
Berbeda dengan Tuan Muda Bungsu Graham. Dia mengendarai mobil mewah berwarna merah itu seperti orang kesetanan. Setelah mendapat panggilan dari sahabatnya itu, raut wajah nya sudah terlihat begitu khawatir.
Tidak mempedulikan sumpah serapah dan juga konsekuensi yang akan dia dapat. Seperti polisi yang saat ini sudah mengejarnya di belakang. Mungkin saja para polisi bodoh itu belum mengetahui bahwa manusia yang mengendarai mobil itu adalah Owner Graham. Ingin sekali rasanya pria tampan itu berhenti lalu memaki polisi-polisi bodoh itu namun ia urungkan
"Jangan melakukan hal gila Kak. Kau sedang berhadapan dengan seorang wanita Kak" lirih Owner yang terus saja mengoceh tiada henti
Setelah beberapa menit, akhirnya pria muda nan tampan itu sampai di halaman luas yang sangat tidak terurus. Daun-daun kering berjatuhan akibat hembusan angin dan dibiarkan begitu saja
"Dia memang sudah gila" ucap Owner dan langsung berlari dengan kencang segera masuk
Namun ketika hendak masuk dia berhenti secara mendadak karena mendengar sirene yang semakin dekat
"Sial" makinya dan langsung kembali ke mobilnya
Kembali merubah raut wajahnya setenang mungkin. Bersidekap dada dan menatap datar ke arah polisi yang sudah berjalan ke arahnya dengan rasa gugup yang bisa dilihat dengan jelas oleh Owner
"Kalian ingin menahan ku?" tanya Owner langsung dengan tatapan datar namun menusuk
"Selamat pagi Tuan Muda. Sebelumnya mohon maaf karena sudah mengikuti Anda hingga kemari. Kami tidak tau jika Anda yang mengendarai mobil ini. Kami tidak bermaksud untuk mengikuti Anda, Tuan Muda" ucap salah satu polisi itu yang memberikan hormat terlebih dahulu
"Lalu?"
Diam. satu ucapan yang diucapkan oleh salah putera dari Keluarga yang sangat disegani oleh Negara ini berhasil membuat semua polisi ini bungkam tak berani menjawab. Jika salah melakukan sesuatu maka saat itu juga profesi mereka akan hilang begitu saja dan mereka sangat tidak rela akan hal itu
"Kalian akan tetap disini mengawasiku? Atau aku perlu menghubungi atasan kalian?" lanjut Owner dengan alis yang sudah naik sebelah
"Tidak Tuan Muda. Kami akan segera pergi. Namun, jika boleh tau apa Tuan Muda memiliki masalah di gedung tua ini?" masih dengan pria yang tadi
"Saya ada urusan atas suruhan Ayah. Kalian ingin mencampurinya? Baiklah sebentar, aku akan menghubungi Ayah" jawab Owner yang berbohong dan meraih ponselnya
"Kami permisi Tuan Muda"
Saat itu juga semua polisi sialan itu masuk kembali ke dalam mobil tugas mereka dan meninggalkan Owner yang masih mempertahankan raut wajahnya
__ADS_1
"Untuk kali ini aku akan memanfaatkan ketenaran Graham. Jika tidak, maka habis sudah" ucap Owner dan kembali berlari masuk ke dalam
Menaiki anak tangga satu per satu hingga sampai di depan pintu besi dengan 4 orang pria berbadan besar menggunakan pakaian serba hitam dengan wajah yang ditutup masker hitam dan topi yang juga ada di kepala mereka
"Tuan Muda" ucap mereka bersama bersamaan sembari membungkuk kan badan mereka memberi hormat
Owner dengan nafas yang belum beraturan hanya bisa menopang tubuhnya dengan kedua tangan yang bertumpu di kedua lututnya
"Kenapa kalian tidak menahan Tuan Muda kalian di dalam sana hah?" bentaknya setelah merasa nafasnya kembali normal
"Maafkan kami Tuan Muda, tapi kami hanya mengikuti intruksi dari Tuan Muda Rizky untuk berjaga di sini dan masuk ke dalam jika dipanggil" jawab salah satu dari mereka yang sama sekali tidak dikenal oleh Owner
Tak mau berdebat, Er memutuskan untuk masuk ke dalam. Membuka pintu itu dengan perlahan guna tidak menimbulkan suara agar dia bisa melihat apa yang dibuat oleh Kakak sulungnya itu
Terlihat jelas 2 orang pria muda yang memiliki tubuh cukup tinggi. Owner hanya berdiri tanpa membuka mulut untuk menegur, dia hanya akan memantau selagi semuanya dalam keadaan normal
("Aku harus tau apa yang sebenarnya terjadi") batin Er yang masih bertahan di posisinya
"Kau sudah kelewat batas Nona Bao. Jawab dengan jujur, apa kau sadar akan kesalahanmu?"
Plakkk
Owner dan juga Thio menatap tak percaya ke arah Rizky. Suara tamparan itu terdengar begitu jelas memenuhi ruangan tempat mereka berada. Thio meneguk salivanya dengan susah payah. Setelah bertahun-tahun lamanya, dia kembali melihat sisi jahat Kakak tertua sahabatnya itu
"Berani sekali kau berteriak di hadapanku ******. Aku hanya membutuhkan jawabanmu saja" bentak Rizky kembali
Kini bisa dilihat dengan jelas, bulir air mata sudah membasahi pipi gadis itu. Dia adalah Puteri Bungsu dari Keluarga Bao, Bao Chen. Rizky memang menyuruh anak buahnya untuk membawa gadis itu ke tempat ini tanpa sepengetahuan Thio.
"A-aku bahkan ti-tidak tau apa kesalahan ku sampai kau harus berbuat seperti ini" lirih gadis itu yang masih mengeluarkan air matanya
Suara helaan nafas terdengar dari seorang Rizky, kepala nya juga ikut tertunduk sebentar. Owner bisa menebak bahwa kakak nya itu sedang menahan amarahnya yang sudah sangat menggebu-gebu
"Saya akan memberikan mu waktu untuk mengingatnya Nona" ucap Rizky yang lebih terdengar seperti bisikan
__ADS_1
Rizky berbalik dan menatap adik bungsunya dengan tatapan yang sangat sulit dijelaskan. Begitu pun dengan Owner yang menatapnya dengan tatapan dingin. Thio yang menyadari tatapan Tuan Muda Sulung nya itu ikut berbalik dan terkejut melihat kehadiran Tuan Muda Bungsu sekaligus sahabatnya itu
Bukannya menghampiri adik nya Owner, Rizky justru berjalan menjauh ke arah jendela besar yang sudah tidak memiliki kaca. Menatap ke luar menghiraukan langkah kaki yang semakin mendekat ke arahnya
Rizky tau maksud dari kedatangan adiknya itu ke tempat ini. Tempat terlarang, itu merupakan nama yang biasa disebutkan oleh Rizky, Owner dan juga Thio
"Sudah cukup bermain tebak-tebakan nya kak. Aku membutuhkan jawaban untuk ini semua" ucap Owner terdengar begitu tenang tapi tidak dengan Rizky dan Thio yang sudah tau Owner bagaimana
"Tidak ada"
Bughhh
Owner lepas kendali. Dia sudah tidak bisa menerima semua sifat kakaknya itu. Thio yang mendengar suara kegaduhan berlari bermaksud melerai. Namun langkahnya yang tersisa 6 langkah itu berhenti ketika Rizky sudah menatapnya dengan tajam
"Jangan menatap sahabatku seperti itu Kak" geram Owner dengan dada yang sudah naik turun
"Pergi" ucap Rizky yang mengalihkan pandangannya ke luar
"Aku butuh jawaban. SEKARANG" jawab Owner dengan kalimat terakhir yang sengaja dia tekankan
"Tidak ada yang perlu aku jawab Er. Pergi dari sini"
"INI SUDAH CUKUP KAK. KAU MEMBUAT KAKAK IPARKU MENANGIS DI RUMAH SEDANGKAN KAU DISINI MELAMPIASKAN AMARAHMU DENGAN TIDAK MANUSIAWI. KAU TIDAK MEMIKIRKAN BUNDA, AYAH BAHKAN KAKAK IPAR YANG SUDAH MENJADI ISTRIMU. KATAKAN PADAKU, APA MAUMU HAH?" teriak Owner melepas sesak di dadanya
Mendengar semua penuturan yang dikeluarkan oleh adik bungsunya itu. Rizky kembali menatap adiknya dengan tatapan tidak bersahabat. Dia berjalan mendekat dan hal itu membuat Thio hampir mundur karena ketakutan namun dia tidak melakukannya
"Kau jangan berbicara lagi atau akan ku habisi kau, Er" suruh Rizky yang semakin mempertipis jarak antara mereka
"Kenapa hah? Rizky yang saat ini ada di hadapan ku tidak lebih dari seorang PENGECUT. Kau lelaki bajingan yang hanya bisa membuat seorang wanita menangis. Apa kurangnya Amanda? Dia menerima semua kekacauan, sifat dan bahkan semuanya. Kau tidak tau apa yang dia rasakan saat ini. Bukannya berada di sampingnya, kau justru tidak kembali ke rumah berhari-hari
Dan aku yakin, kau bahkan tidak tau bahwa teror untuknya kembali datang. Dan itu lebih dari teror-teror sebelumnya kak. Kau bajingan sialan. Kakak ku menerima semuanya dan kau bahkan yang sudah menjadi Suaminya tidak mempedulikannya. Sekarang satu hal yang aku tau kak, KAU BELUM MENCINTAI AMANDA. BENARKAN?" jelas Owner yang sudah menangis entah sejak kapan
"Kau bilang apa tadi? Dia kembali di teror? Kau becanda Owner. Orang suruhan ku sudah mengawasi segalanya. Menjaga Amanda dengan baik" ucap Rizky yang sudah memasang raut khawatirnya
__ADS_1
Owner tidak menjawab, dia hanya memalingkan wajahnya. Menghapus jejak airmatanya dan mengatur amarahnya yang masih memuncak. Hari ini dia bertengkar hebat dengan Kakak Sulungnya. Kakak yang selalu menjadi panutan dalam kesuksesan dan hidupnya
🌻🌻🌻