
"Selamat Pagi Tuan Muda" sapa Nandini setibanya Rizky di Graham Long's
Rizky hanya berdehem dan memperbaiki kemeja hitamnya. Semua para pegawai berbaris menyambut kedatangan seorang CEO sekaligus Tuan Muda dari Keluarga Graham
Rizky menghentikan langkahnya dan berdiri di tengah-tengah mereka. Dia memandang satu per satu para pegawainya
"Bagaimana?" tanya Rizky singkat
"Semuanya baik-baik saja Tuan Muda" jawab salah satu pegawainya
Rizky kembali diam dan masih memandang sekelilingnya
"Nampaknya kalian pantas mendapatkan bonus" ucap Rizky dan meninggalkan semuanya
Kepergian Rizky meninggalkan banyak tanda tanya untuk para pegawainya.
"Apakah tadi maksud Tuan Muda kita akan diberi bonus bulan ini?" tanya salah satu pegawai kepada pegawai lainnya
"Kalian sudah bekerja dengan baik" ucap Nandini yang kembali berdiri di tengah mereka
"Tuan Muda mengatakan selepas pulang jam kerja. Kalian bisa makan malam di Le MOUT Restoran nanti. Aku sudah mem booking untuk semuanya. Dan soal pembayaran tenang saja, semua sudah dibayar oleh Tuan Muda. Dan untuk gaji bulan ini kalian akan mendapat lebih karena sudah bekerja dengan baik selama Tuan Muda tidak ada" jelas Nandini sambil tersenyum
Suara tepuk tangan yang ramai memenuhi ruangan itu. Bahkan tanpa mereka sadari bahwa Tuan Muda Rizky memantau semuanya di ruang CCTV. Dia tersenyum singkat dan beranjak keluar dari sana
🌻🌻🌻
Rizky masih sibuk menandatangani beberapa berkas yang ada di atas mejanya. Dia menekan tombol merah yang ada di sudut meja kerjanya
"Tuan Muda memanggil saya?" tanya seorang perempuan yang sudah masuk ke dalam ruangan itu
"Duduk dan langsung katakan mengenai dirimu"
Gadis itu duduk di hadapan Rizky. Dia meremas ujung rok yang dia pakai
"Nama saya Christine Emery. Biasa dipanggil Chris dan saya lulusan dari University of Oxford" ucap gadis itu singkat
Rizky menganggukkan kepalanya mengerti dan menatap Chris sebentar
"Kau sudah tau peraturanku sebagai sekretaris?"
"Sudah Tuan Muda"
"Sebutkan"
"Anda tidak suka jika saya mengenakan pakaian yang tidak pantas atau pakaian yang kurang bahan. Rambut harus selalu dikucir dan terlihat rapi. Harus cekatan dan sigap. Harus mampu menjawab pertanyaan yang secara tiba-tiba ditanyakan. Harus siap sedia dipanggil kapan pun dan dimana pun" jelas Chris dengan jelas
Rizky terdiam dan menatap Chris dari atas hingga ke bawah
"Baiklah. Kau bisa kembali" ucap Rizky
Chris hanya mengangguk mengerti dan pamit untuk kembali ke ruangannya
Belum sempat melangkahkan kaki keluar dari ruangan itu. Rizky sudah kembali bersuara
"Jam makan siang nanti kau bisa makan siang dengan pegawai yang lain dan ikut bergabung makan malam. Saya akan makan siang dengan istri saya"
Chris menoleh dan menundukkan badannya memberi hormat. Dia melangkah keluar dan kembali menutup pintu itu
"Oh astaga jantungku rasanya mau copot. Kenapa dia bisa sedingin dan seirit itu bicara? Dia benar-benar mewarisi sifat dari Pak Graham" ucap Chris pada saat dia sudah ada di ruangannya
🌻🌻🌻
Amanda sedang sibuk menyiapkan makan siang untuk suaminya. Dia memang tidak melangkahkan kakinya menuju dapur. Dia hanya menyiapkan di meja ruang makan
"Kak, apa kau ingin ke kantor?" tanya Er yang hendak menaiki anak tangga namun dia urungkan karena melihat Kakak Iparnya sedang sibuk
"Yah kakak ingin mengantarkan makan siang untuk kakakmu. Kau dari mana hmmm?" jawab Amanda dan tanya Amanda menatap Er sebentar
__ADS_1
Er berjalan mendekat ke arah Amanda
"Aku habis dari luar untuk menemui seseorang. Aku akan mengantarkan mu Kak"
"Baiklah tidak masalah jika kau ingin mengantarkan kakak"
"Kalau begitu aku akan mengganti pakaianku terlebih dahulu"
Er beranjak dari sana menaiki anak tangga disisi kiri dengan sedikit berlari. Dia segera menuju kamarnya dan langsung mengganti pakaiannya dengan cepat agar Kakak Iparnya itu tidak menunggu terlalu lama
Amanda sudah menutup bekal tersebut dan langsung memasukkannya ke dalam tas bekal yang merupakan pelengkap dari bekal itu
"Kakak sudah siap?" tanya Er yang sudah selesai
"Sebentar yah. Sedikit lagi" jawab Amanda sambil memberikan senyum nya
("Kau selalu saja bisa tersenyum Kak. Kenapa kau bisa sekuat dan sepandai itu dalam menyembunyikan sakitmu?") batin Er masih menatap wajah Amanda
"Baiklah sudah selesai. Ayo" ajak Amanda melihat ke arah Er.
Amanda menaikkan sebelah alisnya bingung.
"Er" panggilnya sambil menggoyangkan tangan Er
Er mengerjapkan matanya beberapa kali dan menggaruk tengkuknya yang diyakini tidak gatal itu
"Kenapa melihat Kakak seperti itu? Apa ada yang salah dengan wajah Kakak?" tanya Amanda sambil menyentuh wajahnya
"Ahk tidak seperti itu Kak. Ayo" jawab Er
Amanda kembali mengembangkan senyumnya dan berjalan di samping Er
Er membukakan pintu untuk Amanda dan berlari menuju ke pintu supir
"Lain kali tidak perlu membuka pintu seperti itu untuk Kakak" ucap Amanda setelah mobil tersebut berjalan
"Kak apa kau menyukai Kekasih dari Kak Alan?" tanya Er memecahkan keheningan
"Zaenal? Tentu saja kakak menyukainya. Dia sangat baik dan bersikap baik dan manis. Dia juga jago dalam memasak. Kakak memang harus berbicara kepada Alan agar menyuruhnya mempertahankan Zaenal" jawab Amanda mengingat wajah gadis itu.
Er hanya tersenyum dan kembali diam.
"Habis kau Kak" ucap Er pelan yang memang tak bisa di dengar oleh Amanda
🌻🌻🌻
Er memberhentikan mobil tepat di depan pintu kaca perusahaan milik Rizky. Mereka berdua keluar dan kembali berjalan untuk masuk ke dalam
"Selamat Pagi Tuan dan Nona Amanda" sapa Nandini yang memang sedang berada di lantai bawah
"Selamat Pagi Nandini. Apa Tuan Muda kalian ada di ruangannya?" tanya Amanda
"Tentu saja Nona. Mari biar saya antar" ucap Nandini
"Ayo Er"
"Ayo"
Mereka pun berjalan dan beberapa pegawai yang bertemu dengan mereka memberikan hormat dengan menundukkan badannya. Amanda dan Er hanya menganggukkan kepala singkat sebagai balasan dari salam mereka
Mereka memasuki lift yang memang khusus untuk orang-orang khusus saja
"Apa semua pekerjaan baik-baik saja?" tanya Amanda memandang Nandini
"Tentu saja Nona. Dan Tuan Muda juga sudah mendapatkan Sekretaris barunya. Dan sepertinya kali ini Tuan Muda tidak keberatan dengan pegawai baru itu" jelas Nandini
Er hanya terlihat cuek dan mendengarkan segalanya dengan baik. Namun dia tak memberikan kalimat atau ucapan
__ADS_1
Ting
Pintu lift itu terbuka dan mereka berjalan keluar dan masuk ke dalam ruangan milik Tuan Muda Rizky
'Tuan Muda, Nona Amanda dan juga Tuan Muda Er sudah datang' ucap Nandini berbicara lewat alat suara yang terhubung langsung ke dalam ruangan Rizky
"Izinkan mereka masuk" balas Rizky
Nandini segera mendorong pintu kaca itu dan memberikan hormat pada Rizky. Rizky berdiri dan berjalan mendekat ke arah Amanda lalu dengan segera memeluknya
"Lepaskanlah Ky. Aku malu dilihat oleh Nandini dan juga Er" lirih Amanda dalam pelukan Rizky
Rizky terkekeh pelan dan melepaskan pelukannya itu dan merapikan rambut Amanda yang memang disengaja digerai
"Ayo duduklah" ajak Rizky menarik tangan Amanda
"Er... kau ingin berkeliling?" tanya Rizky menatap Er yang masih diam
"Boleh?" tanya Er
"Kau bertanya atau berbicara? Tentu saja boleh. Ini juga Perusahaanmu Owner Xaverius Graham" jawab Rizky dengan nada kesal
Amanda terkekeh melihat kedua pria yang ada di hadapannya saat ini
"Nandini tinggalkan pekerjaanmu sebentar dan ajak Rizky untuk berkeliling. Biarkan dia mengetahui segala ruangan baik yang dapat dilihat dengan mata atau tidak" suruh Rizky
"Baik Tuan Muda. Mari Tuan Muda Er" ucap Nandini
"Bilang saja kau ingin mengusir ku Kak dan ingin berduaan dengan Kakak Iparku bukan?" ucap Er dengan tatapan sinis nya
"Er" panggil Amanda
"Baiklah Kakak Iparku tersayang. Aku akan pergi dan tidak akan mengganggu kalian" jawab Er dengan memberikan senyumnya
Er pun keluar bersama dengan Nandini meninggalkan Pasutri itu
"Aku dengar kau sudah mendapatkan Sekretaris mu" ucap Amanda sambil sibuk membuka kotak bekal makanan yang dia bawa
"Oh iya. Tunggu sebentar" jawab Rizky dan berjalan menuju ke meja kerjanya.
Dia menekan tombol merah itu lagi dan tentu saja langsung masuk perempuan cantik
"Ada yang bisa saya bantu Tuan Muda?" tanya Chris setelah masuk
"Amanda ini Sekretaris Baruku" bukannya menjawab pertanyaan Chris dia justru berbicara pada Amanda
Amanda berdiri dan berjalan mendekat ke arah Chris. Dia memberikan senyumnya
"Hallo Nona Muda. Saya sekretaris baru Tuan Muda. Christina Emery lulusan University of Oxford" ucap Chris membungkukkan badannya
"Sudah sudah jangan terus membungkuk karena itu akan membuat pinggang mu sakit. Dan kau pasti akan kesusahan dalam memulai pekerjaanmu. Karena aku yakin Tuan Muda kalian ini akan selalu merepotkan siapa saja" jawab Amanda sambil melirik ke arah Rizky yang justru memasang wajah datarnya
"Saya Amanda Citra Graham. Istri dari Tuan Muda Rizky Arkansas Graham" lanjut Amanda
Chris tersenyum melihat wajah Amanda
"Nona muda sangat cantik" puji Chris singkat
"Kau terlalu berlebihan"
"Apa sudah selesai? Beri aku makanan sekarang Nona Graham" potong Rizky dengan wajah memelas nya
Amanda dan Chris hanya terkekeh melihat Rizky
"Kalau begitu saya permisi Nona dan Tuan Muda" pamit Chris yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Rizky
🌻🌻🌻
__ADS_1