
Er masih menunggu di apartemen miliknya bersama dengan ketiga pria lainnya yang tak lain adalah Paman Chand, Andrew dan juga Blue
"Setelah laporan Thio kita akan segera pergi. Tenang saja, pilot pribadi ku siap kapan pun jadi tidak ada masalah" ucap Er yang hanya menatap Andrew yang sedang sibuk dengan dunianya
Sudah 2 hari mereka menunggu dan ini adalah hari terakhir untuk Thio memberikan laporan yang diperintahkan oleh Er.
Er yang masih dengan setia menatap ke arah Andrew hanya bisa menghela nafas dan memejamkan matanya sebentar
("Jangan sampai aku mengetahui bahwa kau adalah seorang penghianat Andrew. Maka ku harap kau bisa menyembunyikan apa yang sedang kau rencanakan itu dengan baik. Jika tidak, maka selesai lah sudah") batin Er dengan telapak tangan yang sudah menopang kepalanya sendiri
"Sepertinya Thio sudah sampai Tuan Muda" ucap Blue yang membuat Er harus membuka matanya dan menatap punggung pria itu yang hendak membukakan pintu
Dan benar... Thio sudah sampai. Dengan wajah datar yang dipasang oleh semua orang, Thio dengan susah payah meneguk salivanya. Duduk di hadapan Tuan Mudanya dan mengatur nafas nya yang sedikit tidak beraturan
"Tidak ada yang mencurigakan Tuan Muda. Saya sudah memeriksa segalanya terutama ponsel Nona Amanda. Dan memang tidak ada yang mencurigakan sama sekali" ucap Thio memberikan laporan dengan tegas
Er menurunkan kedua bahunya dan tersenyum kecil lalu bangkit dari duduknya
"Baiklah kalau begitu, kami akan pergi sekarang. Kau ingat semua tugasmu bukan? Maka lakukan dengan baik. Kau tidak perlu mebghubungi ku, aku saja yang menghubungi mu" ucap Er yang sudah memegang bahu Thio
Thio berdiri dan memeluk Er dengan erat begitu pun sebaliknya. Satu per satu keluar dan hanya tersisa Er dan juga Thio
🌻🌻🌻
Thio sudah kembali ke rumah dan menemukan Kakak Iparnya sedang tersenyum dengan manis kepada bunga-bunga yang ada di rumah
"Sepertinya kakak sedang bahagia hari ini" ledek Thio berjalan menghampiri wanita itu
Amanda menoleh dan semakin mengembangkan senyumnya. Dia menggelengkan kepalanya dan memukul pelan bahu pria itu
"Tidak, kakak hanya ingin menebarkan warna cerah saja untuk semua penghuni rumah" jawab Amanda melanjutkan kegiatannya
__ADS_1
"Kau habis darimana sepagi ini?" lanjut Amanda dengan bertanya dan menatap wajah pria itu
"Oh itu... aku hanya pergi ke Kantor Er dan membereskan pekerjaan yang ditundanya kemarin" jawab Thio yang terpaksa harus berbohong
Amanda mengangguk dan sedikit memudarkan senyumnya
"Apa Er baik-baik saja disana? Dia tidak ada menelpon sama sekali" tanya Amanda dengan lirih
Thio menggaruk kepalanya memikirkan jawaban yang tepat untuk membuat gadis itu tidak merasa khawatir dan sedih lagi
"Kak, kakak tenang saja. Er pasti bisa menjaga dirinya dengan baik. Mungkin dia tidak sempat memegang ponsel jadi itulah sebabnya dia belum memberikan kabar sama sekali kepada semua orang di rumah ini" jawab Thio yang lagi dan lagi harus berbohong pada Kakak Iparnya sendiri
("Aku akan segera menghubungi Er dan menyuruhnya untuk segera mengabari orang rumah. Kalau tidak, tamatlah riwayatnya jika sudah kembali") batin Thio dengan mimik wajah yang sudah merasa ketakutan
"Masuklah dan pergi sarapan. Kau pergi sebelum sarapan tadi. Ayo pergilah" suruh Amanda menyadarkan Thio dari lamunannya
"Baiklah kak. Tapi dimana Kak Alan?"
Thio mengangguk dan berjalan meninggalkan gadis itu sendiri di taman yang masih sibuk dengan beraneka jenis dan warna yang ada di situ
🌻🌻🌻
"Tuan Muda, apa langkah pertama yang akan kita lakukan untuk membereskan semuanya?" tanya Paman Chand yang duduk di seberang bangku Owner
Owner diam sejenak dan menatap awan yang menabrak jendela kaca pesawat yang masih mereka tumpangi
"Semua informasi mengenai Kak Amanda sudah dapat bukan? Paman tidak perlu ikut ambil alih dalam urusan menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi. Aku, Andrew dan Blue yang akan membereskan segalanya. Aku akan memanggil Paman jika memang sangat membutuhkan bantuan disaat genting" jawab Er masih menatap ke jendela
"Kau yakin? Ini bukanlah masalah yang kecil Owner. Kau harus bisa memahami situasi dan juga orang yang akan kau hadapi" jelas Paman Chand yang sudah memanggil Tuan Muda dengan namanya saja
Owner menatap ke arah pria paruh baya itu lalu menatap ke depan lebih tepatnya ke arah tempat dimana Andrew dan juga Blue berada
__ADS_1
"Ada Andrew. Dia akan menjelaskan segalanya nanti. Yang terpenting Paman tetaplah berada dalam Istana dan biarkan aku yang bekerja untuk semua masalah ini"
Tak ada lagi jawaban atau pun suara yang terdengar. Hanya ada suara mesin pesawat yabg menghilangkan sedikit keheningan yang terjadi
"Katakan padaku satu hal Paman. Apakah Putra mu itu pantas untuk mendapatkan kepercayaanku?"
Sontak saja Paman Chand langsung menatap Er yang masih menatap ke depan.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Jawab saja. Berikan aku alasan yang kuat, apakah Andrew pantas mendapatkan kepercayanku sama seperti Ayahnya yang mendapatkan kepercayaan sepenuhnya dariku dan Keluarga"
"Apa kau merasa curiga pada Andrew?"
Cukup sudah... sepertinya Paman Chand ingin bermain-main dengannya. Er menoleh dengan cepat dan menatap Pria paruh baya itu dengan tajam dan raut wajah yang sangat dingin
"Sepertinya belakangan ini Paman sangat tidak ingin mengikuti apa kataku. Aku menyuruh Paman untuk menjawab saja, kenapa sangat keras kepala dan justru memberikan pertanyaan balik padaku? Apa Paman sudah bosan bekerja untuk Keluarga Graham?" tanya Er dengan geram
Terlihat raut khawatir yang ditunjukkan oleh Paman Chand. Dia menghela nafas panjang dan menatap ke arah Andrew putranya
"Saya tidak bisa memberikan alasan yang kuat untuk itu Tuan Muda. Karena saya dan juga dia belum terlalu akur untuk itu. Tapi jika Tuan Muda merasa bahwa dia masih belum pantas menerima kepercayaan dari Tuan Muda, maka itu tidak jadi masalah. Aku akan memberitahunya untuk melakukan yang terbaik agar kau bisa percaya padanya"
"Aku tidak membutuhkannya Paman. Kau mengenal ku sudah sangat lama bukan? Dari awal aku memberikan tanggung jawab padanya, aku merasa risau dan feeling ku selalu mengatakan bahwa akan ada sesuatu hal yang akan terjadi.
Aku mengatakan ini padamu karena kau masih menyandang status sebagai Ayah kandungnya. Jika nanti dia ketahuan menjadi Penghianat bahkan ada niat buruk apalagi ingin mencelakai Kakak Ipar dan Keluarga ku, maka katakan padanya untuk menyiapkan harapan terakhir. Kau tenang saja, aku akan membunuhnya secara perlahan. Dan jika nafasnya hanya tersisa sedikit aku akan memaksanya untuk meminta maaf padamu Paman" jawab Er dengan senyum setan yang sudah keluar dari dirinya
Paman Chand diam dan meneguk salivanya menatap Tuan Muda yang masih dengan setia menatap ke arah Putranya itu
Paman Chand menatap keluar dan memegang dadanya dengan detakan yang sudah berpacu dengan cepat
("Kenapa senyum itu keluar setelah sekian lama? Owner sangat berbahaya. Jiwa Psikopat nya sangatlah berbahaya. Bagaimana jika Andrew memang benar memiliki niat berkhianat atau bahkan ingin mencelakai Keluarga Graham? Hidup anak itu akan menjadi seperti berada di Neraka. Dia akan memiki nasib yang sama seperti korban sebelumnya yang sering mencari masalah dengan Owner saat di Swiss waktu itu") batin Paman Chand yang melirik ke depan sekilas
__ADS_1
🌻🌻🌻