CEO My Husband

CEO My Husband
TUAN PUTERI LUAN AN


__ADS_3

Deretan para pria sudah duduk di atas karpet bulu yang ada di dalam kamar hotel atas nama Er G.


Paman Chand memang sengaja memesan kamar dengan menggunakan nama itu karena dia takut keramaian akan dengan segera mendatangi hidupnya yang cukup tenang


"Siapa yang akan berbicara duluan?" tanya Paman Chand yang sudah tidak tahan akan keheningan yang terjadi sejak 15 menit yang lalu


"Apa aku perlu memperkenalkan diri lagi?" tanya Er menatap Pak Tua yang ada di depannya itu dengan senyum kecil yang juga terpancar di wajahnya itu


Pak Tua atau yang memiliki nama Armand itu hanya bisa terkekeh mendengar pertanyaan yang menurutnya sangat konyol itu


"Tidak perlu Tuan Muda. Siapa saja yang sudah melihat wajahmu itu pasti sudah sangat kenal atau bisa saja langsung menjerit dengan hebatnya"


"Ada 1 pertanyaan yang sejak tadi ingin ku tanyakan pada kalian semua" tanya nya menatap Er dengan serius


"Tanyakan saja selagi hak untuk bertanya di Negara ini belum dicabut"


Lagi dan lagi Tuan Armand itu hanya bisa terkekeh dan kali ini dengan gelengan kepalanya juga


"Bagaimana bisa tadi sudah banyak bawahan dari Keluarga Graham mengepung rumahku?" tanyanya dengan wajah yang sudah kembali berubah serius


"Tanyakan pada yang bertanggung jawab saja. Karena sejujurnya saya juga tidak tau mengenai hal itu" suruh Er yang sudah menatap Paman Chand


Tak ada reaksi sama sekali yang diberikan oleh orang yang ditunjuk. Paman Chand masih dengan santainya menikmati secangkir kopi pahit yang sudah hangat itu


"Saya rasa tanpa dijelaskan pun, Anda pasti sudah tau. Karena selain seorang Perdana Menteri, Anda juga sangat ahli dalam hal menyusun perang dan kekerasan lainnya" jawab Paman Chand dengan santai tanpa menatap lawan bicaranya


Diam...hanya itu yang bisa mewakili suasana itu setelah jawaban yang dilontarkan oleh Paman Chand


Merasa hanya diam dan di tatap pada akhirnya pria yang sudah berumur itu mengalihkan matanya dan menatap satu per satu


"Baiklah baiklah akan saya jelaskan secara rinci. Tuan Muda ingat waktu saya izin ke toilet sewaktu kita berada di cafe? Disitu saya menelpon semuanya dan dengan segera menyuruh mereka menyusun rencana dan bersembunyi dimana pun tempat yang tidak bisa di lihat oleh orang lain. Dan jujur saja Tuan Armand, sebenarnya anak buah Anda masih butuh pelatihan yang lebih baik lagi. Mereka memiliki banyak kekurangan bukannya saya bermaksud untuk menyombongkan diri tapi itulah faktanya" jelas Paman Chand dengan santai seperti tadi


"Baiklah Tuan Armand sudah cukup basa basi diantara kita semua. Saat ini saya ingin serius dan ingin segera kembali" ucap Er yang sudah memasang raut wajah yang serius


Paman Chand yang sedari tadi sangat santai pun sudah merubah segalanya terutama cara duduknya


"Katakan saja Tuan Muda. Apa yang Anda inginkan dari saya sehingga harus datang jauh-jauh kemari?"


Er menatap Paman Chand sebelum menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Tuan Armand tadi.


Paman Chand hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atau suruhan agar Er mulai berterus terang saat ini


"Apa se-serius itu?" tanya Tuan Armand lagi yang juga melihat kejangkalan diantara kedua pria itu

__ADS_1


"Tuan Armand apa kau seorang Perdana Menteri dari sebuah kerajaan yang ada di Jerman?" bukannya menjawab, Er sudah memulai mewawancarai nya


Dapat terlihat jelas raut wajah Tuan Armand yang sudah berubah. Rahangnya sudah mengeras dan tangannya juga sudah mengepal


"Kau hanya perlu menjawab tanpa melibatkan sebuah perasaan emosional" potong Paman Chand yang mengerti akan kondisi yang akan terjadi kedepannya


"Yah"


"Apa hubungan mu dengan Raja Arnold dan juga Ratu Zian?"


"Hanya sebatas orang kepercayaan mereka saja"


"Kau pernah merawat Puteri mereka?"


Pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh Er membuat suasana semakin tegang. Paman Armand seketika bangkit dari duduknya dan menatap tajam ke arah Er


"Sebenarnya apa yang kau inginkan dari ku Tuan Muda Er? Jangan mengungkit mengenai pekerjaanku Istana" ucapnya dengan nada kesal


"Jika kau bisa santai maka pembicaraan ini juga akan berlangsung lama dan nyaman. Aku akan peringatkan kau sekarang, aku...membutuhkan kau dan semua informasi mu itu untuk menyelesaikan teka-teki kami. Jika kau tidak bisa bekerjasama maka lupakan wajahku saat ini dan berdoalah agar ajal mu menyenangkan" ucap Er memperingatkan


Paman Chand yang mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Tuan Mudanya itu seketika mengerjapkan matanya beberapa kali. Dia sudah mengenal Er dalam waktu yang lama dan kali ini sepertinya jiwa Psycopat Tuan Mudanya itu akan muncul ke permukaan


Bukannya mengikuti peringatan yang diberikan oleh Er. Tuan Armand justru melangkahkan kakinya hendak menuju pintu


"Kau mengenal Nona Amanda? Oh aku rasa kau tidak kenal. Kalau begitu aku akan mengganti pertanyaannya... Kau mengenal Tuan Puteri Luan An?" tanya Er dengan senyum devil yang sudah terpancar jelas


"Sepertinya kau mengenal dia. Duduklah dan mari kita mengobrol biasa kembali"


Tuan Armand menurut dan kembali ke posisi awalnya


"Bagaimana bisa kau mengenal Tuan Puteri kecil ku? Kau satu komplotan dengan Penghianat itu?" teriak Tuan Armand yang sepertinya sudah tidak bisa menahan amarahnya


"Ck...tidak perlu berteriak. Kau menyebutnya Penghianat maka berbeda lagi dengan Keluarga Graham yang memanggilnya dengan Manusia yang Gila Jabatan. Bagaimana? Apa sebutan untuknya sudah membuat otakmu bekerja lagi? Karena yang ku tau kau termasuk Perdana Menteri yang sangat cerdas karena setiap hari kau selalu membaca buku-buku tebal yang ada di Perpustakaan Kerajaan"


"Kau tau segalanya lalu kenapa kau menarikku lagi dan bertanya seolah-olah kau tidak mengetahui apapun" ucap Tuan Armand sedikit berbisik dengan wajahnya yang sudah dekat dengan wajah Er


"Hanya sebagian tidak semua. Ceritakan semuanya dari awal. Dari awal masa pemerintahan Raja Arnold hingga kejadian dimana Tuan Puteri Luan An dibawa lari oleh Penghianat yang kau katakan tadi" suruh Er yang juga memajukan wajahnya


"Baiklah akan ku jelaskan semuanya. Tapi katakan apa kau tau dimana keberadaan Tuan Puteri ku sekarang?"


Er memundurkan kepalanya dan kembali menunjukkan senyum devil atau yang biasa orang katakan senyum iblisnya. Karena setiap kali Er menunjukkan senyuman itu dia benar-benar sudah seperti sosok iblis


Siapa yang menyangka dibalik wajah imut seperti bayi yang dianugrahi kepada Er itu terdapat wajah iblis yang sedang tidur di waktu yang lama dan akan segera bangun jika Er menginginkannya

__ADS_1


Dan mungkin beberapa hari ini, Er sudah mulai membangunkannya secara perlahan. Dan akan memakan mangsanya jika waktunya sudah tepat


"Dia sudah menjadi Kakak Iparku. Bagaimana?"


Jawaban yang diberikan oleh Er barusan membuat Tuan Armand kembali menbulatkan matanya lagi dan lagi


Permainan hidup macam apa ini?


🌻🌻🌻


**Gimana gimana? Seru gak sih gaes? Jujur aja Author gak tau lagi harus menggunakan kalimat yang gimana supaya feel nya dapat😌


Tapi tenang aja... aku bakal berusaha buat cerita ini semakin seru dan menegangkan.


Jadi kalian tetap stay baca dan jangan lupa like, vote komen dan follow akun authot yah


Aku dah lama gak kasih kalian kado spesial. Dibawah aku sediakan gambar semua pemeran utama yah gaes


See you in the next chapter gaesπŸ€—


🌻🌻🌻



Amanda Citra Graham**




2. Rizky Arkansas Graham



3. Alan Graham



4. Owner Graham



5. Thio

__ADS_1



🌻🌻🌻


__ADS_2