur masih ada di ruang rapat. Jadi tadi beliau menyuruh Anda dan juga Tuan Alan menunggu di dalam ruangannya" lanjut wanita itu sambil tersenyum ramah


Rizky mengerti dan langsung masuk ke dalam ruangan milik Ayahnya itu


Bukannya duduk, dia justru hanya melihat-lihat pemandangan dari lantai 37 ini lewat jendela kaca yang cukup besar


Alan pun sama halnya dengan Tuan Mudanya itu. Dia hanya berdiri di belakang Rizky


"Tuan apakah saya boleh bertanya?" tanya Alan memecahkan keheningan


"Hmmm" jawaban singkat yang sudah biasa di dengar oleh Alan


"Apakah saya sudah melakukan kesalahan dalam bekerja sehingga ikut di panggil oleh Tuan Besar?" tanya Alan lagi


Rizky pun mengalihkan matanya menatap Alan.


"Tidak"


"Kalian sudah sampai ternyata" ucap Bryant yang langsung duduk di sofa panjang yang ada di ruangannya


"Duduklah kenapa kalian berdiri saja. Kau juga duduklah Alan" suruh Bryant sambil menatap kedua pria tampan itu


Rizky pun duduk tepat di depan Ayahnya sedangkan Alan duduk di samping kanan Bryant


"Bagaimana ujianmu Alan?" tanya Bryant langsung menatap mata Alan


"Semuanya baik Tuan Besar. Minggu depan kami sudah libur panjang dan hari sabtu besok pembagian raport akan diadakan dan" jelas Alan menggantung kalimatnya


"Dan?" tanya Rizky menaikkan sebelah alisnya


"Dan harus orangtua atau wali yang mengambilnya Tuan Muda" jawab Alan melanjutkan kalimatnya

__ADS_1


Bryant menganggukkan kepalanya mengerti. Dia pun menyandarkan tubuhnya ke belakang


"Alan, saya akan bertanya satu hal padamu. Dan saya harap kau akan menjawab nya dengan jujur sesuai dengan isi hatimu" ucap Bryant


Seketika ruangan itu hening bagaikan tak ada seorang pun di dalamnya. Rizky merasakan hal aneh di dalam kalimat ayahnya


"Ada apa dengan kalian berdua? Wajah kalian kenapa seketika terlihat pucat? Ayolah, saya tidak terlalu serius jadi santai saja" kata Bryant mencairkan suasana


"Alan, saya dan juga istri saya Lyla sudah mengambil keputusan. Kau akan kami angkat menjadi anak angkat kami. Jadi pertanyaan nya ialah apakah kau bersedia?" Bryant mengucapkan langsung pada intinya


Rizky yang awalnya tegang seketika mengubah raut wajahnya kembali menjadi datar


Alan terkejut dengan penuturan yang diucapkan oleh Tuan Besarnya itu. Dia pun menatap ke arah Tuan Mudanya Rizky. Dan Bryant mengikuti arah pandangan pria itu


"Ada apa melihatku seperti itu?" tanya Rizky yang sadar akan tatapan mereka


"Bukankah kau juga harus memberikan keputusan Rizky?" tanya Bryant mewakili pertanyaan yang hendak diucapkan oleh Alan


"Alan, apa yang diputuskan oleh Ayah dan Bunda sudah tepat. Tidak ada salahnya kau menjadi adik angkat ku sama seperti DIA. Aku akan menerimanya dengan senang hati. Jadi semua ada di tanganmu" jawab Rizky dengan kalimat yang panjang


Bryant menatap Alan yang ternyata juga sama menatapnya. Ternyata apa yang ada dipikiran mereka sama juga. Untuk pertama kalinya mereka mendengar seorang Rizky menjawab pertanyaan dengan panjang


"Maaf Tuan, tapi Siapakah DIA yang Tuan maksud?" tanya Alan setelahnya


Rizky tersadar akan ucapannya dan dia menatap Bryant


"Nanti kau akan segera mengetahuinya" jawab Bryant mewakili Rizky


"Lalu bagaimana?" lanjut Bryant bertanya lagi dengan mimik wajah yang serius


"Bisakah saya meminta waktu selama 2 hari saja Tuan Besar?" bukannya jawaban namun pertanyaan lain yang diberikan oleh Alan


"Baiklah sesuai keinginanmu saja Alan" jawab Bryant final

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2