
Amanda membuka matanya dan langsung duduk di atas kasurnya. Dia menoleh ke samping dan mendapati Rizky yang masih terlelap.
Dia langsung bangkit dan membuka gorden kamar. Dia berpikir bahwa kamarnya saat ini tidak sama dengan kamar yang ada di Rumah Besar
"Biarkan saja Manda. Itu akan terbuka secara otomatis seperti biasa. Belum waktunya untuk bangun kenapa kau sudah bangun di jam sekarang?" ucap Rizky dengan suara seraknya
Hanya suara namun tidak dengan mata yang masih terpejam. Rizky mengubah posisi tidurnya membelakangi cahaya matahari yang menembus kaca besarnya
Amanda hanya diam tak menjawab. Raut wajahnya juga sudah berubah. Rizky yang tak mendengar suara apapun terpaksa harus melihat ke arah Amanda lagi
Namun hasilnya nihil, Amanda sudah tidak ada di sana
Dia bangkit dari tidurnya dan segera duduk di atas kasurnya
"Amanda" panggil Rizky sedikit berteriak
Menunggu beberapa saat dan masih sama. Tak ada jawaban atau suara apapun. Rizky berdiri dan berjalan menyusuri kamar tidurnya
Membuka kamar mandi dan tidak ada apapun disana. Membuka ruang fashion pun hasilnya tetap sama. Dia menautkan kedua alis hitamnya bingung kemana perginya istrinya itu
Rizky sedikit cepat berjalan dan membuka pintu kamar untuk mencari keberadaan Amanda. Dia berpapasan dengan Zaen
"Pagi Kak" sapa Zaen dengan senyumnya
"Pagi. Apa kau melihat Amanda?"
Zaen sedikit memundurkan kepalanya dan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
Rizky menghela nafasnya pelan dan memijit pangkal hidungnya. Dia sedikit merasakan sakit di kepalanya.
"Kau segeralah bersiaplah agar nanti supir yang akan mengantarkanmu ke sekolah" ucap Rizky sambil mengusap kepala Zaen
"Kak, aku akan membantu untuk mencari kak Amanda jika kakak butuh bantuan"
"Tidak perlu. Turunlah dan segera sarapan"
Zaen langsung mematuhi perkataan dari Rizky. Dia memilih untuk menuruni anak tangga untuk sampai di bawah
Namun ternyata sesampainya di bawah dia sudah melihat Rizky yang sudah menarik Amanda untuk kembali masuk ke dalam lift
"Ada apa sebenarnya dengan mereka?" tanya Zaen pelan
🌻🌻🌻
Rizky mengunci pintu kamar dan segera menyusul Amanda yang masih setia diam. Dia berdiri di hadapan Amanda yang sedang duduk di pinggir kasur
"Ada apa?" tanya Rizky singkat
Amanda hanya menatap Rizky singkat setelah itu dia memalingkan wajahnya
__ADS_1
Rizky menautkan kedua alisnya bingung
"Aku bertanya Amanda" ucap Rizky lagi
"Tidak ada" jawab Amanda yang juga singkat
"Kau tidak pandai berbohong"
Rizky jongkok di hadapan Amanda sambil memegang kedua lutut Amanda. Pandangan Rizky masih sama yaitu hanya ada kehangatan semata
"Kau yakin akan mendengarnya?" tanya Amanda menatap Rizky dengan kesal
Rizky hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban
"Aku benar-benar tidak mengerti caramu berpikir. Kenapa kau harus membangun dan memberikan rumah sebesar ini padaku? Dan kenapa juga kau harus memperkerjakan banyak pelayan disini? Kita hanya tinggal bertiga Tuan Rizky Arkansas Graham. Kau cukup membangun rumah sederhana dan sedikit pelayan saja. Tapi kau? Ahk sudahlah kau sudah membuat pagiku hancur" ucap Amanda dengan nada kesal
Rizky mengubah posisinya menjadi duduk di atas karpet berwarna hitam itu sambil terkekeh
"Sudah semua kau katakan?" tanya Rizky
"Diamlah. Aku tidak ingin berbicara padamu lagi" ucap Amanda yang masih setia menatap ke arah jendela
Rizky tersenyum lebar. Entahlah dia juga tidak mengerti apa alasan dari senyumnya. Hanya saja dia merasa bahwa Amanda sangat menggemaskan ketika mengomel seperti tadi
Amanda melirik Rizky dan melotot
Rizky semakin gemas dan akhirnya di mencium pipi Amanda dengan cepat dan kembali duduk di bawah
Amanda membulatkan matanya karena Rizky yang seenak jidatnya mencium Amanda di saat situasi seperti ini.
"Kau memang sudah... "
Drttt Drttt Drttt
Kalimat Amanda terpotong karena mendengar getaran ponsel diatas nakas. Dia menatap tajam ke arah Rizky dan menggeser tombol hijau di ponselnya
"Iya Zaen?" tanya Amanda ketika ponsel itu sudah terhubung
"..."
"Oh baiklah kalau begitu. Katakan pada Paman supir untuk pelan-pelan saja dalam membawa mobil" jawab Amanda
"..."
"Iya Sayang. Semangat belajar yah"
Panggilan sudah terputus dan dia masih menatap Rizky yang masih menatapnya dengan memberikan senyumnya itu
Amanda hendak beranjak dari situ namun dia justru di tarik dan berakhir lah dia duduk di karpet yang sama di depan Rizky
__ADS_1
"Maka dengarkan aku sekarang" ucap Rizky
Rizky memegang kedua tangan Amanda dengan erat dan mengelus nya
"Aku memikirkan keluarga kita ke depannya. Ke depannya pasti tidak hanya aku, kau dan juga Zaen saja yang akan tinggal di rumah ini. Pasti akan ada Tuan Graham Junior dan juga Nona Graham Junior. Aku membuat rumah sebesar ini dan halaman yang luas hanya untuk membuat mereka senang nantinya dalam bermain. Dan juga pelayan, aku tidak ingin kau ataupun Zaen atau pun Bunda merasa repot mengurus segalanya. Kau sudah mengerti sekarang Nona Amanda?"
Amanda terdiam dan menatap manik mata milik Rizky suaminya itu. Hanya ada kehangatan dan kelembutan yang terpancar disana
Amanda semakin mendekat dan meletakkan kepalanya di dada bidang milik Rizky. Rizky hanya tersenyum dan mengelus rambut panjang milik Amanda
"Maaf karena sudah mengomelimu sepagi ini" ucap Amanda pelan
"Tidak masalah. Kalau perlu setiap hari lah seperti ini. Aku justru menyukainya"
Amanda terkekeh dan memukul dada bidang Rizky pelan. Dia memejamkan matanya sebentar dan kedua tangan mungilnya sudah berpindah tempat. Dia memeluk pinggang Rizky erat
"Kau tidak bekerja?" bisik Amanda
"Tidak. Hari ini Ayah dan juga Bunda ingin mengajak kita piknik bersama" jawab Rizky
Amanda membuka matanya dan menengadah ke atas menatap Rizky. Rizky menunduk dan mengecup singkat bibir Amanda
"Benarkah? Siapa saja yang akan pergi?" tanya Amanda antusias setelah kecupan singkat itu
"Semuanya kecuali Alan. Alan harus pergi sebentar ke luar kota untuk menyelesaikan beberapa tugas yang diberikan oleh Ayah"
Amanda hanya ber-Oh ria dan kembali meletakkan kepalanya di dada bidang Rizky
"Apa kita akan seperti ini terus?" tanya Rizky yang sudah mencubit pipi Amanda dengan pelan
"Kau lapar?" tanya Amanda yang sudah melepas pelukannya
Rizky menganggukkan kepalanya
"Kalau begitu mandi dan segeralah turun" suruh Amanda
Rizky berdiri dan memberikan tangannya untuk membantu Amanda ikut berdiri. Amanda menerima uluran tangan Rizky untuk berdiri
Setelah berdiri dengan sempurna, Rizky menggenggam tangan Amanda dan menariknya keluar kamar
"Nanti saja mandinya setelah sarapan" ucap Rizky
Amanda hanya diam dan mengikuti langkah Rizky yang memilih untuk menuruni anak tangga daripada harus menaiki lift
"Kapan Ayah Bunda dan juga Er tiba?" tanya Amanda yang masih sibuk menuruni anak tangga
"Jam 9 nanti" jawab Rizky menatap Amanda
🌻🌻🌻
__ADS_1