CEO My Husband

CEO My Husband
PERATURAN LAMA KELUARGA GRAHAM


__ADS_3

"Rizky jangan lupa untuk mengambil raport Alan hari ini" ucap Bryant setelah menyelesaikan sarapannya


Rizky hanya menganggukkan kepalanya dan menaiki tangga sepertinya menuju kamarnya


"Apa kau memarahinya? Ada apa dengannya?" tanya Lyla sedikit berbisik


"Tidak, untuk apa aku memarahinya jika dia tidak berbuat kesalahan" jawab Bryant yang juga merasa ada yang aneh mengenai Putranya itu


Amanda yang tidak sengaja mendengar perkataan dari Calon Mertuanya itu juga merasakan hal yang sama


("Apa dia memiliki masalah yang cukup besar? Namun jika iya kenapa tidak memberitahu Ayah?") batin Amanda


Rizky menuruni anak tangga dan tentu saja semua mata memandangnya. Rizky sibuk Mengancingkan lengan kemejanya


"Biar aku bantu" ucap Amanda yang berjalan mendekati Rizky


Rizky berhenti melakukannya dan melihat Amanda dengan senyum kecilnya. Lalu dia sadar bahwa sedaritadi ada yang menatapnya. Lalu dia mengalihkan pandangannya dan menatap heran


"Kenapa memandang ku seperti itu?" tanya Rizky heran


"Tidak ada, kami hanya senang melihat kalian berdua seperti itu" jawab Bryant yang memberikan senyumnya


Rizky pun hanya mengangguk pelan dan menatap Amanda. Dia bisa mencium aroma rambut Amanda yang kini sudah menjadi candu nya


"Sudah" kata Amanda yang langsung menatap Rizky


Manik matanya bertemu dengan manik mata Rizky. Dia langsung memberikan senyumnya dan Rizky dapat melihat matanya yang sudah berbentuk bulan sabit


Rizky mengecup kening Amanda dan berjalan melewatinya


"Ayo Alan" ajak Rizky


Rizky mencium pipi Lyla dan juga Bryant lalu melanjutkan langkahnya


Kali ini bukan Alan yang menyetir namun supir lainnya. Dia sudah duduk di samping Tuan Muda nya oh ralat Kakaknya


"Apa kau akan mendapat prestasi?" tanya Rizky tanpa melihat Alan


"Aku tidak bisa menjawabnya Kak. Nanti akan diberitahu oleh wali kelasku" jawab Alan yang masih ragu memanggil Rizky dengan sebutan kakak


Rizky mengerti dan langsung menatap jalanan dari jendela. Dia kembali memutar memorinya


("Apa aku sanggup untuk menyakitimu? Bahkan senyum tadi yang sangat aku harapkan agar kau bisa menampilkannya setiap saat. Tapi akankah aku juga menjadi alasan untuk mata sendu itu?") tanya Rizky dalam hatinya dengan kedua matanya yang sudah terpejam


Mobil itu terus berjalan dengan kecepatan normal. Berhenti ketika macet dan mengikuti aturan lalu lintas


Hingga tiba di depan sekolah ternama dan juga termasuk sekolah paling mewah di negara ini



"Tuan Muda kita sudah sampai" ucap seseorang


Raut wajah Rizky berubah dia langsung menatap Alan dengan dingin


"Maaf Tuan Muda, bukan Tuan Muda Alan yang memanggil Alan namun saya" jelas supir itu yang mengerti bahwa Rizky hampir saja murka


Rizky pun kembali merubah raut wajahnya ke semula. Dan menepuk pundak Alan pelan. Mereka berdua keluar dan mulai melangkah melewati setiap lorong sekolah itu


Bisa dipastikan saat ini semua manusia yang ada di sana sedang menatap mereka memuja. Ada juga yang langsung mengambil gambar seorang Tuan Muda Rizky Arkansas Graham


Ini suatu kesempatan besar bagi mereka. Karena yang mereka tau bahwa Tuan Muda keluarga Graham itu sangatlah tampan. Dan hari ini dan detik ini juga mereka membenarkan hal itu. Bahkan Rizky sangat sangat sangat tampan


"Hiraukan saja" Rizky membuka suara karena menyadari Alan sedari tadi hanya menundukkan wajahnya

__ADS_1


🌻🌻🌻


Tokkk Tokkk Tokkk


Suara pintu terdengar, Amanda langsung bangkit dari sofa dan membuka pintu tersebut


"Bunda" ucapnya dengan senyuman ketika melihat orang tersebut


Lyla tersenyum hangat dan mengelus kepala Amanda dengan lembut


"Ayo masuk Bunda" ajak Amanda menarik tangan Lyla perlahan


Mereka berdua pun duduk di sofa yang tadi di duduki oleh Amanda


"Apa Bunda membutuhkan sesuatu? Lain kali Bunda cukup memanggilku saja tidak perlu datang kemari" ucap Amanda tak enak


"Tidak masalah sayang. Bunda kemari hanya ingin mengatakan sebuah permintaan kecil. Bolehkah?" jawab Lyla


"Tentu saja Bunda. Katakan saja" ucap Amanda antusias


"Sebentar lagi kau akan resmi menjadi bagian dari keluarga Graham. Bunda harap apapun yang terjadi ke depannya jangan pernah melepaskan nama Graham di namamu yah.


Bunda sadar akan sikap dingin Rizky yang sangat keterlaluan. Namun Bunda yakin bahwa lambat laun dia akan hangat terhadapmu" lontar Lyla mengelus punggung tangan Amanda


Amanda cukup terkejut akan ucapan dari wanita paruh baya yang saat ini ada di hadapannya. Namun tak lama ia memberikan senyum manisnya


"Amanda akan melakukannya Bunda. Jadi sekarang Bunda bisa tenang" jawab Amanda


Lyla pun langsung memeluk Amanda erat laku melepaskannya


"Kau sangat cantik. Bunda akan menyiapkan makan malam dulu dan kau segeralah mandi dan segera turun yah" ucap Lyla yang langsung meninggalkan kamar tersebut


🌻🌻🌻


Dia pun memutuskan untuk menyiapkan meja makan saja. Dia melihat jam antik yang berdiri dengan kokoh. Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam


"Kau sudah disini rupanya. Bunda baru saja akan memanggilmu" ucap Lyla yang mulai menata beberapa makanan yang sudah jadi


Amanda hanya tersenyum dan membantu sedikit


"Sepertinya malam ini akan banyak makanan enak" ucap seseorang yang baru menampakkan dirinya


"Ayah" sambut Amanda


Bryant tersenyum dan memeluk Amanda tak lupa dia juga memberikan sebuah kecupan di kening Amanda


"Apakah Rizky dan juga Alan sudah kembali?" tanya Bryant sambil membuka kancing kemejanya


"Kami baru sampai" jawab Rizky dengan satu tangan berada di kantung celana


Alan juga ikut berjalan di sampingnya. Beda dengan Rizky, Alan selalu saja melontarkan sebuah senyuman sedangkan Rizky? Kalian bisa menebaknya


"Bagaimana hasilnya?" tanya Bryant dengan antusias


"Nanti saja kau bertanya. Sekarang kalian bertiga bergegas untuk mandi agar kita segera makan" potong Lyla sebelum Rizky membuka suara


Amanda yang melihat rasa kekesalan di wajah Ayah mertuanya itu hanya bisa tersenyum menahan tawanya


Ketiga lelaki Keluarga Graham itu langsung menuruti perkataan dari Nyonya Graham. Amanda dan Lyla dengan kompak hanya bisa menggelengkan kepala mereka


🌻🌻🌻


Semua anggota keluarga Graham sudah duduk di meja makan. Oh belum semua karena masih ada seseorang yang saat ini belum juga kembali

__ADS_1


Suasana makan sama seperti sebelumnya. Terkadang Bryant melontarkan candaan dan menjahili Rizky atau menggoda Lyla


Alan dan juga Amanda hanya menikmati suasana dan sesekali membuka suara jika ditanya


Tanpa disadari makan malam selesai. Beberapa pelayan membereskan meja makan. Sedangkan Bryant, Rizky dan diikuti oleh Alan berjalan menuju ke sebuah pondok di dekat taman



Amanda dan juga Lyla akan menyusul mereka. Karena saat ini Lyla sedang membuatkan cemilan dan juga teh jahe


Amanda memutuskan akan menunggu Lyla dan membantu membawakannya


"Ini cemilan dan Teh Jahe nya" ucap Lyla sambil meletakkan nampan yang dia pegang diikuti dengan Amanda


"Duduklah Amanda" suruh Bryant yang mengambil cangkir Teh Jahe nya


Amanda duduk di samping Lyla


"Baiklah, pertama kita akan mendengarkan mengenai nilai-nilai Alan selama di sekolahnya" ucap Bryant lagi setelah menikmatinya Tehnya


"Dia diam-diam sudah membuat kaget" jawab Rizky membuka suara


Semua yang ada di sana menyatukan alis mereka heran. Rizky memang selalu seperti itu, selalu membuat orang menebak isi pikirannya


"Dia banyak membuat prestasi di sekolah. Dia anak baru yang langsung duduk di kelas 11 namun prestasinya melewati temannya yang lain. Dia diminta untuk menjadi KETUA BIDANG ILMU DAN SENI namun dia belum memberikan jawaban apapun kepada pihak sekolah. Dia begitu meresahkan" lanjut Rizky


Alan hanya menundukkan kepalanya mendengar penjelasan Rizky


"Kenapa begitu Alan?" tanya Lyla


"Aku masih belum yakin akan diriku sendiri Bunda. Jadi aku masih membutuhkan waktu tapi aku berjanji semester depan akan aku berikan jawaban yang pasti Bunda" jawab Alan langsung dengan cepat


"Kau membuatnya merasa bersalah Tuan Muda Rizky" tegur Bryant yang menatap Rizky dengan sinis


"Dia mendapatkan peringkat 1 di semua kelas 11. Dia memang pantas untuk keluarga ini Ayah" lanjut Rizky memberitahu segalanya


"Selamat Alan" ucap Amanda memberikan ucapan selamat dengan wajah semangatnya


"Terimakasih Kak" jawab Alan


"Beberapa hari lagi hadiahmu akan sampai" kata Bryant


Alan membulatkan matanya mendengar ucapan Bryant


"Itu tidak perlu Ayah. Mendapatkan pendidikan dan kasih sayang dari kalian saja sudah sangat cukup" jawab Alan


Bryant langsung menatap Alan dengan datar. Alan langsung bungkam dan menundukkan kepalanya


"Amanda dengarkan Ayah" panggil Bryant yang sudah menatap Amanda begitupun sebaliknya


"Besok sampai ke hari pernikahanmu, kau dilarang keras bertemu dengan keluarga Graham. Kau hanya akan berada di dalam kamar. Semua makanan dan keperluanmu akan langsung diantar ke dalam kamarmu. Di dalam kamar tepatnya di meja dekat dengan televisi ada sebuah tombol merah, jika kau membutuhkan sesuatu tekan saja itu dan katakan maumu lalu para pelayan akan mengantarkan nya" jelas Bryant memberikan jeda sedikit


Amanda terkejut namun dia berusaha menutupi raut wajahnya


"Ini semua sudah Peraturan Lama dari Keluarga ini Amanda. Sudah suatu pantangan jika salah satu keluarga Graham akan menikah bertemu dengan pasangannya seminggu sebelum pernikahan. Jadi Ayah dan juga Bunda harap kamu mau melakukannya dengan baik" lanjut Bryant


Amanda diam dan menundukkan kepalanya sebentar


"Baiklah Ayah. Amanda hanya akan menurut apapun perkataan Ayah dan juga Bunda" jawab Amanda memberikan senyum hangatnya


Semua tersenyum namun tidak dengan Rizky. Dia merasa ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2