
"Apa ada kejadian aneh sejak aku pergi, Kak?"
Amanda menatap ke arah adik ipar bungsunya yang sudah duduk di sebelahnya
"Kejadian? Sepertinya tidak ada. Apa ada masalah?"
"Ahk tidak. Aku hanya memastikan saja. Jika memang ada dan Thio tidak melaporkan nya padaku, maka akan ku marahi dia habis habisan"
"Jangan terlalu padanya. Dia hanya manusia biasa, pasti dia juga memiliki kesibukan lainnya. Lain kali jangan seperti itu" jelas Amanda dengan hangat
Mendengar itu Er hanya diam dan tersenyum. Kakak Iparnya ini benar-benar berhati lembut. Itu sebabnya dari semua anggota Keluarga Graham, hanya dia lah yang paling menyayangi Amanda. Bahkan rasa sayangnya tidak bisa diukur sama sekali
"Apa kakak ku ada menghubungi?"
"Tidak. Biarkan saja, mungkin situasi disana tidak bisa membuatnya untuk menghubungi kita"
🌻🌻🌻
~California, Amerika Serikat
"Kita kembali sekarang"
Pria dengan tubuh tegap dibalut kaos hitam dan juga celana panjang berwarna hitam berdiri menatap ke luar melalui jendela besar yang ada di sana
Paman Chand yang mendengar itu langsung menghubungi seseorang, menuruti apa yang dikatakan oleh Tuan Muda nya itu
"30 menit lagi, Tuan Muda. Kita bisa bergerak sekarang"
Tanpa menjawab, Rizky langsung berbalik dan berjalan diikuti oleh Paman Chand dibelakangnya. Bagaimana dengan barang bawaan mereka? Oh ayolah, ada banyak manusia yang bisa membereskan hal itu untuk mereka
"Kita akan kembali ke rumah besar pukul 1 dini hari besok"
"Apa kau mempunyai alasan, Tuan Muda?"
"Kita akan mengurus Alex Arafah terlebih dahulu. Berani sekali dia bermain dibelakang Graham" jawabnya tenang namun tidak dengan tatapan mata tajam nya
Paman Chand terdiam. Dia mengerti permasalahan yang bagaimana yang dimaksud oleh pria muda ini. Segalanya dia ketahui tanpa harus bertanya. Mau bagaimana pun, dia adalah informan yang sangat dipercaya oleh Rizky
__ADS_1
🌻🌻🌻
Sarapan dimulai dengan tenang. Bryant menatap satu per satu anggota keluarga yang sedang menikmati sarapan dengan keheningan
Matanya tertuju pada kursi yang kosong di sebelah kanan nya. Dia merindukan putera sulungnya. Mau sekeras apapun dan secuek apapun dia terhadapa para puteranya, tetap saja rasa khawatir dan rindu masih saja melingkupi diri seorang Ayah
Apalagi Rizky yang sama sekali tidak memberikan kabar sejak 1 hari setelah sampainya pria itu. Dia menghubungi Bryant hanya untuk mengatakan bahwa dia sampai dengan selamat
Matanya beralih pada menantu sulungnya, Amanda. Terlihat wajah yang begitu tenang dan juga senyuman kecil yang selalu saja wanita itu perlihatkan pada semua orang
"Amanda" panggilnya dengan lembut
Semua mata tertuju pada pria paruh baya itu. Padahal hanya 1 saja orang yang memiliki nama itu. Bryant menatap satu per satu dengan tatapan bertanya 'Kenapa?'
"Iya, Ayah? Ayah membutuhkan sesuatu?" tanya nya dengan cepat
"Tidak sayang. Selepas sarapan nanti bisa temui Ayah di ruang kerja?"
Amanda diam dan langsung mengangguk kan kepalanya setuju. Mau bagaimana pun, pasti ada sesuatu yang mungkin ingin dibicarakan oleh Ayah Mertuanya itu padanya
"Dan... Tuan Muda Owner, bagaimana kau akan menjelaskan kehebohan publik pagi ini hmmm?"
"Berhenti menatap Thio seperti itu. Dia sudah bekerja keras dari subuh ini. Menekan kehebohan publik yang sudah semakin tidak terkondisikan.
Ayah tidak pernah mengajari kalian untuk lari dari tanggungjawab. Ayah membuat konferensi pers yang ditujukan untukmu. Jadi setibanya di Perusahaan, langsung ke Ruang Rapat Emergency dan klarifikasi semuanya"
Er langsung menarik kesimpulan akan apa yang terjadi. Dia sudah menduga hal ini akan terjadi. Namun apakah seheboh itu sampai harus membuatnya mengklarifikasi akan hal itu. Mck menyebalkan!
"Ling ling?" tanya nya yang seakan teringat akan gadis itu
"Aku sudah datang ke apartemen miliknya dan mengatakan untuk tidak perlu keluar selama beberapa hari ini. Dan aku mengatakan sudah meminta izin untuknya ke pihak rumah sakit" jawab Thio dengan cepat
"Lain kali berpikirlah dengan panjang, Er. Bunda mengkhawatirkan mu tapi lebih mengkhawatirkan Ling ling. Dia tinggal sendiri dan tidak memiliki siapapun"
"Dia memiliki kita, Bunda. Dan juga Bunda tidak perlu khawatir. Dia akan aman, jika ada yang menyentuh nya maka saat itu juga dia akan ku usik"
Mendengar ucapan dari Tuan Muda Bungsu itu, semuanya diam. Seakan tak percaya bahwa Er mengatakan itu begitu jelas dan cepat.
__ADS_1
Berbeda dengan Alan yang terkekeh karena menyadari bahwa adiknya itu sudah jauh dewasa dari yang dia dan Kak Rizky pikirkan selama ini
🌻🌻🌻
Ling ling hanya duduk di balkon yang ada di apartemen miliknya. Dia mengikuti apa yang diperintahkan oleh sahabat dari Tuan Muda Bungsu Graham yang datang subuh tadi
Dia sudah melihat berita panas mengenai dirinya dan juga Owner Graham. Bukan dikarenakan foto yang beredar melainkan karena komentar yang diberikan sangat tidak sopan untuknya
"Kenapa harus seperti ini?" lirihnya merasa lelah
Seakan menerawang jauh sebelum dia bertemu dengan keluarga paling dihormati di Negara ini. Dia bahkan tidak pernah berpikir dan tidak pernah memasukkan hal seperti ini ke dalam daftar list hidup tenang nya
Mendapatkan Beasiswa S-1 Kedokteran di Negara yang jauh, lulus dengan cepat dan cumlaude. Lalu melanjutkan jenjang pendidikan ke profesi hingga bekerja di salah satu Rumah Sakit ternama di Negara ini
Hanya itu! Hanya itu saja yang dia inginkan selama ini. Namun bertemu dengan Owner dan Thio yang membantu nya pada saat masa relawan adalah suatu kebetulan yang dia syukuri
Lalu siapa yang menyangka, bahwa setelah beberapa tahun sejak kejadian itu, dia bahkan membantu untuk mengobati Menantu Keluarga Graham yaitu Nona Muda Amanda. Dan sekarang dia bahkan diperlakukan dengan sangat baik oleh Keluarga Besar itu
"Apa komentar Anda mengenai informasi mengenai hubungan Anda dan juga Dokter Muda itu, Tuan Muda? Tolong berikan sedikit komentar"
Televisi yang memang sejak tadi masih menyala membuat atensi gadis itu kembali menatap ke belakang. Berjalan masuk dan duduk di sofa tepat di hadapan televisi yang ada di apartemen miliknya
Dia bisa melihat Owner dengan balutan jas berwarna biru dongker dengan celana yang serasi. Tatapan dingin juga bisa dia lihat dengan jelas. Rambut yang juga ditata dengan sangat rapi membuat ketampanan pria itu lebih jelas
"Saya Owner Graham, Putra Bungsu dari Keluarga Graham. Sebelumnya saya memberikan salam hormat untuk semua yang melihat, mendengar dan menyaksikan klarifikasi dari saya" suara itu terdengar dengan tegas dan lugas
Owner membungkuk kan badan nya memberikan hormat. Senyum kecil Ling ling terbit begitu saja
"Sebenarnya tidak ada yang harus saya klarifikasi kan kepada kalian semua. Dokter muda yang kalian maksud ialah Dokter Shen Lin. Kepala dokter bedah di Rumah Sakit *******. Sebelum saya kembali ke negara ini, kami memang sudah bertemu di negara lain secara tidak sengaja.
Saya dan juga Ling ling hanyalah rekan dan juga teman biasa. Tidak ada yang perlu diklarifikasi dalam hal ini. Lagi pula, untuk apa? Saya juga tidak memiliki hubungan spesial dengan wanita lain sehingga harus memberikan klarifikasi seperti ini
Sejujurnya ini sangat membuang waktu. Tapi satu hal yang harus saya tekankan. Jika ada yang berani menyentuh milik saya, maka dengan segala maaf dan hormat saya tidak akan segan segan untuk menghilangkan kalian. Sekian"
Ling ling mendengar semuanya dengan jelas. Hatinya sedikit berdenyut ketika mengetahui bahwa dia dan juga Owner hanya lah teman biasa
"Bodoh. Apa yang kau harapkan?" lirihnya dan langsung mematikan layar televisi tersebut
__ADS_1
🌻🌻🌻