
Semua acara sudah selesai dilangsungkan dengan lancar. Owner dan juga Thio sudah ikut tinggal di Rumah Besar.
Bisa dilihat jelas Tuan Muda Rizky selalu menampilkan senyumnya setiap orang-orang yang bekerja di rumah itu menyapanya. Karena biasanya dia hanya menganggukkan kepalanya singkat tanpa ekspresi
Kedatangan Tuan Muda Kecil memang memberikan dampak yang luar biasa
Rizky keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambutnya yang basah. Dia melihat Amanda yang masih sibuk menata pakaiannya di dalam lemari kaca yang ada di kamar milik Rizky
Yah, memang setelah acara itu para pelayan langsung membersihkan kamar Rizky dan mengganti segalanya. Mengantarkan koper milik Amanda namun Amanda melarang mereka untuk menyusun semua pakaiannya
"Kenapa harus merepotkan dirimu sendiri?" tanya Rizky yang sudah duduk di pinggir kasur
Amanda berhenti sejenak dan menatap Rizky. Dia memberikan senyumnya
"Tidak masalah. Tidak semua hal harus dikerjakan oleh semua para pekerja di Rumah ini" jawab Amanda
"Ck lalu gaji yang diberikan Ayah untuk apa jika kau dan juga Bunda masih saja ikut bekerja?" tanya Rizky lagi
Amanda berdiri dan berkacak pinggang. Dia menatap Rizky tajam
"Heh Tuan Muda tidak bisakah kau tidak berbicara pedas? Sekarang aku berpikir lebih baik kau menjadi irit berbicara daripada harus banyak bicara. Kau hanya akan menyakiti perasaan orang lain saja. Benar-benar kau ini" omel Amanda pada Rizky
Inilah yang ingin di dengar oleh Rizky. Dia merindukan omelan dan juga suara Amanda. Itulah sebabnya dia mengatakan hal itu
Dia tersenyum namun langsung merubah raut wajahnya
"Bantu aku mengeringkan rambutku" ucap Rizky dan berjalan ke kaca besar yang ada di dalam kamarnya
Amanda langsung berjalan dan mengambil alih handuk yang tadi dipegang oleh Suaminya itu. Dia mengeringkan dengan teliti
"Kau sudah berbicara pada Er?" tanya Rizky sambil memejamkan matanya
"Emmm belum. Mungkin nanti. Aku rasa dia masih belum terbiasa memanggil dan melihatku" jawab Amanda mengingat kejadian selama acara
Tokkk Tokkk Tokkk
__ADS_1
"Masuk" ucap Rizky yang sudah membuka matanya dan melirik ke arah pintu
Pintu terbuka dan menampilkan pria tinggi yang berdiri bersandar di pintu dengan bersedekap dada
"Kak, aku juga membutuhkan Kakak Iparku. Kau ini egois sekali ternyata" ucap Er menatap Rizky sinis
Rizky memutar badannya dan menghadap ke Er. Walaupun jarak pintu ke tempatnya lumayan jauh namun Rizky bisa melihat tatapan permusuhan yang diberikan oleh adiknya itu
"Tentu saja aku egois. Dia istriku jadi dia hanya akan menghabiskan banyak waktu denganku bukan denganmu. Pergi sana kau mengganggu saja" jawab Rizky tak kalah sinis
Amanda hanya terkekeh melihat interaksi antara Suaminya dan juga adik ipar bungsunya itu
Er berjalan mendekat dan duduk di sofa yang ada di kamar Rizky
"Kak Manda, aku dengar kau sangat pandai melukis dan menuliskan sebuah puisi. Benar tidak?" tanya Er memandang Amanda
"Kau mendengar dari siapa Er?"
"Banyak yang mengatakannya Kak. Tidak mungkin aku menyebutkan satu per satu nama mereka" jawab Er mengingat semua orang yang mengatakan fakta mengenai Amanda
"Aku mau minta tolong kakak membuatkan selembar puisi untuk seorang gadis cantik. Anggap saja dia kekasihku" jawab Er sambil melirik Rizky yang kembali memejamkan matanya
Dan sesuai dengan dugaan bukan? Rizky langsung melotot dan melihat ke arah Owner
Owner menahan tawanya karena ekspresi yang ditunjukkan oleh kakaknya itu
Amanda yang memang sangat pandai dalam segala hal langsung tau apa dan kemana tujuan dari percakapan ini. Dia juga menahan tawanya dan melanjutkan drama ini
"Baiklah, sekarang katakan pada kakak bagaimana wanita yang sekarang kau sukai itu" kata Amanda menatap Er
"Dia manis namun usianya sangat jauh dari ku. Oh tidak, jika sekarang usiaku 20 tahun maka usianya kira-kira sekitar 17 tahun. Dia masih duduk di kelas tiga SMA kak. Tapi masalahnya dia tidak pintar" jawab Er sambil memasang wajah sedih
Rizky semakin melotot mendengar penjelasan yang diberikan oleh adiknya itu. Dia tidak bisa diam saja sekarang
"Heh Tuan Muda, kau berada diluar pengawasan ku masih sekitar 4 tahun dan kau sudah melewati batas mu sekarang. Bagaimana bisa kau menyukai gadis yang masih bersekolah? Apa kau kurang pendidikan dariku dan Ayah hah?" tanya Rizky yang sudah berdiri
__ADS_1
Amanda semakin menahan tawanya. Dia sungguh ingin mengabadikan momen ini
Berbeda dengan Owner, dia sudah tertawa terbahak-bahak melihat wajah dan mendengar penjelasan dari kakaknya itu
Rizky langsung merubah raut wajahnya menjadi datar. Dia sekarang tau bahwa dia sedang dikerjai oleh Er dan juga Amanda istrinya
"Kak ini salahku jadi kau jangan menghukum kakak iparku. Aku senang mendengarmu sekarang semakin banyak bicara" ucap Er sambil memegang perutnya yang sudah sakit
Rizky melangkahkan kakinya mendekat dan tentu saja Er langsung berlari keluar sebelum dia dihabisi oleh kakaknya itu
Brakkk
Pintu itu tertutup dengan keras. Amanda masih berdiri di tempat dan semakin mematung ketika Rizky sudah menatapnya tajam
"Aku hanya mengikuti permainannya saja" ucap Amanda dengan khawatir
Rizky semakin mendekat dan menarik Amanda. Kini kedua tangan putih itu sudah berada di belakang pinggang Amanda
Jarak mereka hanya sejengkal saja. Amanda bisa merasakan hembusan nafas yang dikeluarkan oleh Rizky saat ini
Rizky menatap setiap lekuk wajah Amanda. Mulai dari mata indah itu, hidung yang mancung, pipi putihnya yang selembut kapas dan berhenti di bibir pink alami itu
"Ky, jika ada yang membuka pintu itu sangat tidak bagi. Lepaskan" ucap Amanda yang sudah merasa bahwa posisi mereka yang sangat mengkhawatirkan
Rizky hanya menghiraukan itu dan semakin mendekatkan wajahnya
"Ky, a... apa kau sudah tau di... dimana Mom dan juga Dad?" tanya Amanda terbata
Rizky mengerjapkan kedua matanya dan melepaskan tangannya dan memundurkan langkahnya
"Aku bahkan tidak ingat. Aku akan bertanya pada Alan" jawab Rizky sambil memijit kepalanya
Amanda menurunkan bahunya karena sudah terlepas dari Rizky
"Aku akan segera kembali" ucap Rizky lagi dan keluar dari kamar itu
__ADS_1
🌻🌻🌻