CEO My Husband

CEO My Husband
HUKUMAN(1)


__ADS_3

Amanda sudah bersiap dan menunggu di ruang tamu keluarganya. Membuka ponselnya dan mulai mencari kesenangan sendiri sembari menunggu jemputannya


"Apa-apaan Tuan Muda itu, dia mengatakan bahwa aku sudah harus ada di ruangannya tepat pukul 9. Tapi asistennya Ehk ralat maksudku supir pribadinya saja sampai sekarang belum datang" Amanda mengomel sambil melihat jam yang ada di tangan kanannya


Jam sudah menunjukkan pukul 08.15 dan Alan sama sekali belum datang. Sedangkan jarak dari rumah keluarga Arafah ke Graham Long's sangatlah jauh.


Amanda mulai khawatir dan dia akhirnya berjalan menuju ke depan rumahnya. Menatap ke arah gerbang utama rumah dan benar saja. Mobil mewah itu baru memasuki pekarangan rumah


Alan memberhentikan mobil tepat di depan Amanda. Dia turun dan menundukkan kepala. Amanda langsung masuk tak menghiraukan Alan karena rasa kesalnya


"Apa kau sengaja menjemputku jam segini Alan? Kau tau sendiri bahwa Tuan Muda mu sangat tidak menyukai yang namanya terlambat. Kau membuat pagiku hancur" Amanda mengomel lagi dan Alan? Alan menahan senyumnya agar tidak terlihat


Alan langsung melakukan mobilnya meninggalkan rumah keluarga Arafah


Dan benar saja, jalanan sangat macet. Amanda semakin tidak tenang karena memang sejarahnya seorang Amanda Arafah juga tidak pernah terlambat jika sudah ingin bertemu dengan seseorang


"Oh ya ampun Alan. Kau benar-benar membuatku emosi. Aku akan turun dan berlari saja sampai ke kantor Tuan Muda mu itu" Amanda mengatakannya sambil menahan amarahnya


"Tapi Nona Muda, jika Tuan tau Nona berlari saya akan dimarahi olehnya. Nona mohon bersabarlah sedikit" bantah Alan

__ADS_1


Amanda tak mempedulikan perkataan Alan. Dia membuka pintu dan keluar begitu saja. Alan langsung saja panik tapi tidak mungkin dia meninggalkan mobil kesayangan Tuan Mudanya ini begitu saja di tengah kemacetan seperti ini


Amanda terus berlari melewati semua kendaraan yang sedari tadi tidak bergerak sama sekali. Entah apa yang membuat jalanan begitu macet


"Kenapa di jam segini jalanan ini sudah begitu macet? Apa mereka tidak ada kerjaan lain selain membuat macet jalanan ini? Oh astaga aku sudah hampir kehilangan nafasku berlari dan melewati semua ini" omelnya lagi sambil terus berlari


Amanda terus menyusuri jalanan yang penuh dengan segala jenis kendaraan. Hingga tiba-tiba dia terjatuh


"Awww" Amanda kesakitan karena lututnya sudah berdarah dan sikunya juga tergores


Dia berusaha berdiri namun sangat sulit. Hingga sebuah tangan ada di depannya


Amanda awalnya menolak uluran tangan tersebut namun mendengar ucapan dari orang tersebut Amanda akhirnya menerimanya


Orang itu membantu Amanda berdiri dan masuk ke dalam mobil nya. Melajukannya dengan kecepatan normal


"Di belakang ada kotak P3K ambil dan bersihkan lukamu Amanda. Jangan sampai lukamu itu infeksi" tawar pria itu dan Amanda langsung melakukannya


Pelan-pelan Amanda membersihkan segala lukanya dan menutupnya dengan plester. Amanda mengembalikan kotak itu dan memandang orang yang saat ini sedang fokus menyetir

__ADS_1


"Terimakasih karena sudah menolongku dan mengantar ku" kata Amanda yang masih terus memandang orang itu


"Aku kebetulan melihatmu dan langsung memberhentikan mobil ini" jawab pria itu dan memberhentikan mobilnya tepat di gerbang Graham Long's


Amanda turun setelah mengucapkan Terimakasih lagi kepada pria yang sudah membantunya tadi. Berjalan masuk dan berdiri di meja resepsionis


"Hallo Nona apakah ada yang bisa saya bantu?" tawar resepsionis tersebut


"Aku ingin bertemu dengan Tuan Muda Rizky. Saya Amanda Arafah" jawab Amanda dengan sibuk merapikan rambutnya


"Oh baiklah Nona bisa menuju ke ruangan Tuan Muda melalui Lift pribadi yang berada di sana" jawab Resepsionis tersebut


Amanda langsung berjalan menuju lift pribadi yang langsung menuju ke ruangan Rizky. Di dalam lift Amanda melihat jam tangannya


"Aku sudah pasrah jika dia harus memberikan ku hukuman. Aku bahkan sudah terlambat 10 menit" Amanda mengatakannya pelan


Lift terbuka dan Amanda keluar dan langsung menuju ke ruangan Rizky. Amanda mengetok pintu namun tak ada jawaban


Amanda memutuskan untuk masuk saja tanpa izin dari pemilik ruangan tersebut. Dia langsung duduk di sofa dan langsung menghembuskan nafasnya pelan

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2