
Amanda masih fokus membaca satu per satu menu makanan yang masih belum bisa dia dapatkan.
Siapa yang menyangka seorang Amanda yang kelihatan begitu sederhana namun sangat lama jika disuruh memilih menu makanan
"Hei Nona Amanda, cepatlah sedikit. Aku sudah sangat lapar. Kau ingin membuat ku mati kelaparan?" suara Rizky pada saat bertanya cukup kesal
"Ckkk kau berisik sekali Tuan Rizky. Tidak bisakah kau bersabar sebentar? Aku juga sedang memilih" jawab Amanda yang juga ikut kesal
Rizky sudah menahan amarahnya untuk tidak membentak. Dan pada akhirnya Rizky pun menunggu gadis yang ada di hadapannya itu selesai
Dan akhirnya pelayan yang sedari tadi menunggu sudah pergi meninggalkan sepasang insan itu
"Amanda kau sangat menguji batas kesabaranku hari ini. Jika saja aku tidak ingat bahwa kita sedang berada di tempat umum, mungkin aku akan membentakmu saat ini juga" oceh Rizky sambil menatap tajam ke arah Amanda
Amanda membuka sedikit mulutnya tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan
"Tunggu sebentar Tuan Muda. Sejak kapan kau mulai berbicara sangat banyak seperti tadi? Bukankah kau adalah makhluk ciptaan Tuhan yang sangat irit untuk bicara. Kerasukan setan apa kau kali ini hah?" tanya Amanda sambil menahan tawanya yang hampir meledak
Rizky hanya memutar kedua bola matanya malas
"Dan lagi Tuan Muda. Seleramu dengan seleraku sangatlah jauh berbeda. Jadi jangan salahkan aku jika memilih makanan sangat lama. Lagian kau ini terlalu boros menghamburkan uang di tempat seperti ini. Tidak bisakah sekali-kali makan di pinggir jalan saja?" lanjut Amanda sambil memangku dagunya
Kali ini Rizky menatapnya dengan serius (lagi)
"Pinggir jalan katamu? Kau mengajak dan menyuruhku untuk makan di pinggir jalan? Maka silahkan kau merasakan sakit terlebih dahulu baru mengajakku. Apa-apaan kau ini? Semakin hari ucapanmu semakin sulit dimengerti" jawab Rizky begitu panjang
Dan Amanda hanya bisa diam sambil mengerjapkan matanya beberapa kali. Karena mau bagaimana pun ini pertama kalinya seorang Rizky Graham berbicara panjang kepadanya
__ADS_1
🌻🌻🌻
Rizky melajukan mobilnya menyusuri jalanan yang semakin ramai oleh pengendara. Dia hanya bisa bersabar menunggu jalanan yang macet kali ini
Dia menoleh ke samping dan mendapati Amanda yang sudah tidur dengan pulas. Rizky pun membuka jas yang dia kenakan tadi dan melingkarkan nya pada badan Amanda
"Kenapa aku bisa mengambil keputusan ingin menikahi gadis ini? Huffttt benar-benar diluar dugaan" bisik Rizky pada dirinya sendiri
Dan tak lama Rizky kembali melajukan mobilnya menuju tempat tinggal nya
🌻🌻🌻
Sinar mentari pagi ini berhasil mengganggu tidurnya gadis mungil yang masih mengantuk
Dia berulang kali mengerjapkan matanya dan pada akhirnya dia kalah dan membuka matanya
Dan pada akhirnya
"Oh astaga Tuhan ku. Kenapa kau masih disini Tuan Muda?" kaget Amanda dengan mata yang melotot
Rizky menghiraukan dan berputar membelakangi Amanda.
"Kenapa dia malam ini malah tidur disini? Kami tidak melakukan apapun kan?" tebak Amanda pelan namun Rizky masih bisa mendengarnya
Amanda langsung membuang semua pikiran kotornya dan menatap jam dinding yang cukup besar
Amanda melotot dan segera bangkit.
__ADS_1
"Bangunlah Rizky, apa kau tidak pergi bekerja. Astaga kenapa aku bisa terlambat begini? Padahal aku juga sudah membuat janji dengan seseorang" panik Amanda yang langsung berlari ke arah kamar mandi
Rizky yang memiliki pendengaran yang cukup bagus langsung membuka matanya dan kembali mengingat ucapan gadis itu
Tak butuh waktu lama untuk Amanda bersiap-siap dan saat ini dia sudah duduk di depan cermin rias nya
Rizky sudah tak lagi ada di dalam kamar itu. Mungkin dia mandi di kamar mandi yang ada di kamar tamu
"Kau akan pergi kemana?" suara itu begitu mengagetkan Amanda
"Rizky, tidak bisakah kau sehari saja tidak membuat jantungku ingin meninggalkan tempatnya?" omel Amanda sambil menatap Rizky
Rizky hanya menatap Amanda dengan datar tanpa menjawab omelan Amanda padanya
"Jawab saja pertanyaanku" kalimat itu terlontar lagi dari mulut Rizky
"Ingin menemui seseorang. Dia pasti sudah menunggu ku sedari tadi"
"Aku tidak mengizinkan"
Amanda melotot tak percaya pada Rizky. Namun Rizky hanya sibuk merapikan rambutnya di depan cermin panjang yang memang biasa dipakai olehnya
("Apa dia barusan mengatakan bahwa dia tak mengizinkanku? Apa dia sudah gila?")
🌻🌻🌻
__ADS_1