CEO My Husband

CEO My Husband
BRYANT PULANG


__ADS_3

Kembali ke kota dimana Keluarga Graham berkumpul. Bryant Graham yang sudah kembali ke Rumah Besar menambah kesenangan tersendiri dalam diri anggota keluarga lainnya


Alan dan Thio pun juga sudah lega dikarenakan keselamatan 3 wanita yang ada di Rumah Besar akan semakin terjamin


"Amanda" suara itu memenuhi ruangan besar yang berada di dalam Rumah Besar


"Ada apa mencari Amanda sampai harus berteriak seperti itu? Kau baru saja sampai dan beristirahatlah sebentar. Nanti pada saat makan malam baru kau akan mengobrol banyak dengan anak-anak" tegur Lyla


"Tidak tidak. Aku harus memastikan keadaan Menantu ku terlebih dahulu. Kau tidak tau bagaimana jantung ku ketika mendengar berita dari Rizky. Itu sebabnya aku mempercepat menyelesaikan semua tugas di Perusahaan yang ada di Korea lalu dengan cepat kembali ke mari" jawab Bryant dengan wajah yang memang sangat khawatir


"Amanda kemarilah nak. Ayah ingin berbicara dengan mu sebentar" teriak Bryant lagi


"Aku sejak tadi disini Ayah" jawaban dengan suara lembut itu membuat Lyla dan juga Bryant berbalik badan mereka


Bryant melangkah mendekat ke arah Amanda dan dengan segera memeluk tubuh mungil itu


"Kau baik-baik saja? Apa kau merasa ada yang sakit di tubuhmu? Jika iya maka katakan saja pada Ayah" ucap Bryant dengan kecepatan berbicara nya yang sudah hampir sama dengan kecepatan kereta api


Lyla hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat reaksi suaminya yang berlebihan seperti ini


Tidak ada jawaban yang terdengar dari mulut Amanda. Bryant melepas pelukan nya dan menatap wajah Amanda yang sudah basah dengan air mata


"Hei... kenapa jadi menangis seperti ini? Jangan menangis sayang. Ayah... ayah hanya bertanya karena Ayah khawatir saja" ucap Bryant lagi


Tampak kepala Amanda yang menggeleng kuat. Amanda segera menghapus air matanya itu dan kembali memeluk erat tubuh Pria yang sudah memiliki beberapa rambut putih


"Amanda hanya senang saja. Amanda senang mendapat perlakuan seperti ini dari Ayah. Terakhir kali Amanda mendapat pelukan hangat seperti ini yaitu pada saat umur 7 tahun. Setelah itu, Dady dan juga Momy tidak pernah lagi memeluk Amanda karena mereka sangat sibuk dengan urusan mereka masing-masing" jelas Amanda dengan suara isak tangis yang terdengar di telinga Bryant


Suasana hening. Lyla pun pada akhirnya berjalan mendekat dan ikut berpelukan dengan mereka.


"Wah wah wah sepertinya ada acara melepas rindu disini. Thio, sepertinya kita tidak diperlukan disini. Ayo kita keluar saja" sindir Alan dengan sedikit kuat


Bryant menatap ke arah kedua pria muda itu tapi tidak melepas pelukannya sama sekali


"Kemari kalian. Ayah akan memberi pelajaran pada kalian berdua. Tapi sebelum itu, dimana Zaen?" ucap Bryant

__ADS_1


"Zaen sedang ada ekskul di sekolah. Sebentar lagi akan kembali" jawab Alan yang sudah berjalan mendekat dengan Thio yang juga ada di sampingnya


Hingga pada akhirnya semua saling berpelukan erat memang seperti melepas rindu kepada Kepala Keluarga di Rumah Besar ini


Selang beberapa menit, mereka pun melepas pelukan itu dan menghapus sedikit air mata yang tadi tanpa sadar juga ikut menetes


"Ayah, jangan katakan bahwa Ayah tidak membawa oleh-oleh untuk kami" ucap Alan yang ingin memecahkan suasana haru ini


"Aku membawanya tapi hanya untuk Bunda, Amanda dan juga Zaen. Buat apa aku membawa oleh-oleh untuk para jantan yang ada di rumah ini?" jawab Bryant dengan mata sinis yang sudah dia gunakan untuk melihat Alan dan juga Thio secara bergantian


Amanda tertawa bersama dengan Lyla.


"Apa apaan ini Om. Itu dinamakan ketidak adilan. Om tidak seharusnya berbuat tidak adil seperti ini. Bukankah Perempuan dan Wanita itu sama?" balas Thio


Plak


Terdengar suara geplakan yang dikeluarkan dari kepala Thio. Dan pelaku dari itu semua adalah tak lain dan tak bukan adalah Alan


"Kau ini benar-benar bodoh. Semenjak Er meninggalkan dan tidak memberimu tugas lebih kau semakin bodoh. Perempuan dan juga wanita itu sama saja" kesal Alan dengan kedua tangan yang sudah berada di pinggangnya


"Hehehe maaf Kak maaf Om. Aku pikir tadi aku tidak salah bicara" jawab Thio dengan cengiran yang sudah mirip dengan seekor kuda


Hahaha


Tawa keras itu berhasil membuat perdebatan konyol itu terhenti dan semua mata kini sudah teralih ke fokus yang lain


Tampak sebuah senyum di bibir setiap orang yang ada di sana terutama Lyla


Lalu tak lama tawa kuat itu sudah mereda. Amanda berusaha mengatur dirinya agar tidak tertawa lepas lagi seperti tadi. Dan juga tanpa sadar Alan sudah memvidiokan kejadian langka tadi


"Kenapa berhenti sayang?" tanya Bryant dengan senyum yang masih bisa dilihat


"Iya Kak. Kenapa kakak berhenti tertawa? Tertawa saja lagi karena tidak ada orang di rumah ini yang akan melarang" lanjut Thio mendukung ucapan dadi Bryant


"Ekhem... ahk tidak tidak Ayah. Aku tadi hanya kelepasan saja" jawab Amanda sedikit salah tingkah

__ADS_1


"Dibagian mana yang menurut kakak sangat lucu?" tanya Alan yang berusaha memancing Amanda agar bisa tertawa kembali


"Dibagian dimana kau memukul kepala Thio hingga kejadian selanjutnya. Kenapa Thio bisa membuat lelucon konyol seperti itu? Sungguh tidak terduga" jawab Amanda menahan tawanya


Bryant berjalan mendekat lagi ke arah Amanda. Dia menangkap kedua pipi Amanda lalu mencium kening Amanda


"Teruslah tertawa seperti itu Amanda. Kami semua sangat jarang bahkan tidak pernah mendengar suara tawa mu yang seperti ini. Ayah akan lebih bahagia dan juga Ayah yakin, jika kau bisa tertawa sebahagia tadi maka Ayah akan semakin panjang umur. Kau bisa melakukannya?"


Bisa dilihat mata Amanda yang sudah berkaca-kaca dan akan segera menjatuhkan air matanya. Namun sebisa mungkin ia tahan


"Ayah jangan berkata seperti itu. Ayah akan panjang umur dengan atau tidak nya Amanda Tertawa. Amanda sudah menjadi menantu Ayah bukan? Maka percayalah bahwa Amanda yang akan merawat dan memastikan bahwa Ayah dan juga Bunda akan sehat setiap harinya. Amanda akan melakukan apapun jika kalian membutuhkannya. Tapi Amanda tidak bisa berjanji untuk bisa tertawa seperti tadi" jawab Amanda dengan tetesan air mata yang sudah berhasil turun tanpa bisa dicegah lagi


Bryant kembali memeluk erat tubuh Amanda. Lalu kembali disusul oleh yang lainnya


"Kenapa situasi ini tiba-tiba sangat menguras emosi? Ayah baru saja kembali tapi kenapa membawa kesedihan seperti ini sih?" omel Alan yang juga sudah ikut menangis


"Ck... dasar kau ini. Kau ini lelaki atau perempuan? Kau bisa menangis juga ternyata. Diantara kalian semua hanya Rizky yang tidak bisa menangis walaupun dalam situasi seperti ini kecuali pada saat istrinya sakit dan tidak sadarkan diri waktu itu" ucap Lyla memukul tangan Alan


Terdengar suara tawa dan juga isakan tangis yang bersatu padu diantara mereka


Bahkan semua pekerja yang ada di rumah itu pun ikut terharu melihat situasi seperti ini


"Semoga saja kehangatan dan kebersamaan dalam keluarga ini bertahan lama. Jangan sampai ada orang jahat yang menghancurkan ini semua" ucap Bi Irnah menghapus jejak airmatanya


🌻🌻🌻


HAI GAES... KETEMU LAGI DI CERITA YANG SAMA TAPI DENGAN EPISODE YANG BARU


AUTHOR NGETIK INI SEMUA IKUT NANGIS GAES😭


YA UDAH DEH ITU AJA...


SELAMAT MEMBACA DAN JANGAN LUPA KASIH LIKE, VOTE DAN FOLLOW AKUN AUTHOR YAH🤗🙏


SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER READERS🤗❣❣

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2