CEO My Husband

CEO My Husband
FEELING ER(2)


__ADS_3

Tuan Muda Owner Graham sudah menikmati kenyamanan yang diberikan oleh Andrew padanya dan juga Paman Chand


Walau hanya sebuah gubuk kecil, namun isi di dalamnya sangat lah tidak terduga. Sebenarnya hal itu tidak menjadi masalah besar buat seorang Er karena baginya mau dimana pun dia tinggal dia akan tetap merasa nyaman


"Makan lah terlebih dahulu. Sedari kita sampai di sini kau belum makan apapun" ucap Paman Chand yang sudah meletakkan makan malam di atas meja yang ada di dalam kamar yang ditempati oleh Er


Er menatap Paman Chand sembari melangkahkan kakinya berjalan mendekat ke arah Paman Chand


Dia memiringkan kepalanya dan Paman Chand hanya bisa menundukkan kepalanya


"Kenapa kau tidak berani menatapku seperti biasanya Paman? Ck apa rahasia hidupmu sebesar itu sehingga kau malu untuk berbagi denganku?" tanya Er yang sudah sangat gemas melihat tingkah Paman Chand yang seperti ini


Paman Chand menaikkan kepalanya dan menatap manik mata Er. Dia mundur 1 langkah


"Tidak ada Tuan Muda. Kau... makan dan beristirahatlah. Aku juga akan beristirahat. Jika membutuhkan sesuatu atau terjadi sesuatu maka teriak dan panggil aku" ucap Paman Chand sebelum berbalik memunggungi Er


"Kau tau bukan Paman? Jika saja aku mencari tau sendiri mengenai rahasia yang kau sembunyikan dariku maka itu akan sangat membuatmu pusing. Kau sudah mengenal ku sangat lama. Jadi saran ku adalah... jangan biarkan aku mencaritau segalanya sendiri dan cepatlah beritahu aku sebelum hal itu terjadi" ucap Er memberi peringatan


Paman Chand kembali berbalik dan menatap Er yang sudah duduk di kursi kayu dan mulai mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya


Paman Chand hanya bisa menghela nafasnya panjang dan kembali berbalik dan keluar dari kamar Er


"Kenapa aku sangat tidak selera untuk makan apapun" ucap Er meletakkan kembali sendok yang dia pegang ke atas piring itu


Dia berdiri dan duduk di pinggir kasur nya. Mengambil benda pipih yang berada di dalam kantung celana training yang dia kenakan


"Apa aku harus menelpon Thio dan menanyakan kabar semuanya? Benar... aku harus menghubunginya" ucap Er lagi pada dirinya sendiri


Dia menghidupkan ponselnya yang memang sudah beberapa hari tidak hidup karena ingin fokus pada pekerjaannya sekarang


Ponsel milik Er sudah hidup dan menampilkan wallpaper hitam. Mencari kontak sahabat sekaligus orang kepercayaan nya itu


Panggilan tersambung, Er meletakkan ponselnya di atas meja kayu dan menyalakan pengeras suara. Dia berjalan ke arah lemari dan mengambil tablet nya


"Halo. Setelah menghilang beberapa hari kau baru menghubungi ku Er? Hebat sekali kau" omel Thio setelah panggilan diangkat


"Kau dimana?" tanya Er


"Di kamar. Katakan kali ini kau butuh bantuan apalagi hmmm?"

__ADS_1


"Tidak banyak. Aku hanya mau kau kirimkan semua rekaman CCTV ke email ku sekarang"


"Baiklah tunggu sebentar"


"Apa Ayah sudah kembali?"


"Ya... Om sudah kembali tadi pagi. Kau tenang saja, jika Om sudah kembali maka penjagaan di Rumah Besar akan semakin terjamin"


"Aku tau. Tapi entah kenapa aku merasa kan sesuatu yang buruk akan semakin cepat terjadi"


"Jangan membuatku merasa semakin waspada Er. Sudah beberapa hari ini aku tidak bisa tidur hanya karena ucapan mu yang seperti ini. Cepatlah kembali"


"Sudah aku kirimkan semuanya. Kau bisa periksa dan katakan jika ada sesuatu yang mencurigakan" lanjut Thio


Tidak ada suara yang terdengar lagi namun panggilan tersebut masih tersambung


"Apa menurutmu ada kejanggalan?" tanya Er membuka pembicaraan lagi


"Ada. Tapi aku harus mendengar pendapatmu terlebih dahulu baru setelah itu aku mengucapkan pendapatku"


Er menatap layar tablet miliknya itu dengan teliti dan seksama. Semua rekaman CCTV yang dikirim oleh Thio barusan membuat jantung Er semakin berdegup dengan cepat


Hening... hanya itu yang bisa menggambarkan situasi saat ini setelah kepergian Er


"Baiklah Paman. Aku butuh mata mu yang teliti itu untuk membantuku melihat rekaman CCTV ini" suara Er kembali terdengar


Paman Chand duduk di bawah lebih tepatnya di atas lantai itu dan menerima tablet yang diberikan oleh Tuan Muda nya itu


"Apa masih tersambung dengan Thio?" tanya Paman Chand


"Aku disini Paman" jawab Thio setelah mendengar namanya dipanggil


"Apa ada kecurigaan yang kau dapat?"


"Ada. Tapi aku rasa aku harus mendengar penilaian darimu dan juga Er baru setelah itu aku akan membuka suara"


Paman Chand melihat satu per satu rekaman itu dan melihat tanggal serta waktu. Hingga jari telunjuknya berhenti tepat di sebuah rekaman yang menunjukkan posisi gerbang samping Rumah Besar


"Lihat ini Tuan Muda" ucap Paman Chand melihat Er

__ADS_1


Er segera turun ke bawah dan duduk di samping Paman Chand. Dia melihat layar tablet itu


Mengambil ponselnya dan mengalihkan telpon itu menjadi panggilan vidio dan menyambungkannya dengan Alan


"Kau sudah ingat keluargamu?" itu yang terdengar ketika panggilan vidio itu sudah diangkat oleh Alan


"Nanti saja mengomeli ku Kak. Kita akan membahas sesuatu" jawab Er dengan raut wajah serius


"Ada masalah apa sehingga wajah kalian sangat serius seperti itu?"


"Katakan padaku Thio. Kau mencurigai mobil sedan berwarna putih ini?" tunjuk Paman Chand ke layar



"Kau benar Paman. Awalnya aku berpikir bahwa mobil itu hanya sedang berhenti sejenak untuk istirahat saja. Tapi tidak hanya 1 hari melainkan beberapa hari belakangan ini, mobil itu masih berada di situ tapi hanya 3 jam saja. Lebih dari 3 jam, mobil tersebut kembali berjalan" jelas Thio


"Kenapa kau tidak memberitahu ku apapun Thio?" lagi dan lagi Alan mengomel


"Kau tidak perlu mengomeli nya Kak. Aku mengenal Thio dengan baik. Jika dia rasa dia masih bisa menyelesaikannya sendiri maka dia tidak akan mau merepotkan orang lain" jawab Er membela Thio


"Katakan lagi Thio" ucap Paman Chand menghentikan perdebatan antara ketiga pria muda itu


"*Aku mengatakan pada semua pengawal untuk bersikap bahwa kita tidak mengetahui apapun. Karena jika dia tahu bahwa kami sudah mengetahui bahwa dia sedang mengawasi Rumah Besar maka kami akan kehilangan jejaknya. Lagi pula CCTV di luar Rumah Besar sangat kecil dan bahkan dibuat di tempat yang tidak terduga


Tapi, kemarin siang pada saat aku kembali memantau CCTV yang berada di tempat yang sama. Aku bisa melihat jelas wajah dari pemilik mobil tersebut. Seorang Pria dengan sebuah janggut tipis dan memakai kacamata hitam. Dia memegang sebuah teropong karena aku membuka gerbang samping sedikit. Dia juga memiliki tato berbentuk ukiran bunga mawar di punggung tangan sebelah kiri*" jelas Thio lagi


"Paman Chand, kau bisa menyelesaikan segalanya sendiri di sini? Mendengar penjelasan dari Thio, jantung ku semakin berdetak cepat dan pikiranku langsung memunculkan wajah Bunda dan juga Kak Amanda. Apalagi saat ini Kak Rizky masih berada jauh dari Rumah" ucap Er menatap Paman Chand


"Tentu saja bisa Tuan Muda. Aku akan segera menyelesaikan masalah yang ada di sini dan kembali ke Tiongkok dan membantumu menyelesaikan masalah yang di sana juga" jawab Paman Chand


"Terimakasih Paman. Aku akan berbicara pada Paman Armand dan juga Andrew nanti. Thio, katakan pada pilot pesawat pribadi milik Graham agar menjemputku di Jerman sekarang juga"


"Baiklah akan aku lakukan"


"Kak Alan, aku butuh bantuanmu. Kau bisa memperbesar gambar dari mobil tersebut dan catat BK mobil nya lalu berikan pada Thio agar kita bisa dengan mudah mencari orang itu"


"Baiklah"


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2