CEO My Husband

CEO My Husband
MEMULAI KESIBUKAN


__ADS_3

Gorden kamar sudah terbuka lebar secara otomatis. Cahaya matahari berhasil menembus kaca jendela kamar milik Amanda dan juga Rizky


Amanda mengerjapkan matanya berulang kali dan berhasil membuka matanya dengan sempurna. Amanda menoleh ke samping dan sungguh... Pemandangan paginya sangat luar biasa indah


Amanda membuat kedua tangannya menjadi bantal di kepalanya. Dia masih memandang wajah Rizky yang sudah sah menjadi suaminya itu


"Apa ada yang salah dengan wajahku?" tanya Rizky tiba-tiba dengan suara khasnya


Amanda terkekeh pelan dan merapikan rambut Rizky yang berantakan


"Yah... aku melihat ada kotoran cicak di rambutmu ini" jawab Amanda asal


"Aku tidak sebodoh itu Manda. Jika ada kotoran kau tidak akan memegang rambutku" ucap Rizky masih memejam kan matanya


Amanda kembali terkekeh dan mengelus pipi Rizky


"Kau tidak pergi ke kantor? Pasti sudah banyak pekerjaan yang menumpuk"


Rizky membuka matanya dan memandang wajah Amanda. Detak jantungnya berpacu dengan cepat. Jarak antara dirinya dan juga Amanda sangat dekat saat ini


Dia menampilkan senyum kecilnya dan menyingkirkan anak rambut Amanda yang menutupi wajah Amanda


"Biarkan saja" jawab Rizky singkat


Rizky semakin menarik badan Amanda untuk lebih mendekat. Tangannya masih memeluk pinggang Amanda dengan erat


Amanda membenamkan wajahnya ke dada bidang milik Rizky. Wangi Rizky masih menjadi candu dan rindunya. Wanginya masih menenangkan dan belum terganti walaupun dia sudah tidak sadarkan diri selama hampir seminggu


"Kau benar-benar tidak ingin ke kantor? aku sudah dalam keadaan baik. Jadi jangan semakin membuat pekerjaanmu bertambah banyak" ucap Amanda pelan


"Baiklah jika itu yang kau katakan. Sebentar lagi aku akan bersiap dan biarkan seperti ini dulu"


Mereka sama-sama memejamkan mata mereka menikmati suasana seperti ini. Hingga pertanyaan yang dilontarkan oleh Rizky membuat Amanda menjauhkan dirinya


"Kau tidak ingin berlibur sekaligus Berbulan Madu?" tanya Rizky dengan senyuman yang tentu saja tak dapat dilihat oleh Amanda


Pipi Amanda mengeluarkan rona merah muda dan dia langsung bangkit dari tidurnya


"Mandilah Ky" ucapnya singkat


"Ck kau tidak bisa mengalihkan pembicaraan begitu saja Nona Graham. Jawablah"


"Aku tidak ingin oh bukan tidak ingin. Hanya belum mau. Sudahlah aku akan cuci muka terlebih dahulu dan turun ke bawah"


Amanda benar-benar meninggalkan Rizky yang sudah duduk di atas kasur miliknya dan memandang punggung Amanda yang mulai masuk ke dalam kamar mandi


"Gadis itu benar-benar akan membuat ku gila" ucap Rizky memijit pangkal hidungnya pelan


🌻🌻🌻


Amanda suruh berhasil membujuk Rizky untuk bersiap lebih awal. Dia menuruni anak tangga dan melihat suasana dapur dan ruang tamu masih diisi oleh para pelayan. Dimana Bunda?


"Selamat Pagi Nona" ucap salah satu pekerja yang kebetulan sedang membersihkan patung yang ada di ujung anak tangga


"Selamat Pagi. Apa Bunda belum bangun?"


"Belum Nona"


Amanda menganggukkan kepalanya singkat dan berjalan menuju dapur. Tidak masuk hanya berdiri di luar pintu dapur itu saja. Dia masih menerima dan akan menghargai semua perkataan Rizky karena mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri


"Apa Bunda sakit?" tanya Amanda kepada dirinya

__ADS_1


Amanda segera menjauhkan pikiran itu dan dia pun meninggalkan ruang dapur dan berjalan keluar rumah menuju ke taman Rumah Besar.


Nampaknya semua sudah melakukan pekerjaan sesuai dengan pekerjaan mereka. Amanda terus berjalan hingga berhenti di depan rumah kaca. Dia pun memilih masuk ke dalam dan melihat semua bunga yang sudah bermekaran



Dia mengembangkan senyumnya dan mulai melanjutkan langkahnya untuk semakin masuk lebih dalam. Dia baru tau jika Rumah kaca ini tersambung ke salah satu ruangan yang ada di Rumah Besar



Dia pun menatap kaca itu lama hingga suara sapaan terdengar jelas di telinganya


"Selamat Pagi Nona Muda"


Amanda terkejut dan menoleh ke belakang. Dia menampilkan senyumnya dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas sapaan itu


"Apa Nona membutuhkan sesuatu?" tanya pekerja itu


"Oh tidak tidak. Saya hanya berjalan pagi saja dan berhenti di sini. Saya ingin menanyakan sesuatu" jawab Amanda


"Silahkan Nona"


"Rumah kaca ini tersambung ke ruangan mana?" tanya Amanda yang memang sedari tadi sudah ada di kepalanya


"Oh Rumah Kaca ini tersambung ke Ruang Baca yang ada di Perpustakaan Nona" jawab pekerja itu dengan sopan


Amanda mengangguk anggukkan kepalanya mengerti dan menatap sekelilingnya


"Apa kau yang bertugas di sini?" tanya Amanda memastikan


"Iya Nona. Saya bekerja di Rumah Kaca ini untuk merawat semua tanaman yang ada"


"Kau di sini rupanya"


"Selama Pagi Tuan Muda Iky" sapa pekerja itu


"Selamat Pagi Paman. Lama tidak berjumpa" jawab Rizky dengan sopan


"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan dan Nona Muda"


Rizky hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan mendekat ke arah Amanda. Dia memeluk Amanda dan menaruh kepalanya di tengkuk leher Amanda


"Masih pagi dan kau sudah sangat manja Tuan Muda Rizky" ucap Amanda sembari terkekeh pelan


"Biarkan saja. Aku hanya lelah"


"Kau lelah? Kalau begitu jangan bekerja untuk hari ini"


"Aisss Amanda, aku sudah menuruti semua perkataanmu. Dan aku sudah menelepon Nandini untuk menyusun satu per satu jadwal ku. Sekarang kau menyuruhku untuk tidak bekerja"


"Ck kau ternyata sangat bawel Tuan Muda. Baiklah kalau begitu kau bekerja saja"


Rizky hanya diam dan masih memeluk tubuh mungil Amanda dengan erat. Rasanya dia sangat merindukan gadisnya itu dengan waktu yang lama. Dia rindu mencium wangi Amanda yang selalu berhasil membuatnya tenang


"Apa Bunda sudah bangun?" tanya Amanda lagi


Rizky hanya berdehem sebagai jawaban atas pertanyaan Amanda


"Kalau begitu ayo masuk. Bunda pasti akan mencari kita untuk menyuruh sarapan bersama" ajak Amanda


Rizky kembali menegakkan kepalanya dan menatap manik mata cokelat milik Amanda. Hanya ada mata sayu yang lagi dan lagi membuat Rizky kesal namun hal itu berhasil ditutupi oleh Rizky

__ADS_1


"Ayo" ucap Rizky dan langsung menggenggam tangan Amanda


Mereka berjalan melewati para pekerja yang memberhentikan pekerjaan mereka hanya sekedar memberikan sapaan atau menundukkan badan memberi hormat


Ada yang menahan senyum karena melihat kehangatan dan juga keromantisan yang mereka lihat sepagi ini


Rizky terus menarik Amanda masuk dan melihat Lyla yang sedang menyiapkan makanan di atas meja makan


"Pagi Bunda" sapa mereka berdua secara kompak


Lyla memberikan senyumnya dengan sangat lebar dan berjalan mendekat ke arah Amanda dan juga Rizky


"Selamat Pagi. Bunda sangat senang melihat pemandangan seperti ini sepagi ini. Sangat menghangatkan hati"


Amanda tersenyum mengembang dan memeluk Lyla. Lyla tentu saja membalas pelukan Amanda


"Ayo duduklah. Kita akan sarapan bersama" suruh Lyla


Rizky mencium pipi Lyla dan berjalan menuju meja makan


Suara langkah kaki menuruni anak tangga terdengar di telinga mereka


"Selamat Pagi dunia. Selamat Pagi Keluargaku tercinta" teriak orang tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah Er


Er memang selalu membuat orang disekitarnya merasa malu oh bukan melainkan merasa ikut bahagia


"Jangan berteriak Er" tegur Rizky menatap ke arah Adiknya itu


"Hehehe maafkan daku wahai kakakku tersayang" balas Er dengan cengiran kudanya


Bryant, Alan dan juga Thio sudah duduk di tempatnya


"Selamat Pagi Kakak Iparku tercantik, termanis, terbaik dan tersayang" ucap Er lagi mencium pipi kiri Amanda


Amanda hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah dari Adik Ipar terkecilnya itu


"Selamat Pagi Er. Duduklah" ucap Amanda sambil merapikan sedikit rambut Er


Er mengembangkan senyumnya dan duduk di kursinya. Senyum itu menghilang ketika mendapat tatapan tajam dari Rizky. Er kembali memberikan cengiran nya dan membuat 2 jarinya di samping pipinya


"Kakak gua galak amat" ucap Er


"Er, harus berapa kali Ayah bilang jangan menggunakan bahasa itu. Bahkan Thio saja tidak menggunakan bahasa daerahnya" tegur Bryant


"Siapa bilang? Ayah hanya tidak tau saja perilaku sebenarnya dari Thio. Jika Ayah tau pasti Ayah juga akan memarahinya" jawab Er dengan nada kesalnya


Sedangkan Thio hanya berusaha menahan tawanya. Alan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Er yang sering berubah menjadi kekanak-kanakan itu


🌻🌻🌻


KAYAKNYA AUTHOR PERLU MEMBERIKAN GAMBAR YANG SEGAR-SEGAR UNTUK KALIAN


SELAMAT TAHUN BARU 2021 UNTUK SEMUANYA YAH





__ADS_1



🌻🌻🌻


__ADS_2