CEO My Husband

CEO My Husband
SIAPA KEKASIHNYA? (2)


__ADS_3

Dengan langkah pasti namun santai Er menuruni anak tangga. Wajah yang sudah tampak cerah kini semakin cerah


Dengan hoodie berwarna abu-abu dengan celana panjang yang melekat di tubuhnya. Tak lupa jam tangan dan juga aksesoris lainnya yang ikut menambah kesan yang baik. Rambut yang sudah di sisir rapi. Er saat ini sudah seperti malaikat dengan wajah cerah meningkat. Benar-benar Putra Keluarga Graham tidak ada yang mengecewakan


"Kali ini kau akan pergi kemana lagi hah? tidak bisakah kau berdiam diri sehari di rumah?"


Suara itu membuat pria tampan itu memberhentikan langkahnya lalu menatap ke sumber suara


"Ayah, aku hanya pergi ke luar sebentar dan akan kembali. Aku sudah mengatakannya bukan? Ayah tidak perlu khawatir kami semua akan baik-baik saja" jawabnya memegang pundak Bryant


Bryant memicingkan matanya menatap curiga putra bungsunya itu


"Kau sangat wangi Er. Apa kau akan berkencan dengan seorang gadis?" tanya Bryant dengan curiga


"Ayolah Ayah. Tidak selamanya semua putramu wangi dan berpakaian rapi akan pergi berkencan. Aku hanya pergi menemui temanku saja" jawabnya mencari alasan


"Apakah gadis itu Dokter Shen Lin? Jika iya maka bagus. Ayah tidak akan melarangmu. Ayo pergilah sekarang, jangan membuatnya menunggu"


Bryant mendorong tubuh putranya itu menuju pintu utama. Er hanya menatap. Ayahnya tak percaya dengan gelengan kepala yang terlihat jelas


Bryant bahkan membukakan pintu mobil lalu menyuruh Er untuk segera masuk dan menutup pintu itu dengan lumayan kencang. Dia melambaikan tangannya lalu melangkah masuk ke dalam mobil mewah milik putranya itu


Er terkekeh sembari menggaruk pelipisnya menatap kepergian Ayahnya itu


"Semua manusia sudah tidak waras. Apa istimewanya gadis itu sampai-sampai Ayah sangat bersemangat seperti itu" lirih Er dan menyalakan mesin mobil nya


🌻🌻🌻


"Oh astaga bukan kah itu putra bungsu Graham? Ahhh dia sangat tampan"


"Apa dia sedang menunggu seorang wanita? Astaga, siapa wanita beruntung yang ditunggu oleh salah satu putra Graham?"

__ADS_1


"Ehk aku dengar dari berita-berita yang beredar belakangan ini. Putra bungsu Graham sedang menjalin hubungan dengan seorang gadis. Aku sangat penasaran siapa gadis itu"


Er yang mendengar bisik-bisik itu hanya bisa menghela nafas panjang lalu menikmati secangkir kopi susu yang dia pesan tadi


("Baiklah Nona Lin Lin, sudah 2 kali kau membuatku menunggu seperti ini. Kau juga sudah tidak waras Er, harusnya kau bisa mengambil pembelajaran sejak pertemuan pertama waktu itu") batinnya yang sudah ingin merutuk semua orang


Fokus pada ponselnya,Er bahkan tidak menyadari bahwa sedari tadi ada seseorang yang memantau semua gerak gerik yang dia lakukan


"Kau sudah menunggu lama? Maafkan aku karena selalu membuatmu menunggu"


Er mendongak kan kepalanya menatap gadis dengan rambut acak-acak kan yang sudah duduk di hadapannya saat ini


Bisik-bisik semakin terdengar jelas bahkan lebih menyudutkan gadis itu. Er berpindah duduk menjadi di samping gadis itu lalu menarik bahunya agar menghadap dirinya


"Ini kali terakhir kau membuatku menunggu Nona Lin Lin. Apa semua manusia yang ada di rumah sakit itu selalu membuatmu repot dan sibuk seperti ini hah?" bisik Er sembari merapikan rambut gadis itu


"K-kau sedang apa? Apa kau saat ini buta? Ada banyak mata yang saat ini tertuju kemari Er. Jangan membuat isu itu semakin panas"


"Permisi Tuan Muda, apa kami sudah bisa menyajikan makanan untuk kalian?"tanya seorang Pelayan yang datang ke meja mereka


Er menganggukkan kepalanya tanpa menoleh sedikit pun. Lin Lin hanya bisa menautkan kedua alisnya bingung. Pria di hadapannya saat ini, seperti bukan pria yang dia temui beberapa bulan yang lalu


"Kau benar-benar Owner Graham? Tuan Muda Bungsu Graham?"


Er tersenyum kecil lalu menjauhkan tangannya dan menatap lekat ke bola mata cokelat milik gadis cantik itu


"Apa ada bagian dari wajahku yang berubah?"


"Aku serius. Sikapmu hari ini seperti bukan sikapmu beberapa bulan yang lalu. Dimana Owner yang dingin dan kaku terhadap wanita kecuali Bunda dan juga Kakak Ipar Amanda?" tanya Lin Lin masih menatap manik mata itu berusaha mencari titik kebohongan di sana


"Berusahalah untuk menerima semua perubahan yang ada pada diriku Nona. Aku akan selalu berubah setiap waktu, bukan hanya hari ini"

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Er kembali berpindah ke posisi semula. Duduk di hadapan gadis itu lalu meletakkan ponselnya di atas meja


("Dia benar. Setiap waktu sikapnya pasti akan berubah. Lihat, baru saja dia bersikap hangat sekarang sudah kembali menjadi dingin dan kaku. Benar-benar di luar dugaan. Dasar") rutuk Lin Lin dalam hati sembari menatap objek di depannya saat ini


"Aku ke permisi ke toilet dulu" pamit Lin Lin dan membawa ponselnya


Er hanya menatap punggung kecil gadis itu tanpa membuka mulut sedikit pun. Owner ini memang manusia yang sangat langka, entah bagaimana dia bisa berubah secepat itu


"Apa kau lihat gadis yang bersama dengan Tuan Muda Graham itu? Apa mereka benar-benar menjalin hubungan? Tapi bukankah gadis itu terlihat sangat biasa untuk bersanding dengan Putra Bungsu Graham?"


"Aku yakin, pasti gadis itu yang menggoda Tuan Muda Er. Karena sangat tidak mungkin seorang pria terhormat sepertinya memiliki selera biasa seperti itu"


"Kau benar sekali. Kita perlu mencaritau asal usul gadis itu. Berani sekali dia menjalin hubungan dengan Putra Bungsu Graham. Dia tidak tahu, bahwa harapan kita hanya tinggal dia dan juga sahabat Er itu"


Belum sampai Lin Lin menginjakkan kakinya untuk masuk ke dalam toilet, kebisingan di dalamnya sudah membuatnya untuk menghentikan langkahnya itu


Dia menarik kedua sudut bibirnya lalu berbalik berniat untuk kembali. Namun langkahnya kembali terhenti dan raut wajahnya kaget melihat pria yang bersamanya tadi sudah berdiri di depannya dengan bersidekap dada


"Masuk dan hiraukan saja. Jangan biarkan orang-orang memberikan komentar buruk mengenai dirimu sendiri. Pergilah aku akan menunggu di sini" jelas Er dan menyuruh gadis itu kembali masuk


Senyum itu langsung mengembang secara sempurnya. Er benar-benar sulit untuk di tebak. Dia pun kembali melangkah masuk dan membiarkan beberapa gadis itu menatapnya penuh dengan tanda tanya


Ketika Shen Lin masuk ke dalam, pria itu langsung merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya berniat menghubungi seseorang


"Apa kau sibuk? Ada beberapa tugas yang harus kau selesaikan sebagai seorang wanita. Aku akan kirim lokasinya dan masuk lah melalui pintu belakang" ucap Er langsung ketika panggilan itu tersambung


Memasukkan kembali ponselnya lalu tersenyum devil


"Jangan ganggu orang yang berada di dekatku. Atau kau akan habis" lirih menatap lurus ke depan


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2