
Rizky segera turun setibanya di depan Rumah Besar milik keluarga Graham. Disusul dengan Amanda dan sudah berdiri di sampingnya
Seperti awal mereka keluar dari mansion milik Rizky ralat milik Amanda. Rizky kembali menggenggam tangan mungil itu dan masuk secara bersamaan
Amanda menatap sekitar dan dia merasa sedikit aneh. Mereka terus berjalan hingga berhenti di ruangan yang sangat besar dan juga luas
Amanda belum pernah menginjakkan kakinya di ruangan ini. Dia menatap ruangan itu dan menemukan Lyla yang duduk sambil menunduk di sofa panjang
Amanda dan Rizky berjalan mendekati Lyla.
"Bunda kami sudah sampai" ucap Rizky membuat Lyla menatap mereka dengan senyuman yang tak pernah dia lupakan
"Oh sayangku. Ayo duduklah di samping Bunda Amanda. Apa kau benar-benar sudah sembuh?" sambut Lyla yang langsung menarik tangan Amanda untuk duduk di dekatnya
Rizky yang melihat itu hanya membuka mulutnya tak percaya. Bisa-bisanya Bundanya itu seakan-akan melupakan kehadiran putra kesayangannya itu
"Ada apa jagoan? Kau merasa iri?" tanya Bryant yang membuat Rizky sontak terkejut
Dia menatap Ayahnya itu dengan tatapan datar. Sedangkan yang ditatap sudah tersenyum lebar
"Kau tidak sendiri jagoan. Ayahmu ini juga ikut dicuekin semenjak kehadiran Amanda. Memang Amanda ini sudah membawa warna tersendiri setelah melangkahkan kakinya masuk ke rumah ini" lanjut Bryant yang langsung merangkul pundak putranya
Mereka berdua pun ikut duduk
"Lihat lah beberapa contoh undangan ini. Ayo kalian berdua segeralah pilih mana yang kalian suka agar Ayahmu langsung menyuruh mereka mencetak nama kalian" jelas Lyla
Amanda menatap Rizky begitu pun sebaliknya
"Emmm Bunda... Bukankah ini terlalu cepat?" jawab Amanda
"Amanda... ini sudah awal bulan. Dan dua minggu lagi pernikahan kalian akan segera berlangsung" jelas Bryant sambil memandang Putranya
Rizky yang mengerti tatapan Ayahnya hanya memijit pelipisnya pelan
("Kenapa waktu jadi berjalan sangat cepat?") batin Rizky tak percaya
"Amanda bahkan tak sadar ini sudah awal bulan Ayah. Mungkin karena Amanda sakit kemarin" balas Amanda dan kemudian menatap beberapa undangan yang berserakan di depannya
__ADS_1
Amanda menatap Rizky dan Rizky mengangkat kedua bahunya acuh. Amanda menghela nafasnya pasrah
Dia pun menatap Lyla sambil tersenyum
"Baiklah Bunda. Amanda yang akan memilih karena sepertinya tanggung jawab ini Rizky berikan padaku. Jadi apapun dan bagaimana pun bentuknya dia hanya akan setuju" jawab Amanda pada akhirnya
Lyla pun mengelus kepala Amanda dengan lembut dan Amanda mulai melihat-lihat semua undangan yang ada di atas meja
Selagi Amanda sibuk memilih-milih undangan yang ada. Lyla sibuk menyuruh beberapa pelayan untuk membuatkan teh hijau dan juga cemilan untuk mereka
"Dimana pelayan yang lainnya Bunda? Sepertinya tidak semua ada di rumah ini" tanya Rizky sambil melihat sekelilingnya
"Yang lainnya Ayah suruh menuju ke lokasi pernikahan kalian. Mereka pasti akan dibutuhkan disana sekedar membantu" bukan Lyla melainkan Bryant yang menjawab sambil sibuk menatap benda pipih yang ada di tangannya
Rizky diam tak menjawab dan menatap wanita yang sebentar lagi akan menjadi pendampingnya itu
Dia pun memutuskan untuk duduk di samping kanan gadis itu
"Apa terlalu sulit?" tanya Rizky berbisik tepat di telinga Amanda
Amanda terkejut dan menatap mata hazel milik Rizky. Tatapan mereka seketika bertemu namun tak begitu lama karena Amanda langsung mengalihkan pandangannya
Rizky menurut dan melihat semuanya. Hingga matanya menatap satu undangan yang begitu menarik perhatiannya
Dia segera mengambilnya namun tak disangka karena Amanda juga ikut mengambilnya
Kembali... mereka kembali saling bertatapan satu sama lain. Hingga tak sadar bahwa ada Bryant yang menatap mereka sambil menahan senyumnya
"Bunda" panggil Amanda yang langsung melepas pandangannya dengan mata milik Rizky
Yang dipanggil pun menoleh dan menatap keduanya
"Ky sejak kapan kau sudah pindah ke situ?" bukannya menjawab panggilan Amanda justru bertanya pada Puteranya
"Bunda terlalu fokus kepada Amanda sampai tak pernah melirik ku lagi" sinis Rizky yang tak mau melihat Bundanya
Lyla hanya tersenyum dan mendekati Rizky. Dia pun mencium kening Rizky dengan lembut
"Kau ini seperti bocah yang kurang kasih sayang. Tidak Ayah tidak anak semuanya sama saja. Hanya Amanda saja yang mengerti. Benarkan Amanda?" ucap Lyla yang langsung menatap Amanda hangat
__ADS_1
Rizky dan Bryant sekali lagi saling melempar tatapan mereka
"Apakah sudah dapat sayang?" tanya Lyla sambil duduk di sebelah kiri Amanda
"Ini Bunda. Dan sepertinya Rizky juga menyukainya" jawab Amanda sembari menyodorkan sebuah contoh undangan pada Lyla
"Itu bagus setidaknya kalian memiliki selera yang sama. Dan benar saja selera kalian sangan bagus. Undangan ini terlihat indah dan juga elegan" jawab Lyla sembari meneliti undangan yang sudah di pilih oleh Amanda dan juga Rizky
"Ayah, pergi dan katakan pada mereka untuk mencetak nama Amanda dan juga Rizky pada undangan ini dengan indah" lanjutnya sambil menyuruh Bryant
Bryant pun berdiri dan memasukkan ponselnya ke dalam saku jas nya. Dia langsung mengambil contoh undangan itu dan mengecup kening istrinya dan juga Amanda dengan hangat
"Ayah" tegur Rizky yang kaget melihat hal itu
Bryant menghentikan langkahnya dan menatap Rizky dengan sebelah alisnya terangkat
"Ada apa jagoan?" tanya Bryant
"Tidak ada lupakan saja" jawaban yang singkat itu justru membuat Bryant tertawa pelan
Bryant kembali melangkahkan kakinya dan berhenti ketika Alan sampai di ruangan itu
"Tuan Besar" sapa Alan sambil menundukkan kepalanya memberikan hormat
"Ahk kebetulan kau sudah pulang Alan. Ayo antarkan aku sebentar ke luar" ajak Bryant dan berjalan di depan Alan
Alan kembali menundukkan kepalanya dan bukannya berjalan menyusul Bryant, Alan justru berjalan dan berdiri di hadapan orang yang masih berada di ruangan itu
"Kau sudah kembali?" tanya Amanda
"Sudah Nona" jawab Alan sopan
"Pergilah menemani Ayah. Nanti datang ke ruang kerjaku setelah kembali" ucap Rizky yang juga berdiri dan meninggalkan dua wanita yang masih sibuk berbicara
Alan pun berjalan mengikuti Rizky. Namun berpisah ketika Rizky masuk ke dalam lift rumahnya dan Alan langsung berjalan ke luar Rumah dan masuk ke dalam mobil milik Bryant
🌻🌻🌻
__ADS_1