
Amanda masuk ke kamar pribadinya, berharap Rizky sudah berada di ruangan itu. Namun, hasilnya nihil. Amanda tak menemukan siapapun disana selain dirinya sendiri
Duduk di atas kasur dan langsung menghela nafas panjang. Tak begitu lama, dia langsung beranjak dari tempatnya dab mengambil ikat rambut untuk mengucir rambut panjangnya itu
"Baiklah Amanda, kau pasti bisa membujuk suami mu sendiri" ucap Amanda meyakinkan dirinya sendiri
Kembali dia melangkahkan kakinya keluar dari Kamar tidurnya lalu langsung menutup kembali pintu itu. Melihat kanan, kiri dan depan. Ada banyak sekali kamar di Rumah ini. Dan sebagian sudah digunakan oleh Rizky menjadi Ruang Kerja untuknya dan juga anggota keluarga lainnya
"Mencari sesuatu?"
Suara itu membuat Amanda sedikit terkejut dan langsung menoleh. Senyumnya kembali terbit dan langsung menghadap ke arah Bryant
"Ayah tau dimana keberadaan Rizky?" tanya Amanda dengan wajah yang sangat menggemaskan
Bryant terkekeh dan mencubit pipi Menantu tertuanya itu.
"Dia ada di ruangan itu" jawab Bryant sembari menunjuk salah satu ruangan yang ada di seberang sana
Amanda menatap arah yang ditunjuk Ayahnya dan langsung menganggukkan kepalanya mengerti
"Terimakasih Ayah. Kalau begitu, Amanda harus pergi ke sana terlebih dahulu" ucap Amanda tersenyum
"Kau ingin membujuk Rizky? Atau hanya sekedar meminta maaf karena sudah marah kepadanya?" tanya Bryant menggoda Amanda
"Amanda juga tidak tau pasti Ayah. Tapi jika Amanda bisa melakukan keduanya maka itu akan lebih bagus lagi. Benarkan Ayah?" jawab Amanda dengan senyum yang sudah semakin mengembang
"Terserah kau saja. Semua Ayah serahkan padamu. Ayo pergilah"
Amanda pun berbalik dan langsung melanjutkan langkahnya menuju ruangan yang tadi diberitahu oleh Ayah Mertuanya itu
Tak butuh lama untuk sampai ke ruangan itu.
"Ayolah Amanda, kenapa kau jadi takut seperti ini. Dia tidak akan memarahi dirimu. Cukup gunakan kata-kata manis saja dan bujuk dia lebih keras lagi. Kau pasti bisa" bisik Amanda lebih meyakinkan dirinya sendiri
Tokkk Tokkk Tokkk
Amanda kembali menghembuskan nafasnya panjang setelah ketukan itu berhasil dibuat olehnya. Dia memejamkan matanya sebentar sebelum suara itu berhasil membuatnya kembali membuka mata
"Kenapa masih berkeliaran di jam seperti ini?" tanya Rizky yang sudah berdiri di hadapan Amanda
Amanda memajukan sedikit bibir merah muda alami nya itu. Menundukkan kepalanya sedikit
"Masuklah" suruh Rizky yang sudah menepikan badannya
Amanda kembali mengangkat kepalanya dan berjalan masuk. Lalu berbalik menunggu pria tampan itu masuk terlebih dahulu
Rizky menghela nafasnya dan melewati Amanda lalu duduk di kursi kerjanya.
__ADS_1
"Ada apa denganmu? Kenapa sikapmu sangat aneh?" tanya Rizky yang sudah menyandarkan badannya ke kursi kerjanya
Amanda menggelengkan kepalanya sebagai jawaban
"Amanda, kau memiliki mulut dan pita suara yang masih utuh. Bersuara lah untuk menjawab. Duduk dimana pun kau mau" omel Rizky yang sudah hampir kesal
Amanda berjalan mendekat ke arah Rizky. Dia menatap Rizky yang sudah memasang wajah bingung dengan alis tebalnya yang sudah terangkat sebelah
"Aku mau duduk disini saja. Bolehkan?" tanya Amanda dengan suara yang sedikit pelan
Rizky diam tak menjawab dan melihat Amanda yang sudah duduk di atas meja kerjanya itu
"Aku mau minta maaf padamu. Aku tau sikap ku dan juga cara berbicaraku padamu sangat... tidak sopan" ucap Amanda dengan suara yang pelan di akhir kalimat
Rizky berdehem dan mengalihkan matanya tak ingin menatap Amanda yang sudah memasang wajah seperti bocah kecil yang tak diberi mainan
"Ayolah... aku benar-benar ingin meminta maaf. Kau tidak mau memaafkan ku? Kau masih marah?" rengek Amanda sembari memainkan jari-jari Rizky
Rizky menatap wajah Amanda yang sangat menggemaskan
("Berhenti memasang wajah seperti itu Amanda. Aku ingin menggigit mu sekarang juga") batin Rizky menahan rasa geram nya kepada wanit yang ada di hadapannya itu
"Kenapa meminta maaf? Kesalahan apa memangnya yang sudah kau perbuat?" tanya Rizky pura-pura tidak mengetahui apapun
"A-aku... aku sudah menatap mu seperti musuh. Aku sudah berbicara sedikit keras dan melarangmu untuk tidur di kamar yang sama denganku" jawab Amanda sedikit kaku
"Amanda... apakah segalanya harus kau pikirkan?"
"Maksud ku adalah... apa semua yang terjadi harus kau pikirkan begitu saja dan harus kau selesaikan sampai tuntas?" tanya Rizky dengan lebih jelas
Amanda kembali menghela nafas panjang dan menundukkan kepalanya tak tau harus menjawab apa atas pertanyaan yang diajukan oleh Rizky
"Lihat aku" suruh Rizky yang sudah menggenggam tangan Amanda
Amanda menurut dan langsung bertemu dengan manik mata Rizky
"Dengarkan aku Nona Amanda Graham. Ini perintah dan harus kau jalankan. Ini yang terakhir Amanda. Kau mengerti?" tanya Rizky menatap Amanda dengan serius
Amanda hanya bisa diam menunggu kelanjutan kalimat yang hendak dikatakan oleh Rizky
"Kau ini sudah menyandang status sebagai Menantu tertua dan Putri dari Keluarga Graham. Tidak semua masalah dan kejadian yang terjadi di sekitarmu harus kau selesaikan dan kau cari tau penyebab dari segalanya.
Kau memiliki adik bungsu bernama Er. Dia sudah mempelajari segalanya. Dia memiliki bawahan yang sangat sangat sangat berguna dan mampu menyelesaikan segalanya.
Kau juga memiliki adik kedua dan adik angkat bernama Alan dan juga Thio. Mereka itu sangat ahli dalam seni bela diri. Mereka berdua mampu menjaga dan melawan siapapun dan masalah apapun yang menghampiri dirimu atau pun keluarga kita
Dan kau memiliki suami yang bernama Rizky. Yang hanya kau saja yang bisa menilaiku seperti apa. Tapi satu hal yang harus kau tau Amanda, walau pun aku bersikap seperti tak peduli tapi jika itu menyangkut soal keamanan mu dan juga keluarga kita maka jangan meragukanku" jelas Rizky begitu panjang
__ADS_1
"Amanda... tugasmu hanya bersantai duduk tenang di Rumah ini. Kau pergi kemana saja maka katakan pada kami bertiga dan juga Thio maka semuanya beres. Jangan melakukan hal yang tidak perlu kau lakukan. Kami terluka, itu hal yang biasa Amanda. Jadi kau tidak perlu se-khawatir dan setakut ini. Kau mengerti?" lanjut Rizky semakin menatap Amanda
"Maaf" lirih Amanda yang sudah menundukkan kembali kepalanya
"Jangan menunduk Amanda. Aku tidak menyukainya" ucap Rizky menaikkan dagu Amanda
"Jadi... apakah kau terluka? Alan mengatakan bahwa kau juga dipukul oleh orang itu. Biar aku lihat dan obati sebentar. Aku mohon" bujuk Amanda menatap Rizky
Rizky menghela nafas panjang dan berpasrah. Dia berbalik dan membuka kaus putihnya
"Tunggu sebentar. Aku akan mengambil kotak obat" ucap Amanda yang sudah loncat turun dari meja
"Tidak perlu keluar. Di lemari tepat di belakangmu sudah aku sediakan kotak obat" jawab Rizky
Amanda melangkahkan kakinya menuju lemari yang dimaksud oleh Rizky. Langsung mengambil kotak obat tersebut dan berlari kecil lalu kembali naik ke atas meja
"Kenapa tidak diobati langsung? Lihat, punggungmu sudah merah begini. Apa sakit?" omel Amanda yang sudah merasa kesakitan
"Kenapa aku mendengar kau yang kesakitan padahal aku yang kau obati Amanda?" tanya Rizky sedikit terkekeh
"Kau ini, aku bertanya dengan serius kau malah tertawa seperti itu. Kau memang luar biasa Tuan Rizky" ucap Amanda kembali mengomel
"Amanda" panggil Rizky lembut
"Hmmm" jawab Amanda hanya dengan deheman
"Hanya padaku saja kau bisa memberikan reaksi seperti ini tidak kepada orang lain"
"Kepada Ayah dan ketiga adikmu juga tidak bisa?"
"Bisa tapi secukupnya saja"
"Aisshhh Tuan Muda, kenapa aku mencium bau-bau cemburu disini? Kau cemburu pada keluargamu sendiri" goda Amanda memberhentikan kegiatannya yang mengobati punggung badan suaminya itu
Rizky berbalik dan langsung memeluk pinggang Amanda
"Kau baru tau bahwa aku adalah orang yang mudah cemburu? Bagus kalau begitu. Artinya kau harus menjaga jarak dengan beberapa pria jika tidak ingin mendapatkan hukuman"
"Baiklah baiklah Tuan Muda. Aku akan melakukan sesuai perintahmu" jawab Amanda dengan senyumnya
"Kita sudah berbaikan?" tanya Amanda ragu
"Siapa yang mengatakan kita sedang bertengkar? Ini sudah larut. Pergilah ke kamar dan istirahatlah. Aku akan menyusul setelah menyelesaikan beberapa berkas ini" suruh Rizky yang berdiri dan menggendong Amanda untuk turun dari meja
"Good Night. Jangan lupa untuk berdoa yah" ucap Rizky memeluk Amanda
Amanda menghirup aroma tubuh Rizky dengan matanya yang sudah terpejam
__ADS_1
Rizky mencium puncak kepala Amanda cukup lama dan melepaskan pelukannya. Amanda tersenyum dan langsung berjalan hendak keluar dari ruangan itu
🌻🌻🌻