
Amanda sudah duduk di ruang keluarga Rumah miliknya dengan bersidekap dada. Mata tajamnya sudah di arahkan menuju kepada semua Tuan Muda Graham dan juga Thio sebagai tambahan
Rizky, dia hanya duduk dengan santai dan wajah datar yang selalu dia pasang setiap saat. Sedangkan semua adiknya hanya menunduk dan mengalihkan mata mereka agar tidak bertemu dengan manik mata milik Kakak Ipar mereka
"Tidak ada yang mau menjelaskan?" tanya Amanda dengan sebuah senyuman yang ditarik paksa
Terlihat raut wajah Alan, Er dan juga Thio yang semakin sangat sulit untuk diartikan.
"Aku harus ke Ruang Kerja" ucap Rizky yang sudah berdiri dan memperbaiki jas yang dia kenakan
"Tidak ada yang diizinkan untuk pergi sebelum penjelasan nya ku dengar semua" peringat Amanda yang sudah menengadah ke atas menatap suaminya itu
Rizky menghela nafas panjang dan kembali duduk menuruti ucapan dari Amanda istrinya
"Ayo jelaskan, aku masih menunggu"
"Ada apa ini? Kenapa ramai sekali? Amanda" suara itu berhasil membuat semua manusia yang ada di Ruang tamu menoleh
Bryant dan juga Lyla, mereka menghampiri semua anak mereka karena sedari tadi sudah ditunggu namun tidak ada yang datang
"Ayah" ucap Amanda yang langsung berdiri dan memeluk Bryant
Melepas pelukan itu dan beralih memeluk Bundanya yaitu Lyla.
"Alan, cepat jelaskan kepada Amanda. Kau tidak mau melihat dia berubah hanya karena sebuah cerita kan?" bisik Rizky yang sudah melotot ke arah adiknya itu
"Kak Iky benar kak, sebaiknya kau saja yang menjelaskan kepada Kakak Ipar. Cepatlah" ucap Er yang juga berbisik menyetujui apa yang dikatakan oleh Kakak sulung mereka
Alan menghela nafas panjang dan melihat Amanda yang masih sibuk mengobrol dengan kedua orangtuanya. Tapi... hal itu tidak berlangsung lama, karena Amanda sudah kembali duduk di tempatnya dengan kedua orangtua mereka yang sudah kembali pergi entah kemana
Amanda kembali melipat kedua tangannya dan menaruhnya di depan dada dan masih menatap tajam semua pria yang ada di depannya
"Thio" panggil Amanda yang menatap Thio
__ADS_1
Thio yang merasa bahwa sebentar lagi akan ada hal buruk yang menghampiri dirinya. Dia langsung menatap Amanda dan duduk dengan posisi badan yang tegap
"Saya Kak" jawab Thio dengan lantang
"Kau tidak mau menceritakan apapun mengenai bahu Alan?" tanya Amanda langsung
"Yang sejujurnya Kak, saya tidak tau apapun mengenai kejadian di balik Bahu Kak Alan yang sakit karena saya selalu berada di Rumah Sakit mengawasi Kak Amanda" jawab Thio layaknya seorang prajurit
Amanda menganggukkan kepalanya mengerti. Thio yang melihat Amanda sudah menganggukkan kepalanya, dia kembali duduk dan bernafas dengan lega
"Baiklah kalau kalian tidak ada yang ingin memberitahu. Jangan ada yang berbicara padaku kecuali Thio. Dan kau" ucap Amanda menggantung dengan jari telunjuk yang sudah mengarah kepada Rizky
"Kau tidur di kamar tamu" lanjut Amanda ketika Rizky sudah menatapnya
Rizky membulatkan matanya tak percaya mendengar ancaman yang diucapkan oleh Amanda. Tidak hanya Rizky, melainkan Alan dan Er juga sama terkejutnya. Sedangkan Thio? pria itu sudah menahan tawanya agar tidak pecah saat itu juga
Amanda berdiri dan langsung meninggalkan semua orang. Keluar dari ruangan itu dengan membanting pintu dengan sangat kuat
Dia berlari berniat mengejar Istrinya yang sepertinya sedang dalam hormon yang tidak menentu.
"Gawat ini Kak. Apa yang diucapkan Kak Rizky tadi benar-benar sudah terjadi. Kak Amanda sudah berubah" lirih Er yang masih memandang pintu yang tadi menimbulkan suara yang begitu kuat
"Aisss. Kenapa jadi aku yang disalahkan sepenuhnya?" tanya Alan yang sudah mengacak rambutnya dengan kasar
"Kau tenang saja. Aku juga akan membantu mu menjelaskan segalanya. Sekarang mari kita pikirkan bagaimana caranya membujuk Kakak Ipar agar mau berbicara dengan kita dan mau mendengarkan segalanya" ucap Er yang sudah menepuk pundak Alan dengan pelan sampai beberapa kali
Mereka berdua pun sama-sama menganggukkan kepala mereka dan berdiri untuk keluar dari ruangan ini
"Thio benar-benar penghianat. Bagaimana bisa dia mengatakan yang sejujurnya. Bisa-bisa mulai dari hari ini, Kak Amanda hanya akan memperhatikan dirinya" ucap Er sembari berjalan di samping Alan
"Sudahlah, jangan menyalahkan Thio. Dia memang benar, dia sama sekali mengenai kejadian yang kemarin karena dia kau tugaskan hanya mengutamakan keselamatan Kakak Ipar selama di Rumah Sakit" jawab Alan sedikit membela Thio
🌻🌻🌻
__ADS_1
Makan malam pun tiba, Amanda sedang sibuk membantu Lyla menata makan malam di meja makan. Hari ini kedua mertuanya akan menginap di Rumahnya selama beberapa hari dan hal itu justru membuat Amanda sangat senang
Suara langkah kaki pun terdengar dari kedua sisi tangga. Amanda tidak mau menoleh karena dia sudah tau siapa saja yang menuruni anak tangga tersebut tanpa melihatnya
Seluruh Pria tampan di Rumahnya itu sudah menduduki kursi mereka masing-masing. Menunggu waktu makan malam yang sebentar lagi akan tiba
"Thio, kau duduk di samping Kakak saja" ucap Amanda menatap ke arah Thio yang duduk di samping Alan
Rizky yang merasa sedari tadi tidak dihiraukan oleh Amanda semakin menatapnya kesal. Dia pun menggeser kursi itu dengan keras sampai terjatuh ke belakang
Amanda tak peduli sama sekali. Dia tetap melanjutkan pekerjaannya menata semua makan malam itu. Sedangkan Bryant yang sedari tadi sudah duduk tenang hanya bisa menahan tawanya melihat Putra Sulungnya sudah sangat kesal dan menahan rasa amarah
Thio dengan ragu-ragu berdiri dan berjalan menuju kursi tempat Rizky duduk tadi.
Makan malam pun tiba, semua makan dengan hening. Namun tatapan Rizky masih saja ditujukan kepada gadisnya itu. Bryant yang sedari tadi berusaha menahan tawanya hanya bisa bolak balik minum air putih saja
"Kak, apa kau merasa bahwa hawa di Ruang Makan ini sangat panas?" bisik Er bertanya kepada Alan
Alan mengambil gelas yang berisikan air putih lalu meneguknya dan mendekatkan kepalanya ke arah Er
"Tidak hanya kau, aku juga merasakan bahwa saat ini kita berdua akan lebih baik jika hanya diam saja dan menghabiskan makan malam kita. Sudah makanlah" jawab Alan dengan tatapan mata yang bergantian menatap Rizky dan juga Kakak Iparnya
Er hanya diam dan menuruti semua ucapan Alan tadi. Sedangkan Lyla hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat semua tingkah aneh dari semua Putranya
"Ayah sudah selesai. Ayah ke Ruang kerja dulu untuk menyelesaikan beberapa berkas penting. Ayah duluan" ucap Bryant yang tersenyum kecil dan langsung berdiri
Belum beberapa langkah, Bryant sudah berbalik dan menatap semua Putranya
"Untuk kalian bertiga Putra-Putra ku tersayang. Ayah hanya ingin mengatakan... Kalian mencari masalah dengan orang yang salah. Kalian tidak ingin hal ini terjadi maka lakukan apa yang diminta oleh Puteri ku. Bukan begitu Tuan Muda Rizky Arkansas Graham?" ucap Bryant yang sudah terkekeh menatap Putra Sulungnya
Rizky hanya menatap tajam Ayahnya dan Amanda yang menahan tawanya karena Ayah Mertuanya itu memperingatkan mereka semua
🌻🌻🌻
__ADS_1