
Rumah Besar yang dihuni oleh banyak manusia sedikit terganggu dengan suara berisik yang berasal dari bawah. Namun mereka enggan untuk membuka mata mereka karena tau bahwa sekarang masih sangat pagi
Seperti Owner yang lebih memilih menutup kedua telinga nya menggunakannya bantal sembari berdecak sebal. Dalam hati hanya bisa memaki orang yang menciptakan suara berisik itu
Lain hal nya dengan Alan dan juga Thio yang lebih memilih menyumbat lubang telinga mereka menggunakan sebuah benda kecil dan kembali tidur denhan nyenyak
Amanda, yah hanya gadis itu yang langsung duduk di atas kasur empuknya dan menatap ke samping kanan nya
"Kemana Rizky?" lirihnya dan menatap pintu kamar mandi yang sedikit terbuka
Amanda turun dan langsung berjalan menuju kamar mandi namun hasilnya nihil. Suaminya itu tidak berada di sana
"Apa dia terbangun dan langsung ke ruang kerja nya?"
Amanda yang sudah tidak bisa tidur langsing keluar dari kamar pribadi miliknya dan juga suaminya. Saat ini tujuan nya adalah Ruang Kerja milik suaminya
"Pintunya terbuka itu artinya Rizky juga tidak berada di dalam. Lalu kemana dia sepagi ini?"
Amanda memutuskan untuk turun ke bawah menggunakan lift yang ada disebelah ruang kerja Rizky. Pintu lift terbuka dan gadis cantik yang masih menggunakan piyama itu keluar dan langsung melangkahkan kakinya menuju dapur. Berniat mencari tau penyebab dari keributan yang sangat sangat mengganggu
"Ya ampun. Apa yang kau lakukan?" kaget Amanda ketika menatap semuanya dan menemukan orang yang sedari tadi dia cari
Rizky tersenyum menampilkan deretan giginya dan menghardik pipinya yang memang benar gatal atau hanya akal-akalan nya saja
"Bukankah kau melarang ku menginjakkan kaki ke area dapur? Lalu mengapa semarang kau yang kemari?" tanya Amanda heran
__ADS_1
"Aku tau. Tapi setelah berpikir panjang aku rasa sudah saatnya aku menghilangkan rasa ketakutan ku sendiri. Hmmm a-aku mencoba UNTUK membuatkan mu sarapan pagi ini tapi ujungnya malah seperti ini" jawab Rizky begitu panjang
Amanda terkekeh sembari menggelengkan kepalanya. Suaminya ini masih bermimpi atau bagaimana?
"Lantas apa aku bisa masuk dan membantu Tuan Muda?"
Rizky terdiam cukup lama. Lalu dengan ragu dia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Amanda semakin melebarkan senyumannya lalu masuk ke dalam
"Baiklah, mari kita buatkan sarapan untuk semua orang" ucap Amanda yang sudah mulai membersihkan segala kekacauan yang sudah diciptakan suami nya itu
"Ehk tapi aku hanya ingin membuatkan sarapan untukmu bukan untuk semua orang"
"Rizky, kau ini bagaimana. Mana bisa seperti itu. Kita tinggal satu rumah dengan semua orang jadi kita juga harus mengurus semua orang"
Rizky terdiam sebentar dengan kedua alis yang sudah hampir menyatu
Amanda kembali tertawa lalu mulai mencuci tangan nya dan menatap wajah suaminya yang terlihat kelelahan
"Sudah biarkan aku yang memasak dan kau duduk di pantri saja. Sana" ucap Amanda sembari mendorong tubuh kekar suaminya itu ke luar dapur
Rizky ingin berkomentar namun dia lebih memilih mengalah dan duduk sepertu arahan dari istri kecilnya itu. Senyum manis pun bisa terlihat dari wajah Tuan Muda Rizky itu
"Kau ini mau memasak atau justru ingin menghancurkan hmmm?" tanya Amanda yang sudah mulai sibuk menyiapkan segalanya
"Niat awalku sudah jelas. Tidak perlu dipertanyakan lagi"
__ADS_1
"Yah kau benar. Niat awalmu memang sudah jelas yaitu ingin menghancurkan dapur milik Bunda" kekeh Amanda dan melanjutkan kesibukannya nya
🌻🌻🌻
Rizky sibuk dengan pakaian kantor. Yah hari ini dia memutuskan untuk mulai kembali ke perusahaan milik keluarga nya. Sudah cukup dia memberikan tanggung jawab yang begitu besar pada bawahannya
"Mari kita mulai lagi Rizky" ucapnya menatap pantulan dirinya sendiri di kaca besar yang ada di dalam kamarnya.
Helaan nafas panjang lolos begitu saja dari mulut pria itu. Lalu memutuskan untuk segera keluar dan sarapan bersama. Yah...sarapan dengan makanan yang sudah dia buat bersama dengan sang istri
"Kak, cepatlah" teriak seorang pria dari bawah ketika Rizky baru saja membuka pintu kamar miliknya
Bergegas dia berjalan dan lebih memilih menuruni anak tangga saja. Mendapati semua nya sudah berkumpul di meja makan. Begitu pun dengan Zaen yang kali ini juga sudah ada tapi tidak memakai seragam sekolahnya?
"Zaen, apa kau tidak ke sekolah?" tanya Rizky dan langsung menduduki tempatnya
"Oh kami libur kak. Para guru sedang pergi rekreasi selama 1 minggu" jawab Zaen menatap manik mata hitam Kakak tertua dari kekasihnya itu
"Akhirnya kakak akan masuk kantor" ujar Alan dengan wajah lega nya
"Kenapa?"
"Kenapa? Kakak masih bisa bertanya Kenapa? Kakak meninggalkan banyak pekerjaan dan Nandini beserta aku yang harus menyelesaikannya. Keterlaluan sekali" jawab Alan tegas
"Hentikan, ayo cepat. Ayah ada rapat penting hari ini" ucap Bryant menengahi kedua puteranya yang akan berdebat panjang itu
__ADS_1
Semua hening dan mulai menikmati sarapan masing-masing tanpa memberikan komentar
🌻🌻🌻