CEO My Husband

CEO My Husband
KESEKIAN KALINYA


__ADS_3

"Kak, lebih baik kita pergi. Kakak sudah mengirimkan pesan, dia sudah berada di Rumah" ucap Er yang sudah berdiri dan menatap Amanda


Amanda menengadah menatap manik mata adik ipar bungsunya yang sudah menyorot kan rasa kekesalan. Dia menghela nafas dan langsung berdiri


"Bi Irnah" panggil Amanda sedikit berteriak


Tak lama wanita paruh baya itu langsung berdiri di hadapan mereka sembari menundukkan kepala sebentar


"Bi, Amanda dan juga Er akan pulang. Titip salam yah Bi. Katakan Amanda merindukan mereka dan katakan juga jangan terlalu bekerja keras, mereka juga butuh istirahat" ucap Amanda menjelaskan tak lupa dengan senyuman yang terus dia perlihatkan


Bi Irnah menganggukkan kepalanya sedangkan Er? Dia sudah mengepalkan tangan nya. Dia membenci senyuman Amanda yang sekarang. Senyuman yang menutupi rasa luka dan kekecewaannya


"Non, apa tidak lebih baik Non Amanda dan Tuan Muda Er makan malam sebentar? Tidak baik pulang dengan perut kosong"


"Tidak usah Bi. Rizky sudah menunggu di Rumah. Jadi kami lebih baik pulang saja"


Amanda tetap tersenyum dan melangkahkan kaki menuju pintu utama. Sedang Er, dia masih tetap pada posisinya. Menatap Bi Irnah lalu menghela nafas nya lelah


"Bi, katakan pada Tuan mu untuk datang ke Perusahaan Graham besok pagi untuk menemui saya" ucap Er lembut menahan semua rasa yang sudah ada dalam dirinya


"Baik Tuan Muda"


"Kalau begitu saya pamit dulu Bi. Terimakasih sudah menyajikan banyak cemilan yang sangat enak"


Bi Irnah tersenyum dan membungkukkan badannya. Er menyusul Amanda berjalan menuju pintu utama. Dan Amanda sudah duduk dengan nyaman di dalam mobil milik Er


"Kau akan menerima akibatnya Alex" lirih Er dan masuk ke dalam mobil


"Kenapa lama sekali?" tanya Amanda menatap Er sebentar


"Maaf Kak. Tadi Er harus ke kamar mandi sebentar. Mendadak kebelet" jawab Er menggaruk belakang kepalanya


Amanda mengangguk angguk kan kepalanya mengerti dan menatap keluar jendela. Er mulai menjalankan mobil miliknya meninggalkan halaman rumah Keluarga Arafah


🌻🌻🌻


"Kalian sudah datang ternyata. Baru saja aku ingin menghubunginya Er" ucap Rizky tepat setelah kedatangan Amanda dan juga Owner

__ADS_1


"Kakak mengkhawatirkan apa ketika Kak Amanda bersamaku hmmm? Kami akan pulang sebelum makan malam sesuai dengan perintah mu Kak" jawab Er berkacak pinggang menatap Kakak Sulungnya itu


"Aku akan mandi dan segera turun"


Amanda pergi meninggalkan Kakak beradik itu di teras rumah. Owner hanya bisa menghela nafasnya sedangkan Rizky menaikkan sebelah alisnya bingung menatap punggung istrinya itu


"Apa yang terjadi? Apa mereka melukai Amanda lagi?" hanya Rizky yang kini sudah menatap adiknya itu


"Kakak masih bertanya? Harusnya kakak sudah tau jawabannya. Kakak Ipar bahkan terluka lagi. Untuk apa mengajak berhenti jika hanya omongan saja. Aku dan Kak Amanda sudah menunggu begitu lama tapi mereka tetap tidak datang. Hati anak mana yang tidak sakit seperti itu kak?


Jika memang mereka masih memiliki kesibukan tidak perlu memberikan harapan pada Puteri mereka sendiri. Aku tau Kakak Ipar sangat bahagia ketika menerima telepon dari Mommy nya. Aku tau Kakak Ipar sudah sangat merindukan mereka. Tapi apa? Memang dasar manusia tidak punya hati" jelas Er melampiaskan kekesalan dan amarahnya


"Kenapa harus mengizinkan nya jika ujungnya seperti itu"


Er berbalik begitu pun dengan Rizky yang berganti fokus. Bryant menetap mereka dengan salah satu tangan dimasukkan ke dalam saku celana dan yang satunya memegang tas kerja miliknya


"Ayah juga sudah mendengar nya tadi. Aku sudah melarangnya tapi Amanda memaksa karena dia juga sudah sangat merindukan mereka. Lalu aku harus bagaimana lagi Ayah?" jawab Rizky


"Tenang saja. Aku akan menemui Alex besok" sambung Er dengan mata yang kembali kesal


"Untuk apa kau menemui Alex?" tanya Rizky heran dengan mata yang menyorot tajam


"Dengarkan aku Owner Graham, kau jangan melakukan apapun yang keterlaluan. Mau bagaimana pun mereka itu tetap mertua ku. Amanda begitu menyayangi mereka. Jadi kau harus bertindak hati-hati. Kau mengerti?"


"Ya ya ya aku mengerti. Aku ini bukan anak kecil Kak. Aku mengerti segala hal"


"Sudah hentikan. Lalu dimana menantu ku sekarang?"


"Kakak sudah pergi ke kamarnya untuk bersih-bersih"


"Kalian juga masuk lah. Sebentar lagi akan malam. Apa Alan dan Thio sudah kembali?"


"Alan sudah di dalam Ayah. Tapi Thio aku tidak melihat nya sama sekali hari ini" jawab Rizky


"Oh soal Thio sepertinya dia akan pulang terlambat Ayah. Ada pekerjaan yang aku berikan padanya"


"Kau tidak melakukan sesuatu yang buruk kan Tuan Muda Er?" tanya Bryant sembari memicingkan matanya menatap curiga pada putera bungsunya itu

__ADS_1


"Oh astaga. Ada apa dengan semua orang? Kenapa semua begitu curiga dengan ku. Sudah sudah ayo masuk atau Bunda akan teriak" jawab Er mendorong tubuh kedua pria kesayangannya itu


("Membuat ulah bagaimana? Aku menyuruh Thio untuk menyelidiki lebih dalam mengenai Andrew. Aku tidak mau hal buruk terjadi di Keluarga ini") batin Owner menghela nafas untuk kesekian kalinya


🌻🌻🌻


Rizky masuk ke dalam kamarnya dengan tujuan ingin menemui istrinya Amanda. Dan kedua manik matanya langsung menangkap istrinya yang sedang berdiri di balkon kamar mereka menatap langit menggunakan kaos oversize berwarna hijau dan juga celana jeans pendek


"Amanda, sedang apa disini? Ayo, sebentar lagi akan makan malam" ucap Rizky yang sudah mendekati gadis itu dan memeluknya dari belakang


"Bisakah kali ini aku makan malam di kamar saja? Aku sedang tidak ingin bertemu siapapun" jawab Amanda yang sudah menyentuh telapak tangan milik suaminya itu


"Ada apa? Apa yang mengganggu pikiranmu? Bagi dengan ku, kita akan mencari jalan keluarnya bersama hmmm"


Setelah mendengar ucapan suaminya itu, Amanda menghela nafasnya panjang lalu meletakkan kepalanya ke dada bidang milik suaminya itu


"Aku hanya merasa sedih. Aku merasa bahwa kedua orangtua ku tidak menyayangi diriku. Aku merasa bahwa aku--aku bukanlah anak kandung mereka. Aku bukan Puteri dari Keluarga Arafah. Dan bodohnya aku selalu saja tidak bisa membenci mereka. Aku selalu sakit namun setelah itu luka itu sembuh dan aku kembali hangat pada mereka


Mereka selalu saja menyakiti ku Ky. Terkadang aku juga merasa sikap mereka sangat random. Kemarin bersikap begitu kasar namun hari ini mereka akan bersikap hangat dan seakan menyayangi ku. Entah lah, aku bingung harus bersikap dan menanggapi mereka bagaimana"


Rizky tersentak, pertama kalinya dia mendengar gadis yang sudah hampir 1 tahun tinggal bersamanya mengeluh. Selama ini Rizky hanya bisa melihat senyum terbaik Amanda dan kebisuan Amanda. Lalu hari ini? Apa Amanda sudah sangat lelah untuk semuanya?


Rizky mencium kepala Amanda lalu menghirup aroma rambut yang selalu dia sukai dan menatap langit gelap yang sudah dihiasi banyak bintang


"Amanda, mungkin aku tidak bisa merasakan apa yang kau rasakan saat ini. Namun satu hal yang pasti, aku akan ikut merasakan kesedihan itu jika mata indah mu sudah mengeluarkan banyak air mata. Mari kita berpikir positif Amanda, mungkin saja kedua orangtua mu memang sangat sibuk. Apalagi aku mendengar bahwa Daddy baru saja mendapatkan Tender yang sangat besar Amanda. Jadi kau harus bisa mengerti mereka hmmm"


Amanda memutar badannya. Kini dia harus menengadahkan kepalanya lalu tersenyum hangat. Membalas pelukan Rizky bahkan sangat erat lalu kembali menatap manik mata suaminya itu


"Terimakasih sudah mengajarkan aku untuk sabar dan lebih sabar lagi. Mungkin kau benar mungkin saja mereka sangat sibuk jadi melupakan janji mereka padaku"


Cup


Rizky mengecup sebentar bibir tipis berwarna merah muda itu lalu kembali mencium puncak kepala Amanda


"Ayo, yang lain pasti sudah menunggu. Apalagi ada tamu spesial yang datang makan malam bersama dengan kita"


"Tamu spesial? Tapi siapa?"

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2