
Kamar yang ditempati oleh Amanda sudah dipenuhi oleh keluarga Graham. Bahkan ada satu wanita yang kelihatannya sudah berani untuk datang
Alan yang membawa gadis itu dan tentu saja atas izin dari Kakak Sulungnya yaitu Rizky.
Bryant dan juga Lyla... wajah mereka bahkan sudah tidak bisa untuk dijelaskan sama sekali. Setelah mendengar kabar bahwa Amanda melakukan hal yang luar biasa mengagetkan semua orang mereka langsung kalang kabut
"Bunda... istirahatlah sebentar. Bunda tidak mau kan jika nanti Kak Manda sadar dia melihat wajah Bunda dan juga Ayah seperti ini. Dia pasti akan semakin sedih" ucap Er mengelus pundak Lyla
Lyla dan Bryant saling pandang satu sama lain. Bryant berdiri dan berjalan menuju Lyla. Dia menggenggam tangan Lyla dan menyuruhnya berdiri
"Ayo... kita harus istirahat sebentar. Mereka pasti bisa menjadi Puteri kita. Dan berdoa saja semoga Amanda segera sadar" ucap Bryant
Lyla menjatuhkan air mata lagi dan melihat kondisi Amanda. Pakaian Amanda memang suah diganti namun perban yang ada di pergelangan tangannya dan juga telapak kakinya yang luka membuat siapa saja yakin bahwa gadis ini sangat mengalami guncangan hidup yang berat
Lyla pun mengikuti kalimat suami dan juga Puteranya. Namun dia merentangkan kedua tangannya dan menatap ketiga Puteranya itu
Mereka berjalan maju dan langsung memeluk Lyla erat
"Bunda bangga memiliki kalian bertiga. Tapi Bunda saat ini lebih menyayangi Amanda karena semenjak kehadirannya rumah ini lebih terlihat nyaman dan berwarna. Bunda merindukan suaranya dan juga tawa kecilnya. Jadi Bunda mohon kembalikan Puteri Bunda secepatnya yah" ucap Lyla semakin terisak
Mereka bertiga melepas pelukan itu dan menghapus air mata yang diturunkan oleh Bunda mereka itu
"Bunda jangan menangis. Kami akan segera mengembalikan Puteri Bunda dan juga Ayah" lagi dan lagi Er yang membuka suaranya
Bryant segera menarik Lyla keluar dari kamar itu
"Arghhhh" teriak Rizky sedikit kuat
Semua mata kini memandang dia. Rizky juga tak kalah berantakan nya sekarang
"Aku akan mandi sebentar dan jaga Amanda" kata Rizky dan segera keluar
"Hufftt... Alex benar-benar tidak punya hati. Bisanya hanya memikirkan uang dan jabatan" kata Er
__ADS_1
Alan menatap lurus ke depan sepertinya dia sedang melamun. Namun lamunannya berakhir ketika sebuah tangan lembut mengusap punggung tangannya
"Semua akan baik-baik saja. Percayalah" ucap wanita itu
Yah... wanita itu adalah kekasih Alan. Jika kalian lupa kalian bisa membaca kembali cerita sebelumnya
Zainal... Itulah nama singkat wanita muda itu. Dia cantik bahkan juga memiliki sifat yang hampir sama dengan Amanda. Begitu lembut dan kuat dalam menghadapi segalanya. Dia juga gadis yang sangat ceria dan cerdas
Alan memberikan senyumnya kepada Zaenal dan kembali menatap Amanda yang masih belum membuka matanya
"Aku akan kebawah membuatkan minuman dan juga makanan ringan. Er apa kau mau?" tanya Zaen
Er hanya menganggukkan kepalanya dan Zaen kembali melangkahkan kakinya.
Zaen keluar dan Rizky kembali masuk ke dalam. Dia duduk di samping Alan dan membiarkan Er duduk di samping Amanda yang sedang mengusap kepala Amanda dengan lembut
Rizky tau bahwa kedua adiknya ini sangat senang dengan kehadiran Amanda. Apalagi ketika mendengar bahwa Amanda menjadi Kakak Ipar mereka
"Istirahatlah sebentar kak" ucap Alan pelan memandang kakaknya itu
Rizky menganggukkan kepalanya dan mulai memejamkan matanya
Er melihat kedua kakaknya yang duduk bersebelahan
"Kau tidak ingin membersihkan badan kak?" tanya Er melihat Alan
"Tidak. Jika kau mau kau saja yang terlebih dahulu. Kakak akan menjaga Kak Manda" jawab Alan dan bangkit berdiri
Er pun berdiri dan pergi keluar untuk membersihkan dirinya. Alan duduk di tempat dimana Er duduk tadi.
Dia melihat wajah pucat Amanda yang masih senantiasa menutup matanya. Setetes air lolos dari pelupuk mata Alan
__ADS_1
"Kak bangunlah. Kakak tau semenjak kakak masuk dalam kehidupan Kak Rizky dan juga keluarga ini. Alan yakin bahwa kakak sangatlah baik dan kuat. Aku ingin sekali menjadi akrab dengan Kakak. Jadi Alan mohon kak sadarlah dan lupakan semuanya karena Alan akan menyelesaikan ini semua secepatnya" ucap Alan pelan dengan airmata yang sudah membasahi pipinya
Zaen masuk dan duduk di depan Alan. Dia juga memandang wajah Amanda yang pucat
"Dia sangat cantik dan tenang ketika tidur seperti ini" ucap Zaen pelan
Alan baru menyadari kehadiran Zaen dan mengusap air matanya
"Yah Kak Manda memang cantik bahkan sangat cantik"
"Apa dia secantik itu? Bahkan disaat seperti ini saja dia cantik apalagi jika sudah dipolesi bedak dan lainnya aku yakin dia memang cantik. Ceritakan sedikit tentangnya" suruh Zaen
Alan kembali menatap Manda dan seulas senyum terbit
"Aku belum mengenalnya dengan baik. Namun yang aku tahu, dia cantik dan sedikit pendiam. Dia gadis yang penurut dan polos. Dia sangat pandai memasak walaupun Kak Rizky melarangnya memasak tapi pernah sekali dia memasak dan masakannya memang sangat enak.
Dia pandai melukis dan membuat puisi. Aku juga pernah melihatnya memainkan piano dan bernyanyi sedikit dan kau tau... Suaranya sangat indah bahkan cara bermainnya juga sudah seperti ahli. Dia begitu penyayang bahkan baru bertemu dengan ku dan juga Er saja dia sudah sangat menyayangi kami berdua. Namun ada beberapa hal yang ku benci darinya" jelas Alan terputus
Zaenal langsung menatap Alan bingung. Kenapa kekasihnya itu tidak melanjutkan kalimatnya dan kenapa dia membenci satu hal yang ada di diri Amanda jika sedaritadi ada banyak hal bagus yang dia ucapkan
"Apa?" tanya Zaen
"Aku benci jika sudah melihatnya lemah. aku benci melihatnya menangis dan bahkan alasan dia menangis adalah hal yang tidak penting. Aku benci ketika tau dia lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri. Aku benci ketika dia menyakiti dirinya dengan alasan orang lain. Kenapa Kak Manda bisa seperti ini Zaen kenapa?" jawab Alan dengan air mata yang kembali turun
Zaenal langsung mendekat dan memeluk Alan
"Itu karena Kak Amanda memiliki hati yang tulus. Dia benar-benar sayang dan peduli kepada semua orang yang ada di sekitarnya. Itu karena Kak Amanda lebih menyukai orang lain bahagia terlebih dahulu daripada kebahagiaan dirinya. Kau dan kita semua harusnya senang karena mengenal dan mendapatkan Wanita seperti Kak Amanda. Pasti di kehidupan sebelumnya Keluarga ini melakukan banyak kebajikan sehingga diberikan Menantu, Puteri dan Kakak seperti Kak Amanda" jawab Zaenal sambil mengelus kepala Alan lembut
Alan kembali terisak dan menenggelamkan kepalanya di tengkuk leher Zaenal
Mereka bahkan tidak sadar, ada orang yang berdiri di pintu dengan isak tangisnya yang sudah keluar padahal sedaritadi dia sudah menahannya. Ada juga seseorang yang memejamkan matanya namun air mata sudah turun mendengar semuanya
Mereka adalah Er yang sudah jongkok di balik dinding sambil menahan tangisnya agar tidak pecah. Dan juga Rizky yang berusaha tidur namun tidak bisa sehingga mendengar segala yang diucapkan sepasang kekasih itu
__ADS_1
🌻🌻🌻