CEO My Husband

CEO My Husband
ANDREW SHEBASTI?


__ADS_3

"Selamat Pagi" ucap Amanda


"Pagi kak" jawab Alan dengan senyum yang juga tak lupa ia berikan pada Wanita kesayangannya itu


"Hmmm Kak, apa kakak pernah mengobrol dengan Er melalui telpon?" tanya Alan melanjutkan kalimatnya tadi


Amanda tampak diam sebentar mengingat jawaban apa yang harus dia berikan pada Alan


"Pernah dan itu sekitar 3 hari yang lalu. Ada apa?" tanya Amanda juga menatap Alan dengan alis yang sudah bertaut satu sama lain


"Ahk tidak ada Kak. Aku hanya bertanya saja, dan jika kakak menjawab tidak pernah mengobrol dengannya selama dia pergi maka aku akan menghubunginya" jawab Alan mengelak


Amanda mengangguk mengerti dan melanjutkan aktivitasnya yaitu merapikan sarapan pagi untuk mereka nikmati pagi ini


("Jika kakak baru saja menghubungi mereka, lantas kenapa sekarang ponsel mereka tidak dapat dihubungi sama sekali? Apa ada masalah yang serius?") batin Alan dengan pikiran yang sudah berkecamuk


Bunda datang bersama dengan Zaen. Amanda semakin mengembangkan senyumnya


"Apa sekolah kalian berdua semua berjalan baik?" tanya Amanda yang sudah duduk di samping kanan Zaen


"Semua baik-baik saja Kak. Tapi Kak, tolong bujuk adik iparmu ini untuk mau mencalonkan diri sebagai Ketua Osis periode ini" ucap Zaen yang sudah menatap Alan dengan sinis


"Alan?"


"Jangan dengarkan ucapan Zaen Kak. Aku benar-benar tidak berniat untuk itu semua. Dan juga aku berniat untuk tidak melanjutkan sekolah dan hanya fokus pada Perusahaan milik Ayah"


Uhukkk uhukkk


Suara batuk itu berhasil membuat semua nata tertuju pada bangku utama dimana Lyla duduk


"Pelan-pelan lah Bunda. Tidak perlu terburu-buru" ucap Alan memberikan segelas air putih kepada Bundanya itu karena dia yang paling dekat duduk dengan Lyla


Lyla menerima air pemberian dari Alan dan segera meneguknya


"Kenapa kau ingin berhenti sekolah?" tanya Lyla setelah selesai meneguk air tersebut


"Aku hanya ingin fokus pada keluarga saja Bunda. Lagipula aku sudah cukup pintar" ucap Alan dengan sedikit tertawa di kalimat akhir yang dia ucapkan


"Ck kau ini bisa-bisanya berpikiran seperti itu. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan mengenai keluarga kita. Kau hanya perlu fokus pada pendidikanmu. Kau mengerti?" balas Amanda dengan wajah yang serius


"Kali ini aku tidak ingin mengerti Kak. Aku akan segera mendiskusikannya pada Kak Rizky. Kali ini aku ingin keras kepala dan tidak akan menuruti perkataan Bunda atau pun Kak Amanda atau Zaen"

__ADS_1


Amanda membuka mulutnya tak percaya mendengar jawaban yang diberikan oleh adik iparnya itu


"Baiklah kalau begitu. Bunda hanya akan menyetujui hal itu jika Rizky juga sudah setuju begitu pun dengan Ayahmu. Kau mengerti?" ucap Bunda mengakhiri diskusi ini


🌻🌻🌻


"Siapa yang akan menjemput kita?" tanya Paman Chand ketika pesawat milik Er sudah hampir lepas landas di bandara Jerman


"Orang kepercayaan ku, dia sudah berada di bandara" jawab Paman Armand


Terdengar helaan nafas dari mulut Paman Chand yang sontak membuat Er menahan tawanya. Tingkah Paman Chand dari kemarin sungguh menjadi hiburan semata untuk dirinya sendiri


Paman Chand tidak hanya menghela nafasnya namun juga menggaruk kepalanya sangat kasar


"Tuan Armand yang Terhormat, maksud ku adalah... Siapa nama pria tersebut?" tanya Paman Chand lagi menahan rasa kesalnya


Er semakin ingin tertawa ketika mendengar ucapan Paman Chand barusan


"Oh itu, namanya Andrew Shebasti. Dia masih seumuran dengan Tuan Muda Er" jawab Tuan Armand langsung


Paman Chand sedikit tersentak kaget ketika mendengar nama itu. Er menautkan kedua alisnya bingung melihat perubahan raut wajah Paman Chand


"Permisi Tuan Muda, saya mengganggu sebentar untuk memberitahukan kepada semuanya agar duduk dengan tenang dan memakai sabuk pengaman karena sebentar lagi kita segera mendarat" ucap seorang Pramugari cantik dengan rambut yang dipotong pendek


Semua hanya bisa diam dan melakukan intruksi yang diberitahukan oleh pramugari tersebut. Sedangkan Er? Dia masih setia melihat Paman Chand yang masih terlihat kaget dan hanya berusaha menyembunyikannya


"Paman Chand" panggil Er yang sudah tidak tahan melihat pria paruh baya itu


Paman Chand segera menatap ke samping lebih tepatnya ke arah Tuan Muda nya itu


"Ada apa Tuan Muda? Kau butuh sesuatu?" tanya Paman Chand langsung


"Apa kau baik-baik saja? Kau sakit?"


Paman Chand terlihat menghapus tetesan air yang ada di keningnya itu dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh Er


Tuan Arman pun melihat raut wajah Paman Chand dan juga keringat yang sudah berada di tubuhnya itu.


"Kau kepanasan? Tapi ini sudah sangat dingin" ucap Tuan Armand dengan polosnya


"Ah tidak tidak... aku... aku hanya merasa sedikit gugup karena sebentar lagi misi besar ini akan segera dilakukan" jawab Paman Chand

__ADS_1


Er semakin mengerutkan keningnya bingung hingga tidak sadar bahwa mereka sudah mendarat dengan selamat.


"Ayo, kita sudah sampai. Aku akan menghubungi Andrew terlebih dahulu Er" ucap Tuan Armand menatap Er


"Silahkan Paman. Aku dan juga Paman Chand akan segera keluar"


Er berdiri dan berjalan ke tempat dimana Paman Chand duduk


"Kau benar tidak menyembunyikan sesuatu dariku? Kenapa aku merasa kau menyembunyikan sesuatu dariku?" sindir Er dengan mata yang tidak melihat Paman Chand sama sekali


Paman Chand langsung berdiri dan berhadapan tepat di depan Er. Dia merasa bahwa saat ini kelakuannya sudah sangat membuat Tuan Muda nya itu merasa muak


"Aku hanya sedikit khawatir. Ketika mendengar nama itu, aku seperti mengingat kejadian masa lalu" jelas Paman Chand langsung


Er langsung menatap tepat di manik mata milik Paman Chand. Lalu setelahnya dia menaikkan sebelah alisnya


"Ada apa dengan nama itu? Paman Armand hanya menyebutkan bahwa nama pria itu Andrew Shebastian. Mungkin saja ada banyak manusia di dunia ini yang memiliki nama itu Paman. Dan masa lalu apa? Kau sudah menceritakan segalanya kepadaku atau apa ada yang belum ku ketahui mengenai dirimu dan masa lalumu?"


"Kau benar. Aku masih menyembunyikan beberapa hal darimu. Aku minta maaf soal itu karena ku rasa belum saatnya aku menceritakan bagian paling gelap dalam hidupku itu padamu. Dan mengenai nama itu, aku juga berharap bahwa hanya nama saja yang sama tapi tidak dengan orangnya. Ayo kita harus turun sekarang"


Er hanya terkekeh dan menganggukkan kepalanya mengerti


"Baiklah aku mengerti. Ternyata aku masih belum bisa menjadi anak angkat mu atau orang yang kau percaya sehingga masih harus menyembunyikan sesuatu dariku. Baiklah terserah Paman saja. Tapi 1 hal yang ingin aku katakan, aku kecewa. Hanya itu saja" ucap Er dan langsung meninggalkan Paman Chand


Paman Chand membulatkan matanya mendengar ucapan yang baru saja dia dengar. Apa sebesar itu Er kecewa padanya? Hanya karena 1 rahasia besar?


"Arghhhh.... sialan" teriak Paman Chand sembari menendang angin


🌻🌻🌻


HAI READERS KETEMU LAGI SAMA AUTHOR RARA


GIMANA NIH PENDAPAT KALIAN MENGENAI BAB TERBARU YANG AUTHOR KASIH?


SERU GAK SIH? ATAU BIASA AJA? ATAU GAK NYAMBUNG?


MAAF YAH KALAU CERITANYA GAK SERU. TAPI AKU AKAN BERUSAHA MEMBERIKAN KARYA YANG TERBAIK UNTUK READERS TERCINTA🤗


HAYOOOO KIRA-KIRA RAHASIA APA YAH YANG DISIMPAN SAMA PAMAN CHAND KITA?


TUNGGU KELANJUTAN CERITANYA YAH DI BAB SELANJUTNYA😌

__ADS_1


SEE YOU NEXT PART GAES❣❣


🌻🌻🌻


__ADS_2