CEO My Husband

CEO My Husband
MENGANTARKAN RIZKY (1)


__ADS_3

Rizky menoleh ke samping nya mendapati gadis cantik yang masih terpejam. Dia tersenyum kecil dan kembali fokus pada perjalanan


Yah, mereka akan segera kembali ke Kediaman Graham. Setelah menghabiskan waktu berdua dengan sang istri. Dan menerima hak nya sebagai suami secara sukarela, kini Rizky akan menyelesaikan segalanya dengan secepat mungkin


("Kau harus segera menyelesaikan ini semua. Semua kekacauan dan masalah yang ada") batinnya meyakinkan dirinya sendiri


🌻🌻🌻


"Selanjutnya kau akan memeriksa mengenai properti yang ada bersama dengan Thio. Aku sudah mengatakan nya"


Gadis yang mengenakan sepatu hak tidak terlalu tinggi itu menghentikan langkahnya. Begitu pun dengan pria yang sedari tadi dia ikuti


Owner menaik kan sebelah alisnya menatap Nandini bingung


"Kenapa aku harus bersama dengan dia? Kenapa tidak bersama Tuan Muda saja?" tanya Nandini yang sudah mulai merasa kesal


"Karena aku tidak bisa. Pekerjaan ku tidak hanya ini. Lagipula hanya memeriksa kembali semua properti. Apa ada yang salah?" jawab Er yang sudah mengeluarkan mimik andalan nya


Nandini hanya menghela nafas pasrah. Karena ingin menolak pun dia tidak memiliki keberanian dikarenakan wajah dingin dan datar sudah dia lihat begitu jelas


Er yang tidak mendengar jawaban apapun kembali berjalan. Sedang gadis itu hanya menggerutu di belakang nya


Kembali menghentikan langkahnya tepat di sebelah mobil mewah berwarna silver dengan Thio yang juga sudah menunggu.


Menoleh ke belakang menunggu gadis yang sejak tadi hanya mengomel tidak jelas


"Kau akan diantarkan supirku sampai ke apartemen milikmu. Terimakasih untuk hari ini"


Nandini menatap sinis pria yang juga sedang menatapnya


"Kau akan pergi?"


Oke baiklah dikarenakan pekerjaan mereka sudah selesai, maka tidak perlu memakai bahasa yang begitu formal


"Aku ada pekerjaan lain dengan Thio. Masuk lah ke mobil, mereka akan mengantarkan mu dan mengawal mu"


"Kau jangan mengerjakan hal yang akan membuat Kak Rizky mengamuk yah. Dia akan segera pergi jadi jangan menambah masalah" jelas Nandini dengan lembut


Thio yang mendengar itu hanya menahan senyumnya dan berusaha tidak peduli


"Tenang saja. Aku tidak akan menimbulkan masalah baru. Pergilah"

__ADS_1


Nandini menurut, dia berjalan menuju mobil yang lainnya. Namun


"Awww. Apa masalahmu heh Nandini"


Nandini berlari dan langsung masuk dan mengunci pintu mobil itu dengan cepat.


"Gadis sialan!"


Bugh


"Dia masih adikku jika kau lupa" ucap Er setelah menendang tulang kering sahabatnya itu dan segera masuk


"Aissss kakak dengan adik sama saja. Sial!" keluh Thio


Kasihan sekali kaki mu, Thio!!!


🌻🌻🌻


Amanda membuka kedua kelopak matanya. Dia menatap sekitar dan mendapati pria tampan yang duduk di sebelahnya dengan ponsel yang senantiasa berada di tangan nya


"Kenapa tidak membangun kan ku?"


"Tidak masalah. Lagipula kita sudah ada di rumah. Tidur mu nyenyak?"


"Hmmm. Maaf membuatmu harus menunggu ku sampai bangun" ucap Amanda yang sudah mulai merapikan rambut dan juga penampilan nya


"Kita turun?"


Amanda menganggukkan kepalanya setuju dan langsung membuka pintu mobil. Sepasang suami istri itu berjalan bersamaan menuju


"Kalian bersenang-senang?"


Suara itu membuat langkah suami istri itu berhenti. Mendapati Sang Ayah baru saja turun dari mobil mewah itu


"Ayah" panggil Amanda begitu lembut dan berjalan mendekati Bryant


"Ada apa sayang? Apa Rizky memarahi mu?"


"Tidak, Ayah. Aku hanya merindukan Ayah" jawab Amanda yang masih memeluk pria paruh baya itu


Suara tawa terdengar begitu jelas membuat gadis itu ikut tertawa pelan

__ADS_1


"Baiklah. Ayo masuk dan makan malam. Pasti Bunda sudah menunggu kita"


Mereka bertiga melangkah masuk ke dalam rumah besar. Dan benar saja, Lyla sudah repot berjalan kesana kemari mengatur makan malam


"Butuh bantuan, Bunda Ratu?"


Lyla menghentikan pergerakan nya dan mendapati Menantu, Putra serta Suaminya sudah berdiri di ruang tamu


"Ahk kalian sudah kembali. Tidak perlu sayang. Ayo, kalian pergilah mandi dan kita akan makan malam bersama. Semua begitu cepat kembali hari ini, ada apa?" jawab Lyla yang sudah kembali dengan aktivitasnya


Menuruti ucapan Sang Bunda, menaiki anak tangga. Bryant menaiki anak tangga sebelah kiri sedang sepasang suami istri itu sebelah kanan


🌻🌻🌻


"Jadi, Tuan Muda Rizky kapan kau akan pergi?" pertanyaan itu menghiasi makan malam yang sedang berlangsung


Merasa namanya disebutkan, pria tampan dengan pakaian santai yang dia kenakan langsung menoleh menatap ke arah Ayahnya


"Besok pagi pukul 5, Ayah"


"Apa semua sudah kau persiapkan? Tujuanmu kali ini begitu serius, Ayah harap kau bisa menyelesaikannya tanpa harus terluka sama sekali. Kau mengerti?!"


"Hmmm. Kalian tenang saja, lagi pula semua sudah aman terkendali. Segalanya sudah ku atur sesuai posisi dan porsinya. Alan, Er dan juga Thio juga sudah mengerti akan tugas mereka. Jadi, ayah hanya perlu memantau mereka dan juga para wanita di rumah ini" jelas Rizky dengan santai


"Apa kakak sudah menghubungi Paman Chen?"


Rizky hanya menjawab dengan anggukan kepala.


"Apa ada masalah dengan urusan kantor?"


"Tidak ada, Kak. Semua sudah diperiksa sesuai dengan jadwal. Besok Nandini dan juga aku akan menemui Keluarga Bohn untuk memperjelas kerjasama yang sudah kita lakukan" jawab Er menjelaskan


Rizky menghela nafas dengan lega. Dia menatap ke samping kanannya dan mendapati wajah istri kecilnya yang sibuk mengunyah dengan tenang tanpa terusik sama sekali


Sekilas, senyum kecil milik pria itu terbit dan menggenggam tangan Amanda dengan lembut. Amanda menoleh dengan kedua mata bulat yang mengerjap dengan imutnya


"Aku akan baik-baik saja hmmm" bisik Rizky seakan tau hal yang dikhawatirkan gadis itu tanpa harus mengucapkannya


Amanda tersenyum lebar merasa lega mendengar jawaban dari sang suami. Jauh dalam hati, itu yang dia khawatirkan dengan sangat


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2