CEO My Husband

CEO My Husband
BERBELANJA (1)


__ADS_3

"Pagi sayang"


Amanda menoleh dan mendapati Bunda mertuanya yang sedang menuruni anak tangga. Sangat cantik dengan gaun putih hiasan bunga di bagian dada dan juga jangan lupakan wajah yang begitu lembut itu


"Pagi Bunda. Apa tidur Bunda nyenyak?"


"Tentu saja. Kenapa bangun sangat awal dan... Apa kau yang menyiapkan ini semua?"


"Amanda tidak terbiasa tidur tanpa Rizky jadi memilih lebih awal. Ini dibantu juga oleh beberapa koki jadi Bunda tidak perlu khawatir. Bunda mau teh?"


Bukannya menjawab, Lyla justru melihat menantunya itu begitu dalam. Seperti merasakan sesuatu yang aneh akan sikap dan keceriaan yang diberikan oleh wanita muda itu


"Amanda, apa kau menyembunyikan sesuatu dari kami?"


Pertanyaan itu seakan membuat jantung Amanda berhenti berdetak sebentar. Namun lagi dan lagi dia berhasil menutupi rasa terkejutnya. Langsung menggelengkan kepalanya dan memberikan senyuman yang begitu tulus


"Apa yang harus aku sembunyikan, Bunda? Tidak ada hal yang bisa membuatku harus menyembunyikan nya dari kalian semua" jawabnya begitu enteng dengan menatap manik mata lawan bicaranya


"Amanda akan mengambilkan teh hangat untuk Bunda. Bunda duduk lah"


Gadis itu pergi sedangkan Lyla masih senantiasa menatap kepergian Menantunya itu. Namun tetap berjalan menuju sofa yang ada di ruang tamu


🌻🌻🌻


Suara langkah kaki begitu terdengar jelas di pendengaran Amanda. Dia menampilkan senyum terindahnya begitu melihat bahwa keempat pria tampan Keluarga Graham itu menuruni anak tangga secaraan bersamaan


("Hanya kurang Rizky saja. Cepatlah kembali sebelum aku pergi, Tuan Muda") batin Amanda yang menundukkan kepala nya sebentar


"Pagi sayang" sapa Bryant sembari mengecup singkat kening milik menantu tersayang nya itu


Amanda tersenyum. Begitu pun dengan Alan, Thio dan juga Owner yang melakukan hal yang sama. Bahagia? Tentu saja! Harus dicari kemana Mertua dan juga Ipar yang begitu menyayangi Menantunya seperti mereka?!


"Wah apa hari ini hari istimewa? Ada banyak sekali makanan" lirih Bryant yang menatap takjub ke arah meja makan


"Hahaha tidak Ayah. Amanda hanya berpikir bahwa sebentar lagi Alan dan juga Zaen akan menikah jadi apa salahnya jika mereka harus menggemukkan badan?"

__ADS_1


"No. Oh ayolah Kak, bagaimana kami akan mencoba gaun dan juga pakaian yang sudah dibuat? Bisa bisa tidak akan muat" sanggah Alan begitu cepat


Semua tertawa begitu pun Er yang tersenyum kecil. Zaen hanya menggelengkan kepalanya tidak paham lagi dengan sikap calon suaminya itu


"Kakak hanya bercanda. Kakak hanya ingin menghabiskan bahan makanan di dapur. Hmmm apa ada yang mau menemani kakak berbelanja nanti?"


"Owner akan pergi menemani Kakak"


Pria tampan itu menjawab dengan cepat tanpa melihat ke arah Kakak Iparnya itu. Amanda tersenyum, dia sadar bahwa adik ipar kesayangan nya itu tidak akan membiarkan dirinya pergi tanpa dirinya sendiri


"Thio juga, Kak. Hari ini tidak ada kerjaan di kantor yang mengharuskan aku ke sana. Jadi... Kita bisa pergi bersama"


"Alan? Kau tidak mau melengkapi formasi kalian?" tanya Bryant menatap ke arah Putra keduanya


"Ahk maaf kak, tapi aku harus pergi ke Kantor. Ada meeting yang harus aku hadiri menggantikan Kak Rizky"


"Tidak apa. Lagian kau dan juga Zaen tidak bisa keluar rumah dalam waktu dekat karena pernikahan sudah di depan mata kan? Kakak akan ditemani oleh mereka saja. Ayo kita sarapan"


Semua hening menikmati sarapan yang ada. Amanda benar-benar membuat perut mereka begitu kenyang. Tidak dengan Owner yang sedari tadi sibuk menatap ke arah Kakak Iparnya dan kemudian menundukkan kepalanya


🌻🌻🌻


Thio menurut dan membuka pintu belakang mobil. Membiarkan Er yang menyetir dan Kakak Ipar mereka yang duduk di bangku samping


Amanda yang baru turun membuka pintu belakang dan terkejut ternyata sudah ada Thio di dalam dan Er yang menduduki pintu supir.


"Kita berangkat, Kak?" tanya Er yang menatap ke samping


Amanda menganggukkan kepalanya antusias. Mobil mewah itu bergerak meninggalkan pelataran Rumah dengan kecepatan normal


Hari ini begitu terik dan macet, jika saja dia tidak ingat sedang membawa Kakak Iparnya sudah dipastikan Er akan memaki sepanjang perjalanan


"Maaf yah. Kalian pasti jenuh karena jalanan sangat macet seperti ini" lirih Amanda tiba-tiba


"Kenapa harus minta maaf, Kak? Tidak apa, lagian tinggal beberapa meter saja dan jalanan akan kembali lancar. Ini semua hanya karena lampu lalu lintas sialan dan pengendara yang tidak mengikutinya"

__ADS_1


Amanda terkekeh. Mau sesabar apapun Adik Ipar Bungsunya itu, pasti akan menyempatkan untuk memaki walau pelan


"Er, apa kakak melakukan kesalahan padamu?" tanya Amanda pelan namun mampu membuat kedua pria tampan itu langsung menatap ke arahnya


"Apa maksud Kakak? Tidak tidak. Kakak tidak melakukan kesalahan apapun padaku. Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu?" jawab Er sedikit panik


"Kau kenapa panik? Kakak hanya bertanya karena pada saat sarapan tadi kau sama sekali tidak menatap kakak saat berbicara. Jadi... Kakak merasa jika mungkin kakak melakukan kesalahan padamu"


"Er memang seperti Bunglon, Kak. Jadi tidak perlu khawatir" bukan Er yang menjawab melainkan Thio dengan tampang tak bersalahnya


"Bajingan kau. Siapa yang kau katakan seperti bunglon hah? Mau ku bunuh?" geram Er yang tidak terima


"Tidak tidak aku hanya bercanda, Tuan Muda Owner tersayanggg"


Amanda terkekeh dan menggelengkan kepalanya. Kenapa mereka seperti anak kecil yang bertengkar?


"Kakak akan berbelanja apa saja?" tanya Er begitu lembut dan menatap wanita di sampingnya


"Hmmm sepertinya kita ke supermarket dulu. Bahan makanan dan juga isi kulkas sudah habis. Lalu setelah itu, apa kalian tidak keberatan menemani kakak belanja baju dan lainnya?"


Owner menatap ke belakang lewat kaca spion yang ada. Manik mata tajam nya bertemu dengan manik mata milik Thio. Dan secara bersamaan mereka tertawa dan membuat Amanda menatap mereka berdua heran


"Pertanyaan Kakak, apa tidak ada pertanyaan lain? Tentu saja kami tidak keberatan. Ayolah Kak, kami tau bahwa kakak tidak seperti wanita lainnya yang akan lama dalam hal berbelanja. Apa kakak takut kami akan mengeluh bosan dan capek?" ucap Thio dengan lugas


Amanda tertawa dan menggaruk kepalanya yang diyakin tidak gatal. Apa yang diucapkan Thio memang benar, dia hanya takut mereka bosan dan capek


"Kakak tenang saja. Setelah bahan makanan selesai, Thio akan mengantarkan ke mobil lalu kembali dan menemani kakak berbelanja. Kami berdua akan ikut kemana pun kakak pergi. Karena itu sudah tanggungjawab kami, Kak. Tidak ada dan tidak boleh capek jika mau kakak selamat. Kami rela kehilangan apapun, asalkan... Kakak tidak menghilang dari pandangan kami"


Ucapan terakhir yang keluar dari mulut Er begitu lirih. Seakan takut bahwa hal itu akan terjadi ke depannya. Amanda menyadarinya namun dia memilih diam dan tersenyum lalu mengusap kepala kedua pria tampan itu dengan sayang


("Kakak tidak bisa berjanji, Er. Maafkan Kakak mu ini yang akan selalu merepotkan mu. Maaf") batin Amanda yang sudah menatap langit-langit mobil berusaha menahan air matanya


🌻🌻🌻


**Haloo readers!!! Sebelumnya maaf banget atas ketidaknyamanan dalam membaca karya ku yah. Tapi aku akan berusaha untuk menggantikan rasa ketidaknyamanan kalian dengan mulai rajin update dan memberikan BAB yang semakin menyenangkan

__ADS_1


Wahhh sepertinya Nona Muda Amanda kita akan segera pergi nih. Kira-kira alasan nya apa yah? Dan kemana dia akan pergi?


Ditunggu komen, vote dan like kalian yah Readers!! See you next Chapterβ™‘**


__ADS_2