CEO My Husband

CEO My Husband
HARI SPESIAL


__ADS_3

Matahari sudah kembali menampakkan cahaya teriknya di sebelah utara. Rizky membuka mata tajamnya lalu menoleh ke samping


Orang yang dia cari sudah tidak ada di sebelahnya. Dia pun bangkit dari tidurnya lalu memijit pelipis matanya


Meraih ponsel yang dia letakkan di atas nakas kemarin malam. Menyalakannya lalu menatap lockscreen yang dia pasang


"Hari ini tanggal 11 bulan mei. Amanda bertambah usia. Oh astaga aku hampir melupakannya" lirihnya lalu kembali mematikan ponselnya dan meletakkannya di samping dirinya


"Aku harus menyiapkan segalanya" lanjutnya lagi lalu turun dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu kamarnya


Menuruni anak tangga dan tersenyum kecil ketika mata elang miliknya menangkap istri kecilnya yang sibuk menata bunga di ruang televisi


Berjalan mendekat lalu menangkap tubuh kecil itu. Membawanya dalam dekapan dengan tangan kekar yang sudah memeluk erat pinggul ramping itu


"Kau. Kau mengagetkan ku. Kenapa belum mandi? Bukankah kau mengajak untuk berpiknik hari ini?" tanya Amanda terlonjak sedikit kaget


"Hmmm. Kita akan berangkat sebentar lagi. Aku masih ingin berdiskusi dengan adik ipar kesayanganmu"


"Kedua adikmu adalah kesayangan ku. Yang mana yang kau maksud?"


Rizky melepaskan pelukannya lalu mencium pucuk kepala istrinya. Dan berjalan meninggalkan wanita itu menuju kolam renang keluarganya tanpa menjawabnya terlebih dahulu


Dan benar saja, manusia yang dia maksud sedang melakukan olahraga renang. Menggunakan kacamata renang dengan kepala yang timbul tenggelam


Rizky hanya menghela nafasnya lalu duduk di pondok yang memang disediakan disitu sembari menunggu adik nya itu


Tak membiarkan pria itu menunggu lama, kepala adiknya sudah muncul di pinggir kolam renang dan melepas kacamata renangnya


"Kakak ingin berbicara padaku?" tanya Er menatap kakak sulungnya itu


"Naiklah dulu"


"Tidak mau. Kakak saja yang kemari. Aku mau melakukannya sekali lagi" bantah Er yang langsung membalikkan badannya dan bersandar di pinggir kolam itu


Plakkk


"Ah shit. Kak, kau memang. Untung saja kau kakak ku, jika tidak sudah bisa dipastikan aku akan menghabisi mu"

__ADS_1


"Ayo naik dan habisi aku. Tidak perlu mengucapkan kata pengecualian seperti itu" suruh Rizky yang sudah menatap tajam ke arah adiknya itu


"Hehehe tidak tidak. Aku hanya main-main saja. Baiklah katakan apa yang ingin kakak katakan"


Rizky berjongkok dan menatap ke arah adiknya lalu menarik telinga kiri adiknya itu


🌻🌻🌻


Meja makan sudah di penuhi oleh sarapan pagi yang begitu nikmat. Owner yang sedari tadi hanya tersenyum hanya bisa menarik begitu tanda tanya di kepala tiap orang


"Kau... kau baik-baik saja Er?" tanya Amanda dengan alis yang sudah naik sebelah


"Aku baik kak. Bahkan sangat sangat baik. Oh apakah kakak ipar dan juga kakak hari ini jadi pergi untuk piknik?"


"Selesai sarapan kami akan bersiap. Kau ingin ikut?"


Er menggelengkan kepalanya dengan cepat dan melanjutkan mengunyah makanan dalam mulutnya


Bryant yang melihat dan mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah dengan tingkah konyol dan rencana konyol yang akan di lakukan oleh putranya


Sarapan pagi pun sudah selesai. Semua kembali ke aktivitas yang akan mereka kerjakan hari ini


Alan menatap dan langsung memukul kepala adiknya itu dengan pelan


"Kau butuh bantuanku untuk mengerjakan sesuatu? Maka kau tidak perlu memintakan izin pada ayah atas namaku. Aku bisa mengatakannya sendiri" omel Alan yang juga langsung membalas rangkulan adik nya itu


"Eitss tidak perlu. Aku yang akan menjelaskannya pada ayah. Kakak masuk lah ke dalam mobil. Thio sudah ada di dalam"


Alan menautkan kedua alisnya bingung dan berpasrah karena tubuhnya yang sudah di dorong pergi oleh adiknya itu


"Sepertinya anak itu kemasukan air di dalam otaknya. Benar-benar tidak beres" lirih Alan dan terus berjalan menuju mobil mewah berwarna biru dongker milik adiknya tadi


Alan membuka pintu mobil dan mendapati sahabat adiknya itu yang sudah ada di balik setir dengan fokus bermain ponsel yang sudah dimiringkan


Alan menggelengkan kepalanya lalu dengan sengaja menutup pintu itu dengan cukup keras


"Shittt. Tidak bisakah kau menutupnya dengan santai hah? kau membuatku terkejut dan pada game ku" maki Thio yang belum sadar siapa pelaku sebenarnya

__ADS_1


"Hehehe. Maafkan aku kak, aku pikir tadi itu adalah adikmu. Maaf maaf" lanjutnya yang langsung menampilkan deretan giginya


"Kau dan juga sahabat mu hari ini memang sedikit tidak beres. Katakan, sebenarnya ada apa dengan kalian berdua hah?"


"Baiklah aku akan mengatakan yang sebenarnya. Sebenarnya Er meminta bantuan mu untuk hal yang sangat penting" ucap Thio yang mulai menjelaskan dengan raut wajah yang sudah serius


"Urusan penting apa? Apa semua baik-baik saja? Katakan hal apa yang bisa ku bantu untuk nya" jawab Alan yang sudah mulai merasa cemas


"Ekhem. Jadi sebenarnya, kakak menyuruh kita untuk menyiapkan pesta kejutan untuk kak Amanda. Hari ini adalah hari kelahirannya" lanjut Thio yang sudah mulai heboh sendiri


Alan diam membisu dengan alis yang hampir menyatu. Seperti berusaha mencerna semua kalimat yang dilontarkan oleh pria yang ada di sampingnya itu


"Kakak ipar ulang tahun? Oh astaga. Untung saja kakak mengingatnya, jika tidak maka tidak akan ada yang menyadarinya sama sekali" teriak Alan setelah jeda beberapa menit


Thio menepuk jidatnya ke setir mobil dengan helaan nafas yang tidak ia lupakan. Mengapa? Mengapa pria yang sudah menjabat sebagai kakak kedua sahabatnya itu sangat lama menyadari apa yang dia ucapkan tadi?


"Baiklah jadi kita harus memulai darimana?" tanya Alan yang sudah sangat bersemangat


"Aku juga tidak tau. Kita serahkan saja semua komando kepada Er karena dia yang diberi tanggung jawab penuh oleh kakak sulung" jawab Thio yang sudah kembali menegakkan kepalanya dan menatap lawan bicaranya


"Kakak ipar pasti juga tidak menyadari bahwa hari ini adalah hari istimewa buatnya. Untung saja kakak mengajaknya untuk berpiknik sampai petang nanti" ucap Alan dengan senyum yang masih belum pudar dari wajah tampannya itu


Tak lama mereka pun bisa melihat dari dalam mobil langkah pria yang tak kalah tampan dari mereka dengan senyum yang juga sangat jarang dapat terlihat begitu jelas seperti saat ini


Owner memasuki mobil dan menatap kedua pria lainnya yang duduk di depan. Menaik turun kan kedua alisnya


"Baiklah, langkah awal adalah pergi ke rumah sakit" ucapnya memberi arahan dengan menatap sahabatnya Thio


"Rumah sakit? Kenapa harus rumah sakit?" tanya Thio yang masih belum mengerti


Alan yang sudah mengerti langsung duduk dengan nyaman dan memasang seltbelt nya dan membiarkan adik bungsunya itu mengomel akan kebodohan sahabatnya sendiri


"Kita harus mengundang dan meminta tolong pada Andy dan juga Linlin. Jangan membuatku jadi tidak minat Thio. Hari ini hari spesial untuk kakak ipar kesayanganku"


"Ahk kau benar. Maafkan aku, aku lupa akan mereka berdua. Baiklah mari kita berangkat sekarang" jawab Thio dan langsung melajukan mobil mewah itu meninggalkan pekarangan rumah besar


"kau mendapatkan sahabat sepertinya darimana? terkadang sangat jenius terkadang sangat bodoh. jika dia sudah bodoh maka ke kesalan pun akan segera menghampiri semua orang" omel pria yang satunya lagi

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2