CEO My Husband

CEO My Husband
AMARAH RIZKY


__ADS_3

Sudah dua hari semenjak kejadian itu namun Amanda masih belum mau membuka matanya. Dokter Andi sekaligus sahabat Rizky juga bertanya-tanya kenapa hal itu bisa terjadi


Bryant akhirnya memanggil Dokter Keluarga Graham yang sudah pensiun yaitu Dokter Bram.


Beliau saat ini sedang memeriksa kondisi Amanda lebih lanjut. Satu per satu diperiksa dengan teliti oleh Dokter Bram. Untung saja Dokter Bram sedang berada di negara ini jadi lebih cepat dia sampai di Rumah Besar Graham


Semua hening. Ruangan yang sebesar dan seluas ini hanya sepi bahkan suara jam dinding saja yang bisa terdengar


Dokter Bram pun menatap satu per satu manusia yang ada di ruangan ini


"Apa ada yang bisa menjelaskan kenapa Amanda bisa seperti ini? Aku memang baru melihatnya sekarang karena waktu hari pernikahan kemarin om tidak bisa menghadiri pernikahan kalian" tanya Bram dengan wajah serius


Bukan Rizky namun Alan lah yang menjelaskan segalanya. Dan betapa terkejutnya Bram mendengar semua kisah yang dikeluarkan dari mulut Alan keponakan barunya itu


"Hufftt... sebenarnya Amanda seperti ini atas kemauannya sendiri" ucap Bram setelah cerita itu selesai


Semua saling pandang bingung


"Apa maksudmu Om?" tanya Rizky dengan wajah yang datar


"Rizky apa yang dikatakan oleh Andi mengenai kondisi Amanda memang sudah benar. Kalian memanggilku kemari ingin mencari tau kenapa sampai sekarang dia belum sadar bukan?" ucap Bram mulai menjelaskan


Semua hanya menganggukkan kepalanya. Oh tidak semua karena hanya Rizky saja diam


"Dia tidak mau membuka matanya sampai sekarang itu semua atas kemauannya sendiri. Dia seperti sudah tidak punya tujuan dan sudah bosan dengan siklus kehidupannya itulah sebabnya dia lebih memilih untuk berada di dunia alam mimpinya sendiri. Hanya ada satu carany agar dia menemukan kehidupan dan tujuan hidupnya yang baru" jelas Bram terputus lagi


"Om tidak usah membuat kami semua menunggu. Jelaskan saja" ucap Rizky menahan amarahnya


"Ajak dia berbicara dan terus panggil namanya. Katakan hal-hal yang indah dan menyenangkan. Dan satu lagi... kalian harus mengajak orang yang membuat dia seperti ini. Suruh orang itu untuk berbicara panjang kepada Amanda dan mengatakan hal-hal indah dan alasan kenapa mereka berbuat seperti itu. Ini sama saja seperti BADAN AMANDA ADA DISINI NAMUN JIWANYA TIDAK ADA. Jadi tujuan kita sekarang ialah mengembalikan jiwa Amanda agar kembali ke dalam tubuhnya" lanjut Bram sambil mengelus kepala Amanda


Semua diam mendengar semua penjelasan yang dikeluarkan oleh Bram


Suara langkah kaki terdengar dan itu membuat semua orang mengalihkan fokus nya.


"Kau akan kemana?" tanya Bryant datar


"Mengurus hal yang perlu diurus" jawab Rizky dan berlalu begitu saja


Bryant memandang kedua Puteranya yang lain. Er dan Alan langsung mengerti dan mengejar kakaknya itu


Lyla menangis mendengar semuanya dan masih menatap Amanda dengan penuh harap. Zaen langsung mendekat dan mengelus punggung Lyla dengan lembut


🌻🌻🌻

__ADS_1


"Kak menurutmu kemana Kak Rizky akan pergi?" tanya Er yang duduk di sebelah Alan


Alan fokus ke jalanan dan tidak menjawab pertanyaan dari Er. Dia juga sibuk memikirkan kemana kira-kira kakaknya itu akan pergi


Alan mengendarai mobil seperti orang yang kesetanan


"Telpon Thio dan tanyakan apakah kakak ada di sana atau tidak" ucap Alan santai


Er langsung mengerti dan mengambil ponselnya lalu segera menekan tombol panggil


"Kau ada dimana?" tanya Er langsung


"..."


"Apa kak Rizky ada disitu atau tidak?"


"..."


"Baiklah ku kira kakak ada---"


"..."


Setelah kalimat yang dikeluarkan oleh Thio yang memotong kalimatnya seenak jidatnya itu. Er langsung mematikan ponselnya dan melemparnya ke belakang


Alan semakin gila dan menambah kecepatan mobil itu. Semua hal yang ada di pikirannya bercampur aduk. Rasa takut dan khawatir ikut memasuki pemikiran Alan


Sesampainya disana Alan dan Er langsung turun dari mobil. Mereka berlari secepat mungkin dan membiarkan mobil itu masih tetap menyala. Yang ada di pikiran mereka saat ini hanyalah keselamatan Alex Arafah


Prangg


Bughhh Bughhh Bughhh


Suara itu terdengar hingga ke lantai bawah. Er dan Alan saling melihat satu sama lai dengan wajah yang tidak bisa diartikan


Mereka kembali berlari menuju ke lantai atas dan sesampainya disana... sesuai dengan apa yang mereka pikirkan. Alex Arafah sudah dalam kondisi Hidup segan Mati tak mau


"Hentikan kak" lerai Alan dan juga Er memegang Rizky yang terus saja ingin memukuli mangsanya


"Kenapa kau selalu membuat Istriku sedih hah? Kenapa kalian berdua selalu membuat dia tertekan batin hah?" teriak Rizky sambil terus menendang perut Alex yang sudah tidur diatas lantai


Irish hanya menangis dan memeluk suaminya itu. Er melihat Thio dan ternyata sahabat nya itu pun juga sama nasibnya dengan Alex. Mungkin Thio berusaha melerai namun yang ada hanyalah dia juga menjadi korban Rizky


"Hentikan kak. Kau harus ingat mereka juga adalah mertuamu" teriak Er yang tak kalah kuatnya dengan Rizky

__ADS_1


Pergerakan Rizky terhenti dan matanya kini melihat Er dengan tajam. Er bukannya takut dia justru memeluk kakaknya itu dengan erat. Disusul dengan Alan yang juga memeluk mereka


"Argghhh" teriak Rizky melampiaskan amarahnya


Badan Rizky bergetar dalam pelukan kedua adiknya itu


"Lepaskan semua bebanmu kak lepaskan saja. Kami akan selalu ada di sampingmu" ucap Alan yang juga sudah menangis


Thio berjalan dan ikut bergabung dengan mereka. Dia memeluk mereka lagi dan ikut merasakan getarnya badan mereka


"Kenapa mereka seperti tidak menganggap Amanda ada dalam hidup mereka hiksss kenapa?" tanya Rizky di sela-sela tangisnya


"Lepaskan" ucap Rizky singkat


"Berjanjilah untuk tidak memukulnya lagi kak" ucap Er yang masih memeluk Kakak sulungnya itu


"Yah"


Semua melepaskan pelukan itu. Rizky berjalan mendekat ke arah Alex yang sudah duduk mungkin saja dibantu oleh istrinya itu


Rizky berjongkok dan memegang pundak Alex. Bisa dilihat tatapan Rizky yang masih memunculkan api amarah.


"Aku menyuruh kalian untuk datang ke Rumah Besar. Dan aku mau kalian menyadarkan Amanda ku. Dia harus sadar dan jika dia belum sadar disaat kalian ada disana maka lihat saja apa yang terjadi selanjutnya" ucap Rizky dengan nada dingin


Rizky bangkit dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Alan dan Er hanya bisa menunggu Kakak mereka dan tak lama Rizky keluar dengan wajah yang sedikit lebih tenang


"Er jelaskan apa tugas mereka. Kau jelaskan pada Thio saja biar Thio yang menjelaskannya. Kakak akan tunggu di bawah bersama dengan Alan" ucap Rizky dan beranjak pergi dari ruangan yang dia rasa sudah sangat panas


Alan mengikuti kakaknya itu dari belakang


"Kau tidak ingin bertanya alasanku menyuruhmu menyelesaikan ini semua?" tanya Rizky membuka suara


"Aku sudah tau kak" jawab Alan


Langkah Rizky berhenti tepat di anak tangga terakhir. Dia memutar badannya dan melihat mata Alan. Dia bisa lihat Alan juga sedang dalam kondisi emosi


"Karena kakak rasa aku akan lebih tenang dalam menghadapi ini semua. Jika Er atau Thio yang menyelesaikan ini semua yang ada mereka akan mengacaukan nya dan lebih mementingkan emosi mereka" jelas Alan


Rizky melanjutkan langkah nya dan duduk di atas sofa yang ada di ruang tamu. Disusul oleh Alan yang duduk di samping Rizky


"Kau benar. Aku menyuruhmu karena aku tau kau bisa meredam emosimu dan akan menyelesaikan ini semua dengan tenang. Kakak percayakan ini semua padamu. Segeralah menyelesaikan ini semua" ucap Rizky memejamkan matanya


Alan diam dan menatap lurus ke depan

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2