CEO My Husband

CEO My Husband
KEPUTUSAN ALAN


__ADS_3

Kicauan burung di pagi hari disertai dengan sinar orange yang memaksa masuk melalui kaca jendela mengawali pagi di hari yang baru


Amanda duduk di atas kasurnya dan tersenyum menghadap ke cahaya yang masuk. Sampai di tidak sadar ada seseorang yang memperhatikan dirinya


"Pagi" sapa orang tersebut


Amanda menoleh dan semakin mengembangkan senyumnya. Rizky berjalan dan naik ke atas kasur tersebut


"Kenapa aku merasa bahwa kau bukan dirimu Tuan Muda?" tanya Amanda menatap Rizky yang sudah ada di sampingnya


Rizky tak menjawab dan menempelkan dagu nya ke pundak Amanda. Tangannya tak lupa juga melingkar di pinggang Amanda


"Tidurmu nyenyak?" tanya Rizky


Amanda hanya berdehem sebagai jawaban atas pertanyaan Rizky


"Bagaimana denganmu?" Amanda menanyakan hal yang sama


"Tidak terlalu" jawaban singkat itu sudah biasa di dengar oleh telinga Amanda


"Mandi dan bersiap-siap lah nanti kau akan terlambat ke kantor" suruh Amanda berusaha melepaskan tangan Rizky


"Aku tidak ke kantor. Aku akan pergi bersama dengan Ayah" jawab Rizky


"Kalau begitu pergilah untuk bersiap. Tidak bagus membuat Ayah menunggu" bujuk Amanda lagi


Rizky menatap mata Amanda lalu turun ke hidung mancung dan semakin turun hingga ke bibir merah muda alami milik Amanda


Rizky langsung mengalihkan pandangannya dan turun dari kasur tersebut


"Kau juga bersiaplah" ucap Rizky kemudian berlalu meninggalkan Amanda

__ADS_1


Rizky menutup pintu Amanda dan bersandar di pintu itu


"Aku bisa gila kalau berada dan menatapnya sedekat tadi" ucap Rizky pelan sambil memegang dadanya


Dia pun berjalan menuju kamarnya dan melakukan ritual mandinya


🌻🌻🌻


Rizky menuruni anak tangga satu per satu dengan benda pipih berada di pipinya. Dia saat ini sedang berbicara dengan seseorang namun raut wajahnya tak bisa dibaca


Rizky melewati meja makan dan berjalan ke arah kolam renang Rumah Besar Keluarga Graham


"Hei Anak Muda, kau ingin membuat ku marah? Enak saja kau melewati ruangan ini tanpa berbicara sepatah kata pun" tegur Bryant memandang Rizky yang tetap berlalu


Bryant menggelengkan kepalanya tak percaya melihat Putra nya itu. Namun dia sadar bahwa sikap dari Rizky adalah sikapnya juga semasa muda dulu


"Amanda, mengenai Peraturan Keluarga nanti malam saja akan Ayah beritahu. Kau tidak masalah bukan?" tanya Bryant memandang Amanda


Amanda tersenyum hangat sambil menganggukkan kepalanya


Rizky pun memasukkan ponselnya ke dalam saku kemeja berwarna biru muda itu dan duduk tepat dihadapan Bundanya


Dan tak disangka bahwa Alan juga memasuki Ruangan itu. Namun bukannya segera mendudukkan dirinya dia justru berdiri tepat di hadapan semua orang


"Apa ada masalah Alan?" tanya Bryant dengan sebelah alisnya terangkat bingung


Alan menatap semua orang yang sudah duduk dan hendak menikmati sarapan pagi ini. Dia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan


"Alan sudah membuat keputusan mengenai pernyataan dari Tuan Besar yang hendak mengangkat saya menjadi salah satu anggota keluarga Graham" Alan membuka suara sambil tetap memandang wajah semua orang


Suasana seketika hening, tegang dan hawa disekitar mendadak panas. Amanda mengerjapkan matanya beberapa kali dan menatap Alan sama seperti yang dilakukan oleh semua orang

__ADS_1


"Alan berterimakasih sebelumnya atas niat baik dan keputusan besar yang diambil oleh Tuan dan Nyonya Besar. Saya menyetujui hal tersebut dan berharap Tuan, Nyonya dan semua anggota keluarga mau menerima dan membimbing saya menjadi anggota keluarga Graham yang baik dan bisa semakin dikenal oleh masyarakat luar" jawab Alan panjang


Semua hening tak ada yang memulai pembicaraan. Bryant pun memperlihatkan sebuah senyuman lebar dan berdiri


Seketika semua berdiri namun tidak dengan Rizky. Dia masih tetap pada posisinya


Bryant melangkahkan kakinya dan memeluk Alan sambil memukul punggung Alan dengan kuat


"Kau mengambil keputusan yang tepat Anak Muda. Tenang saja, secepatnya Rizky akan mengurus segalanya. Benar kan Rizky?" jawab Bryan sekaligus bertanya sambil melepaskan pelukannya


Dia menatap Rizky. Dan reaksi orang tersebut datar seperti biasanya


"Ahk tidak perlu Tuan Besar. Aku yang akan mengurusnya. Lagipula Tuan Muda sebentar lagi akan segera menikah jadi tidak baik baginya terlalu lelah sebelum pernikahan" Alan langsung menjawab Bryant


"Yang Pertama, tidak ada lagi panggilan Tuan dan Nyonya Besar atau Tuan dan Nona Muda. Yang ada hanya lah Ayah, Bunda, Kakak, Kakak Ipar dan juga adik.


Kedua, Rizky tidak akan mengurus surat adopsi mu tapi dia yang akan mengambil raport mu sebagai seorang kakak


Ketiga, kau akan diajari untuk mulai mengurus salah satu Graham Long's. Apakah sudah jelas?" tanya Bryant yang sudah menjelaskan segalanya dengan begitu jelas


Alan memberikan senyumannya dan menganggukkan kepalanya mantap


Bryant pun mengajak Alan untuk ikut sarapan bersama dengan mereka keluarga barunya. Amanda hanya tersenyum ketika matanya bertemu secara tidak langsung dengan mata Alan


"Ehem" deheman yang begitu kuat berhasil membuat semuanya melihat ke sumber suara


"Tenggorokan ku hanya sedikit tidak enak" jelas Rizky mencari alasan


Amanda yang tau kebohongan Rizky hanya berusaha untuk menahan tawanya dan menggelengkan kepalanya


Suasana sarapan pagi kali ini begitu hangat. Ada canda, kejahilan yang mengisi pagi mereka semua

__ADS_1


Tapi Rizky? Pria itu sedang memikirkan suatu hal yang sudah mengganggu pikirannya sejak selesai mandi tadi


🌻🌻🌻


__ADS_2