
Alan menuruni anak tangga dengan senyum yang bisa dilihat oleh semua penghuni Rumah Besar milik Graham
"Er" panggilnya ketika melihat Er yang sedang berjalan namun dengan pandangan yang fokus ke layar ponsel yang ada di genggaman nya
"Iya Kak" jawab Er langsung berbalik dan menatap Alan yang masih berada di anak tangga
Alan segera mempercepat langkahnya hingga sampai di anak tangga terakhir. Dia berdiri tepat di depan Er dan menatap lama Er tanpa membuka suara sama sekali
"Kakak membutuhkan bantuanku?" tanya Er langsung karena merasa bahwa situasi nya saat ini sangat membuat orang juga menyimpan banyak tanda tangan
"Kau sibuk?" tanya Alan
"Tidak. Hari ini aku santai. Ada apa?"
"Aku berencana ingin membawa Kakak Ipar dan Zaen untuk keluar berbelanja atau sekedar berjalan-jalan. Bagaimana menurutmu?" jelas Alan masih setia menatap Er
Er memiringkan kepalanya dengan tatapan yang masih berada di manik mata milik Kakak Keduanya itu
"Kau... kau baik-baik saja bukan? Isss... kenapa aku merasa kau sedikit aneh hari ini. Selama sarapan tadi kau hanya diam saja dan sekarang kau mengajak kami untuk keluar? Aku takut melihatmu lama kelamaan kak"
Raut wajah Alan berubah menjadi datar tanpa ekspresi sedikit pun. Dia menghela nafas dan menggaruk pelipisnya
"Kau mau atau tidak?" tanya Alan memastikan
"Baiklah baiklah aku akan ikut. Tapi kita akan bertanya dulu kepada Kak Iky" ucap Er memutuskan
"Aku sudah mengatakan pada nya. Dia sedang mengurus kantor dan memberikan tanggung jawab pada kita bertiga. Pergi bersiaplah dan ajak Thio. Aku akan mencari Kak Amanda"
Alan pergi meninggalkan Er yang masih diam namun masih menatap Alan
"Dia baik-baik saja kan?" tanya Er sedikit berbisik
Er menggelengkan kepalanya tak ingin berpikir lebih jauh. Dia segera menaiki anak tangga untuk menuju kamar nya
π»π»π»
Alan menyusuri taman Rumah masih mencari keberadaan Kakak Iparnya dan juga Kekasihnya yang sedari tadi belum ditemukannya
Hingga langkah kakinya berhenti tepat di Taman Belakang Rumah karena sudah mendengar tawa bahagia dari 2 orang wanita yang sedari tadi di cari
"Kalian disini ternyata" ucap Alan sembari tersenyum
Amanda menoleh begitu pula dengan Zaen
"Kau mencari kami? Ada apa?" tanya Zaen yang sudah mewakili pemikiran Amanda saat ini juga
"Kami bertiga ingin mengajak kalian berdua untuk pergi berjalan-jalan ke luar" jawab Alan masih dengan senyumnya yang bisa dilihat
"Benarkah?" tanya Amanda begitu antusias
Alan yang mendengar nada semangat dari Kakak Iparnya itu pun menganggukkan kepalanya dengan semangat juga
"Ayo bersiaplah" ucap Alan
"Ayo Zaen" ajak Amanda yang sudah menggenggam tangan Zaen berniat untuk menariknya
"Tapi Bunda?" tanya Amanda lagi menghentikan langkahnya
"Oh, Bunda memberitahu bahwa dia pergi bersama dengan Ayah ke kantor. Sejak tadi Bunda juga mencari tau keberadaan Kakak tapi tidak menemukannya. Jadi Bunda menitipkan pesan seperti itu padaku" jawab Alan langsung
Amanda menganggukkan kepalanya dengan mulut yang sudah membulat
__ADS_1
"Ayo Zaen" ajak Amanda lagi menarik tangan Zaen agar Zaen mengikuti langkahnya
π»π»π»
Menunggu beberapa menit akhirnya kedua Wanita kesayangan Tuan Muda Graham itu sudah menuruni anak tangga dengan penampilan yang rapi dan tetap terlihat cantik
"Sudah siap?" tanya Thio yang sudah sedari tadi menunggu di sofa Ruang Keluarga
Amanda tersenyum dan berhenti menunggu Thio yang baru hendak berjalan
"Ayo" ajak Thio dengan tersenyum
Amanda dan Zaen berjalan bersama dengan Thio yang mengikuti dari belakang
Terlihat Alan dan juga Er yang sudah berdiri di samping mobil berwarna hitam yang tidak tau kali ini milik siapa
"Ayo masuk" suruh Er langsung
Amanda dan juga Zaen masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku belakang
Mesin mobil sudah terdengar dan Er langsung melajukan mobil tersebut keluar dari pekarangan Rumah Besar
Menyusuri jalanan kota yang lumayan ramai. Tawa dalam mobil juga terdengar diakibatkan lelucon yang diberikan oleh Er atau Alan yang ikut bergabung di dalam lelucon tersebut
Tanpa menyadari bahwa kepergian mereka masih dalam pengawasan seseorang. Yang bahkan sekarang sudah mengikuti mereka dari belakang menggunakan sepeda motor
"Belanja saja. Kita akan berkeliling nantinya" jawab Amanda
Er tersenyum dan membelokkan setir untuk ke arah jalur yang benar menuju Tempat perbelanjaan yang biasa di datangi oleh Bunda dan lainnya
π»π»π»
"Silahkan turun semua penumpang" ucap Er ketika mobil tersebut sudah diam dan mesin sudah tidak terdengar lagi.
"Biar aku duluan turun kak. Aku dan Thio akan mengecek situasi sekitar terlebih dahulu" ucap Alan mencegah Amanda membuka pintu
Alan turun dari mobil dan berdiri di samping Thio yang sudah memakai kaca mata hitam jika dilihat oleh orang awam. Namun sebenarnya itu kaca mata untuk mendeteksi sumber bahaya yang ada pada tiap manusia yang ada di sekitar Amanda nantinya
"Semua sudah aman kak" ucap Thio yang sudah menatap Alan dengan menganggukkan kepalanya sekali
Alan mengetuk kaca mobil dan Er membukanya
"Turun lah" ucap Alan
Semua membuka pintu mobil dan Amanda tersenyum ketika beberapa orang yang langsung begitu antusias melihat istri dari Tuan Muda Graham itu
"Kak, jangan tersenyum pada mereka. Serasa lagi ngawal artis kami entar Kak" omel Er dengan wajah yang sudah menahan kesal
Amanda langsung mengerti dan merubah raut wajahnya yang saat ini sudah tidak ada senyum sama sekali
Mereka semua memasuki Mall itu secara bersamaan. Thio pun juga sudah berjalan di samping Er tepatnya di ujung kanan. Alan berada di ujung kiri, dan Amanda berada di tengah
Memasuki satu per satu toko yang ada. Mulai dari toko aksesoris yang membuat Amanda harus membujuk Zaen agar mau membeli satu saja aksesoris untuk dirinya
Waktu demi waktu berlalu. Semua toko sudah dimasuki oleh mereka semua
__ADS_1
"Kak, kau tidak lapar?" tanya Alan khawatir
"Ahk ya ampun, kakak bahkan hampir lupa bahwa kita belum makan siang sama sekali. Ya sudah kalau begitu, Thio bawa kami ke salah satu tempat makan yang enak disini" suruh Amanda
Merasa namanya disebut, Thio yang sedari tadi fokus pada tugas nya kini langsung menoleh ke arah Amanda
"Kakak memanggilku?" tanyanya dengan wajah polosnya
"Lihat? Bahkan kakak berbicara saja tidak di dengar olehnya. Buka ini dan ajak kami makan di tempat makan yang enak menurutmu" omel Amanda yang sudah membuka kacamata milik Thio
Er, Alan dan Thio saling melihat satu sama lain.
"Tqpi kak itu"
"Kau mau kakak tidak makan siang?" potong Amanda cepat
"Baiklah Kakak ku yang paling cantik sedunia, aku akan membawa kalian makan" ucap Thio langsung
Dia menarik tangan Amanda dan berjalan secara perlahan memilih tempat makan yang enak. Hingga
Brakkk
Alan menabrak seseorang yang sedang membawa tumpukan buku.
"Maaf maaf, saya tidak sengaja" ucap Alan langsung membantu wanita itu membereskan semua buku itu
"Tidak masalah, ini juga salahku karena membawa begitu banyak buku hingga tidak melihat sekitar. Maaf yah" ucap wanita itu meminta maaf sembari menundukkan badannya pada Alan
Alan, Zaen dan juga Er langsung membantu membereskan semua buku itu. Thio masih memegang tangan milik Amanda tanpa membantu
"Bantu lah agar lebih cepat selesai" suruh Amanda berbisik
Thio pun menurut dan melepaskan genggaman tangannya dan segera membantu yang lainnya membereskan semua buku itu
Selesai... semua sudah beres dan wanita itu sudah pergi membawa kembali tumpukan buku tersebut
"Kak, tanganmu biru" ucap Er panik melihat tangan Amanda yang sudah berwarna biru
Semua yang mendengar hal itu menatap tangan Amanda dan Er kembali menatap wajah Amanda
"Kak" panggil Er menyadarkan Amanda yang hanya diam
"Kak... Kak Amanda" panggil Er lagi dengan mengguncang badan Amanda
Dan...
Bruk
π»π»π»
Hayo.... kira-kira Amanda kenapa tuh gaes?
Terus itu kenapa tiba-tiba Bruk gitu?
Penasaran???
Yukkk terus ikuti kelanjutan cerita ini
See You in the next Chapter Gaesβ€
π»π»π»
__ADS_1