CEO My Husband

CEO My Husband
OWNER GRAHAM & ALEX ARAFAH (2)


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 waktu setempat. Tuan Muda Owner yang baru saja membuka kedua kelopak matanya. Menatap sekeliling lalu memijat pangkal hidung nya


Sudah hampir kurang lebih 5 menit dia tetap pada posisinya. Memutuskan untuk duduk dan menghela nafas panjang sebelum melangkahkan kaki keluar dari ruangan serba putih itu


"Kemana dia?" bisiknya setelah menatap sekitar yang sama sekali tidak memperlihatkan adanya orang lain selain dirinya


"Kau sudah bangun ternyata"


Suara itu berhasil membuat Owner menatap ke arah pintu. Mendapatkan sosok pria tinggi dengan jas kebesaran nya dan kacamata yang menghiasi wajah tampan miliknya.


Dia adalah Andi. Yah, dia Andi sahabat nya yang sudah lama tidak dia lihat. Salah, bukan itu lebih tepatnya. Owner sudah lama tidak berkunjung dan tidak mengobrol dengan sahabat baiknya itu


"Dokter Ling Ling sedang ada operasi. Dia menyuruh ku untuk menemui mu di ruangan istirahat miliknya dan bertemu dengan mu. Bagaimana? Tidur mu cukup, Tuan Muda?"


"Aku sudah mengatur alarm ku. Kenapa tidak terdengar sama sekali" bukannya menjawab, Owner justru menanyakan hal lain


Andy menekuk kedua alisnya bingung. Dia bahkan tidak tau hal lain selain pembicaraannya dengan gadis cantik itu


"Entah lah aku tidak tau apapun. Kau ingin kopi?" ucap Andy yang sudah berdiri di hadapan pria tampan itu


"Aku akan pergi. Katakan pada Ling Ling aku akan menemuinya ke mari setelah pekerjaan ku selesai"


Ucapan itu membuat lawan bicaranya diam tak menjawab. Andy hanya mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban. Menatap punggung tegap yang terpahat sempurna itu


Langkah kaki Er berhasil mencuri perhatian semua manusia yang ada di sekitarnya. Oh ayolah jangan lupakan bahwa saat ini dia masih dengan wajah dingin nya berjalan santai dengan tangan kanan yang dia masukkan ke dalam saku celana nya


"Selesaikan dengan cepat, Er" bisiknya pada dirinya sendiri dan keluar dari Rumah Sakit berjalan menuju parkiran


🌻🌻🌻


"Selamat pagi Tuan Muda" sapa dua orang satpam yang berjaga di depan pintu masuk Perusahaan Graham


Yah, Owner sudah sampai di tempat tujuan awal nya. Melemparkan senyum kecilnya niat membalas sapaan dari satpam yang sudah membukakan pintu mobil dan menunduk hormat padanya ketika dirinya keluar dari mobil

__ADS_1


"Apa Tuan Besar sudah datang?" tanya nya sambil merapikan penampilan casual yang dia kenakan


"Maaf Tuan Muda, Tuan Besar baru saja pergi akan mengahdiri rapat di luar Kantor bersama dengan Tuan Muda Rizky"


Er mengangguk kan kepalanya lalu melanjutkan langkah nya memasuki Perusahaan besar nan ramai itu. Langkah nya berhenti tepat di meja Resepsionis dan menatap intens wanita yang berdiri sembari dengan senyum hormat nya


"Kau-- dari mana asalmu?"


Wanita itu seketika hampir saja menghilangkan senyuman nya. Panik? Tentu saja. Namun sebisa mungkin dia menutupi nya


"Maaf Tuan Muda, saya dari London. Sudah bekerja disini selama kurang lebih 3 bulan" jawab wanita itu yang sudah menundukkan kepalanya


"Kau belum memperkenalkan dirimu dengan baik. Walaupun bekerja di Perusahaan Ayah, tapi saya masih lah atasan mu" lanjut Er yang sudah menaikkan sebelah alisnya


"Maafkan saya Tuan Muda. Saya memang berniat menemui Anda di ruangan milik Anda namun Tuan Muda selalu keluar perusahaan menyelesaikan masalah. Jadi, nama saya Anggrek lulusan University of London"


Owner diam namun mata hitam elang miliknya masih menatap dengan serius wajah wanita yang menjadi lawan bicaranya itu. Namun tak lama dia kembali mengeluarkan suaranya


"Jika Thio sudah datang, suruh dia ke ruangan saya"


"Hufff, kenapa Er terlihat semakin menyeramkan? Bahkan menatap matanya 1 menit saja sudah membuat ku merinding. Jangan sampai dia menyadari identitas asliku" ucapnya pelan dan kembali duduk di kursi miliknya


🌻🌻🌻


"Wanita tadi seperti tidak asing. Apa aku pernah bertemu dengan nya?" lirih Er yang sudah masuk ke dalam ruangan nya dan menduduki kursi kebesaran miliknya


"Tuan Muda, orang yang Anda tunggu sudah di lobi"


Owner menatap seseorang yang sudah masuk ke ruangan milik nya. Ingin marah namun ternyata itu adalah sahabat sekaligus tangan kanannya


"Pergi dan sambut dia dengan baik. Sediakan minuman hangat dan makanan ringan yang enak. Suruh dia masuk tanpa memberitahu apa pun" jawab Er yang sudah berdiri dan menatap ke luar ruangan dari jendela kaca besar


"Saya permisi Tuan Muda" jawab pria yang tak lain adalah Thio sendiri

__ADS_1


"Kau menemui ajal mu dengan cepat, Tuan Alex" ucap Er yang sudah mengeluarkan smirk andalannya


Menunggu dengan bertahan diatas kakinya. Masih dengan berdiri menatap ke luar menanti kedatangan dari tamu istimewa nya. Er, bahkan tangannya sudah sangat gatal untuk menghabisi tamu nya ini


"Selamat pagi Tuan Muda. Kau mengundang ku ke ruangan mu secara mendadak begini. Apa hal yang ingin kau bicarakan ini begitu penting?"


Owner memejamkan matanya menahan amarah yang sudah semakin memuncak. Dimana kah letak otak pria terhormat ini? Kenapa mendadak dia sangat tidak sopan seperti ini?


Er berbalik dan menatap tajam ke arah pria paruh baya yang sudah duduk di sofa yang ada di ruangan itu dengan kaki yang juga sudah sangat... membuat Er muak


"Bagaimana kabarmu, Paman?" tanya Owner yang sudah ikut duduk di hadapan Alex Arafah itu


"Seperti yang bisa kau lihat. Aku baik-baik saja. Bahkan perusahaan juga sedang mendapatkan banyak kerjasama baru" jawab Alex yang sudah menyandarkan punggung nya ke sandaran sofa


Owner mengangguk kan kepalanya dan sudah mengubah posisi duduknya. Dia memajukan badannya dengan mata elang yang masih senantiasa mengarah ke depan


"Kau tidak menanyakan kabar Putri mu? Sudah tidak ingat dengan Putri sendiri?"


Pertanyaan yang baru saja diucapkan oleh Er berhasil membuat nafas seorang Alex berhenti sejenak. Mata mereka bertemu dengan manik mata Er yang semakin menajam


"Kau membuat ku menahan nya dengan batas yang sudah habis, Tuan Alex. Kau tidak mendengarkan ucapan Kakak Tertua ku. Maka jalan lain adalah..." lirih Er yang sudah berdiri dari tempatnya dan berjalan mendekat


"Aku yang akan mengatakan nya langsung padamu" lanjut pria itu yang langsung menarik jas yang dikenakan oleh pria paruh baya itu


"Kau sangat membosankan, apa kau tau hah? Kau... ayah yang sangat sangat buruk" ucap Er pelan


"BERANI SEKALI KAU MEMBUAT MENANTU SEKALIGUS KAKAK IPAR KAMI MENANGIS HAH? APA KAU PIKIR KAU SUDAH SEHEBAT ITU? SEMUA PROYEK YANG SEDANG KAU KERJAKAN SEKARANG PUN BISA AKU GAGAL KAN SEKARANG JUGA. KAU MENGINGINKAN NYA HAH?" bentak Er yang sudah tidak bisa menahan semuanya


Bughh


Pukulan manis terlepas sudah. Thio segera masuk dan menahan tubuh Tuan Muda nya guna menahan hal yang sangat sudah dia tau apa yang akan terjadi selanjutnya


"Kau brengsek, sialan. Kau ayah yang sangat tidak berguna kau tau? Harusnya kalian beruntung memiliki puteri seperti Kakak Iparku. Cuih, bahkan aku sangat jijik menyebutnya dengan sebutan 'Paman'"

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2