
Owner dan juga Thio, yah kedua pria itu berada di kamar Tuan Muda Bungsu Graham. Hanya ada keheningan sejak 10 menit setelah Thio masuk ke dalam nya
"Apa... Kau tidak akan berbicara? Aku tau kau menyembunyikan sesuatu kan? Katakan apa yang harus aku kerjakan sekarang" ucap Thio yang senantiasa menatap sahabatnya itu dengan tenang
Owner menatap ke balkon kamarnya. Menerawang jauh ke depan mengingat apa yang dia dengar dari informan kepercayaannya
"Kau tau... Dia sudah kembali. Bahkan sudah lama" lirih nya sembari menghela nafas panjang
Thio yang langsung mengerti mendadak menjadi kaku. Terkejut? Sudah pasti!
"Ba-bagaimana bisa? Ahk mak-maksudku, kau sudah yakin? Jika memang sudah kembali maka aku akan bertemu dengannya walau secara tidak sengaja" sanggah Thio yang sudah berdiri dan bergerak gelisah
"Dan dia sudah meneror Kakak Ipar. Masalahnya adalah, pada saat ingin melacak isi ponsel Kakak Ipar, dia sudah bergerak terlebih dahulu untuk menghapus segalanya dengan bersih. Bahkan bekas penghapusan aja tidak ada"
Setelah mengatakan itu, kembali suasana menjadi hening. Kedua pria muda itu sangat berpikir keras. Bagaimana bisa Dia kembali? Bahkan setelah keadaan sudah begitu baik?!
"Kita harus segera menuntaskan ini, Er. Harus membahas ini dengan Tuan Besar. Jangan sampai Tuan Muda Rizky tau akan hal ini. Dia akan sangat bingung karena situasi yang sudah tidak menentu seperti ini"
"Tidak. Kita harus mencari tau keberadaannya terlebih dahulu. Chif, masih mencari lebih dalam akan keberadaannya dan juga yang menyangkut dengannya. Bagaimana bisa dia masuk ke Negara ini tanpa ada yang memberitahu ku atau kau"
"Benar. Bagaimana caranya dia bisa datang ke Negara ini. Semua sudah kita omongkan baik Bandara, atau lainnya. Aku akan membantu Chif juga. Lantas, untuk saat ini kita harus menyembunyikan semuanya dari Tuan Besar?"
"Ya. Sampai acara pernikahan Kak Alan selesai dan semua nya sedikit tenang. Jadi sebelum itu, kalian sudah harus memberikan ku informasi yang lebih lengkap"
Sedikit mengenai Chif! Pria berusia 19 tahun itu ditemui oleh Owner dan juga Thio di Brazil ketika mereka masih berkuliah dulu. Pada saat itu, mereka sedang mencari sebuah bahan praktik yang hanya bisa ditemukan Negara itu.
Singkat cerita, mereka bertemu dengan Chif yang sedang dalam keadaan sangat menyedihkan. Dengan luka bakar di lengan nya yang sudah melepuh, pipi yang berdarah dan juga kaki kiri yang juga mengeluarkan banyak darah
Owner juga memiliki hati yang lembut, dia menyuruh Thio untuk membawanya ke Rumah Sakit. Dikarenakan hal itu, mereka berdua menetap di sana selama kurang lebih 2 bulan. Bersyukurnya Owner adalah Mahasiswa yang sangat dihormati jadi dia langsung memberikan alasan ketidakhadirannya langsung kepada Rektor dan mengatakan akan mengganti mata kuliah yang tertinggal
Chif yang hidup sebatang kara di Negara itu dengan utang yang juga mengikut sertakan dirinya. Tidak tau membalas budi seperti apa. Owner yang sudah bisa menilai bahwa orang yang dia tolong memiliki sesuatu dalam dirinya, langsung menyuruh Chif untuk ikut bersama dengan mereka
Lalu selanjutnya, Owner menjelaskan apa yang akan pria itu lakukan dibawah pengawasan Thio. Thio memberikan pendidikan atas suruhan Tuan Mudanya. Mulai dari pembelajaran segala hal, latihan tembak, bela diri, berkuda, mengemudi dan semua hal yang benar-benar akan sangat membantu mereka
Dan, ternyata semua tidak sia-sia. Semua hal yang ingin diketahui oleh Owner, diberikan oleh Chif. Gudang persenjataan di bagian Timur juga ditanggung jawabi oleh pria itu
Tok tok tok
Suara ketukan pintu terdengar, kedua pria itu saling menatap sampai pada Thio yang memilih untuk membuka pintu kayu tersebut
Menampilkan wajah Alan dengan setelan kantor tadi pagi. Ternyata pria itu baru saja kembali dan belum membersihkan dirinya
__ADS_1
"Masuk, Kak" ucap Owner dengan sopan
Alan masuk dan langsung berbincang mengenai pekerjaan di perusahaan dengan Thio dan juga Owner.
🌻🌻🌻
"Kalian kurang lama para Tuan Muda?" sindir Bryant yang tanpa menoleh ke sumber suara itu
Ketiga Tuan Muda itu menuruni anak tangga dengan santai. Walau sadar bahwa Tuan Besar mereka kini sudah sangat jengah dikarenakan mereka yang sangat lama untuk turun
"Kalian ini! Tidak tau bahwa Ayah sudah sangat lapar hah?" hardik Bryant menatap tajam ketiganya
"Memangnya kapan Ayah tidak lapar?"
Siapa lagi jika bukan Owner yang dengan beraninya meledek Ayah nya itu
"Sudah sudah. Ayo kita mulai makan malamnya"
Lyla langsung menengahi sebelum perdebatan panjang itu dimulai. Menyajikan nasi, lauk dan sayur untuk suaminya. Begitu pula Amanda yang membantu menyendokkan untuk Owner dan Thio
Alan? Tentu saja sudah ada calon isterinya yang mulai belajar untuk melayani keperluan pria tampan itu.
Akhirnya suara lembut itu masuk ke dalam indera pendengaran semua orang. Bryant menganggukkan kepalanya menyetujui akan ucapan sang Menantu
Sedangkan Er dan juga Thio hanya menatap penuh arti ke arah wanita cantik yang saat ini sudah duduk di tempatnya
Makan malam berjalan tanpa ada nya obrolan. Hanya suara dentingan sendok dan piring yang terdengar. Dan tak terasa satu per satu diantara mereka sudah menyelesaikan makan malam dengan santai
🌻🌻🌻
"Amanda, jam berapa kau akan pergi sayang?"
Hari berganti, dan atas izin dari Ayah Mertuanya itu, akhirnya Amanda bisa berkunjung ke rumah yang diberikan sang suami untuknya
"Hmmm sepertinya sore nanti, Ayah"
Bryant menganggukkan kepalanya dan melihat istrinya yang sibuk memakaikan dasi untuknya dengan serius.
"Apa Rizky sudah menghubungimu?"
"Dia hanya mengirimkan pesan saja. Mengatakan dia sudah sampai dengan aman dan akan langsung menemui Ayah Zaen" jelas wanita itu dengan cepat
__ADS_1
"Tenang lah hmmm. Dia akan dengan cepat menyelesaikan nya. Kau akan pergi bersama siapa nanti?"
"Dengan ku"
Suara sahutan itu membuat ketiga manusia menatap ke arahnya. Ada Owner yang sudah mengenakan setelan kantor yang sudah sangat rapi. Ahk mungkin tidak terlalu rapi dikarenakan dasi yang belum melekat di lehernya
"Tolong pakaikan, Kak" pintanya dengan tulus
Amanda mendekat sembari tersenyum. Namun sejenak dia diam, menyadari bahwa Adik Iparnya itu sama tingginya dengan suaminya. Dia berbelok mengarah ke dapur membuat Owner dan Bryant menatap dengan penuh tanya
"Kemari"
Owner terkekeh begitu pun sepasang suami istri itu. Amanda berdiri di atas kursi kecil berbahan kayu yang cukup kuat
"Aku akan ke kantor terlebih dahulu. Maaf karena tidak jadi lari pagi dengan kakak tadi. Ada berkas yang harus Owner cari tadi"
"Tidak masalah. Apa ada masalah di kantor?"
"Dia akan memimpin rapat kali ini. Jika kita kalah tender, maka dia akan dihabisi Rizky sepulang nya nanti" bukan Owner yang menjawab melainkan Bryant yang sudah menatap mereka berdua
Helaan nafas pasrah terdengar begitu jelas. Amanda tertawa kecil sedangkan Bryant sudah pergi meninggalkan mereka
"Apa kau takut?"
"Sedikit. Membayangkan nanti aku akan dihabis oleh Kak Rizky sangat membuatku ingin menghilang saja. Lagipula kenapa dia harus menyuruhku untuk kali ini. Biasanya juga dia akan menyuruh Kak Alan"
"Itu artinya dia sudah mempercayai mu untuk memegang tanggung jawab yang lebih besar. Sudah"
Amanda turun dengan tangannya yang dipegang erat oleh Adik Iparnya takut jika dia terjatuh
"Dengar Er, kalian semua itu hebat. Jadi kakak yakin kau juga akan memenangkan nya kali ini. Sama seperti sebelumnya. Jika sebelumnya ada Rizky dan Alan yang memenangkan nya, maka kali ini kau yang akan memenangkan nya. Semangat, Adik Ipar tampan kakak"
Penjelasan Amanda yang begitu tulus membuat senyum mereka dengan indah dikeluarkan oleh Owner.
"Terimakasih Kak. Aku akan pergi sekarang"
Amanda menatap kepergian pria itu dengan tatapan yang sendu.
("Bahkan kakak akan selalu menyemangati kalian sampai kapan pun walau tidak selamanya bisa secara langsung")
🌻🌻🌻
__ADS_1