
Mentari pagi sudah memancarkan sinar teriknya. Amanda mengerjapkan matanya beberapa kali dan meregangkan otot-otot tangannya dan menoleh ke samping
Menampilkan sebuah senyum manis dan juga lebar. Amanda tersenyum dengan cerah ketika melihat bahwa suaminya masih terlelap dan menghadap ke arah dirinya
("Perasaan ku yang awalnya sangat membenci dirimu sepertinya dengan perlahan sudah memudar Tuan Muda Graham. Kau dan seluruh anggota keluarga mu sudah berhasil memenangkan hatiku. Dan ku berharap kau tidak akan membuat ku merasakan sakit untuk ke sekian kalinya") batin Amanda masih dengan sebuah senyuman
"Kau melihat apa sampai harus menampilkan senyum selebar itu?" suara bariton itu membuat Amanda menghilangkan senyumnya
Rizky sudah membuka matanya dan bertemu dengan manik mata milik Amanda
"Tidak ada. Aku hanya merasa senang bahwa kau sudah berada di sini. Jadi aku tidak perlu merasa khawatir lagi karena kau dan juga Er sudah berada di dalam ruangan yang sama" jawab Amanda dengan jujur
Rizky bangkit dari tidurnya dan duduk menghadap Amanda. Melihat itu, Amanda juga melakukan hal yang sama
Mereka berdua duduk saling berhadapan tanpa melepaskan pandangan mereka satu sama lain
"Apa kau mengkhawatirkan kami?" tanya Rizky dengan raut wajah yang sudah menjadi serius
"Pertanyaan seperti apa ini Ky? Apa ini juga masih harus kau pertanyakan?" bukannya menjawab, Amanda justru mengomeli Rizky
"Jawab saja Amanda"
"Tentu saja aku mengkhawatirkan kalian. Aku mengkhawatirkan segalanya setelah aku masuk ke dalam keluarga ini. Jadi jika kau bertanya mengenai hal ini lagi seharusnya kau sudah tau jawabannya Tuan Muda Graham" jawab Amanda pada akhirnya
"Jika kau mengkhawatirkan segalanya, lalu siapa yang mengkhawatirkan dirimu?"
"Kalian mengkhawatirkan aku juga bukan?"
"Kami juga mengkhawatirkan dirimu. Tapi disaat aku dan lainnya sedang ada pekerjaan di luar maka kami tidak bisa menjaga mu sepenuhnya. Jadi apa aku bisa meminta sesuatu?"
Pertanyaan di akhir kalimat yang diucapkan oleh Rizky membuat Amanda terdiam dan berpikir dengan satu alisnya yang sudah terangkat
"Kau masih meminta sesuatu padaku? Kau itu sudah dikelilingi oleh semua kebutuhan. Jadi aku rasa, kau tidak akan menemukan hal yang kau inginkan dariku"
"Aku hanya meminta agar kau bisa menjaga dirimu sendiri. Aku meminta agar kau mau mendengarkan semua arahan yang diucapkan oleh Thio atau lainnya. Bisa?" jelas Rizky langsung
"Kenapa aku merasa setelah kau kembali ada banyak yang berubah. Kau... benar baik-baik saja kan?" tanya Amanda dengan nada khawatir
Rizky menghela nafasnya panjang dan menggaruk pelipisnya. Menatap manik mata milik Amanda lagi sembari memegang kedua pundak Amanda
Cukup lama mereka saling bertatapan
Cup
Satu ciuman manis mendarat di bibir merah muda milik Amanda. Cukup lama mereka berciuman hingga Amanda harus memukul lengan Rizky dengan kuat
"Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu kehabisan nafas" ucap Rizky menyesali perbuatannya
__ADS_1
"Hah hah hah. Tidak masalah" ucap Amanda dengan nada yang masih tersenggal
"Kau bisa melakukan apa yang ku katakan tadi Nona Amanda Citra Graham?"
Amanda menganggukkan kepalanya dengan cepat dan langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi
Rizky hanya terkekeh sembari menggelengkan kepalanya melihat tingkah Amanda yang terkadang seperti anak kecil
Drttt
Getaran ponsel itu membuat Rizky menoleh ke samping. Dia meraih ponselnya yang ada di atas nakas kayu dan segera membuka ponsel itu
'Permainan akan segera dimulai Tuan Muda Graham'
Rahang Rizky terlihat mengeras dan ingin membalas pesan tersebut sebelum ponsel itu kembali bergetar
'Kau ingin aku memulainya dari siapa? Dari Bunda mu? Dari Calon Adik Iparmu? Atau Dari Istri kecil mu? Tapi aku rasa aku akan memulai nya dengan Istri kecilmu yang sangat cantik itu'
"Kurang ajar" ucap Rizky dengan geram
Menekan tombol panggil dan menempelkan ponsel itu di telinganya. Namun hasil yang di dapat sangat tidak sesuai dengan keinginan
Nomor orang tersebut sudah tidak aktif
Rizky segera keluar dari kamarnya dengan membanting pintu kamar itu dengan keras
π»π»π»
Pelayan tersebut langsung menjalankan perintah yang diberikan oleh Tuan Muda nya itu dengan cepat
Rizky kembali melangkahkan kakinya menuju Ruang Kerja miliknya namun langkahnya lagi lagi harus berhenti
"Ada masalah?" tanya Bryant yang kebetulan bertemu dengan Putra Sulungnya itu
Rizky memejamkan matanya sebentar mengatur emosinya dan kembali menatap Ayahnya itu
"Ada yang meneror ku" jawab Rizky seperti biasa dengan nada dinginnya
"Apa sangat serius?" tanya Bryant yang juga membalas ucapan Rizky dengan dingin
Rizky hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan cepat
"Kakak memanggil kami?" tanya Er yang sudah berada di belakang Rizky bersama dengan Alan dan juga Thio
"Ikut Ayah" bukan Rizky, melainkan Bryant yang menjawab
Bryant melangkahkan kakinya berjalan terlebih dahulu meninggalkan semua pemuda tampan itu
__ADS_1
Rizky langsung mengikuti Ayahnya dari belakang sedangkan para adiknya masih saling melempar pandangan satu sama lain
π»π»π»
Bryant duduk di sofa yang ada di balkon ruang kerjanya. Diikuti oleh ke-4 Pemuda Tampannya itu
"Mana?" tanya Bryant singkat menatap Rizky Putra Sulungnya itu
Rizky yang langsung mengerti langsung mengeluarkan ponselnya yang berada di saku celana pendeknya itu. Meletakkan nya di atas meja kaca dengan layar yang sudah menampilkan sebuah pesan
Bryant segera mengambil ponsel itu dan membaca
"Kurang ajar" ucap Bryant dengan tangan yang sudah terkepal dan rahang yang sudah mengeras
Alan langsung mengambil ponsel itu dari tangan Ayahnya dan membacanya dengan Er dan Thio yang juga ikut serta
"Sebenarnya apa mau orang ini? Apa kita pernah membuat salah padanya sehingga harus membuat kerusuhan seperti ini" ucap Alan dengan geramnya
"Mungkin kau benar Alan. Mungkin saja Rizky pernah berbuat sesuatu kepada seseorang tanpa sepengetahuan dirinya. Kau cobalah untuk mengingat" ucap Bryant lagi menatap Rizky
Rizky diam terlihat sedang berpikir dan membiarkan hembusan angin pagi menusuk ke dalam telinganya
"Apa yang harus kita lakukan Ayah?" tanya Er dengan raut wajah yang sudah memerah
"Kalian tahan dulu emosi kalian masing-masing. Kita akan melakukan ini semua secara perlahan dan dengan teliti. Lambat laun kita pasti akan tau siapa orang ini. Tapi selama kita dalam proses mencari identitas asli orang ini, kita harus melindungi semua orang dan yang paling penting adalah melindungi Amanda. Kalian mengerti?" jelas Bryant memberi arahan pada semua para pria yang ada di ruangan yang sama dengannya
Semua tampak diam tak ingin menjawab. Semua terlihat sedang berperang dengan pikiran mereka masing-masing
Hingga manik mata Rizky bertemu dengan manik mata milik Adik Bungsu kesayangannya itu
"Kak, jangan katakan bahwa apa yang ada di dalam pikiranku juga ada dalam pikiranmu" ucap Er yang mengerti arti dari tatapan Rizky
"Katakan bahwa pemikiran kita salah Er. Tidak mungkin dia" tolak Rizky dengan wajah yang sudah tidak bisa dijelaskan
π»π»π»
HAI READERS KETEMU LAGI DI CEO My Husband
MAAF YAH KALAU BELAKANGAN INI AUTHOR UPDATE NYA GAK TERATUR. ITU DIKARENAKAN SAAT INI AUTHOR SUDAH KEMBALI SIBUK DENGAN DUNIA PERKULIAHANπ
TAPI, TERIMAKASIH YAH SUDAH STAY UNTUK MEMBACA DAN MENUNGGU KELANJUTAN DARI CERITA INI
HAYO.... KIRA-KIRA SIAPA YAH YANG DIMAKSUD OLEH KEDUA TUAN MUDA KESAYANGAN KITA ITU?
PENASARAN? IKUTI KELANJUTAN CERITANYA YAHπ
SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER READERS
__ADS_1
π»π»π»