
Alan saat ini sedang menunggu kedatangan Nonya Besar dan juga Nyonya Muda dari Keluarga Graham
Tak butuh waktu lama, Alan langsung berlari kecil karena melihat kedua wanita itu membawa banyak belanjaan mereka
"Ahk Alan kau sudah disini?" tanya Lyla sembari memperlihatkan senyumnya
Alan menunduk hormat dan mengambil alih semua bawaan mereka. Mereka pun berlajan ke parkiran dan langsung masuk
Alan memasuki semua belanjaan mereka ke jok belakang dan langsung masuk ke kursi pengemudi
Alan pun segera meninggalkan tempat itu dan kembali menyusuri padatnya jalanan kota T ini
"Apa Rizky sangat sibuk Alan?" tanya Lyla
"Sepertinya begitu Nyonya" jawab Alan seadanya dan kembali fokus ke depan
Lyla terlihat mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Tak butuh waktu lama dan telpon itu tersambung
"Pukul berapa kau akan kembali?" Lyla langsung mengatakan pada intinya
"..."
"Pulanglah segera dikarenakan Calon Menantu Graham demam tinggi tiba-tiba" jelas Lyla sambil menatap wanita yang ada di sampingnya itu
Telpon terputus dan Alan seketika panik
"Apa tidak lebih baik Nona Amanda dibawa ke Rumah Sakit saja Nyonya?"
"Amanda sayang, kita langsung ke rumah sakit saja yah" bujuk Lyla
"Tidak usah Bunda. Aku hanya butuh istirahat saja dan itu sudah cukup" terdengar suara Amanda yang pelan
Alan langsung menancap gas menuju ke Rumah Besar
"Alan kita ke mansion milik Tuan Muda mu saja. Tidak perlu ke Rumah Besar" perintah Lyla
__ADS_1
Alan langsung membanting stir ke belokan kanan
🌻🌻🌻
Alan membukakan pintu mobil dan ingin segera menggendong Nona Muda nya itu. Namun...
"Biar saya saja Alan" suara itu memberhentikan tangan Alan
Rizky langsung menggendong Amanda dengan gaya freestyle dan langsung masuk ke mansion miliknya
Mata Amanda terpejam dengan mulut yang sedikit terbuka. Bahkan Rizky bisa merasakan hembusan nafas Amanda yang panas
("Kenapa kau hobby sekali membuat dirimu sakit Amanda? Kau benar-benar harus diberikan hukuman jika sembuh nanti") kesal Rizky yang sudah masuk ke dalam lift
Rizky meletakkan badan Amanda secara pelan dan menarik selimut sampai di bawah dada Amanda
"Telpon dokter Andi dan juga Ayah mu sekarang Rizky. Bunda akan Mengompres Amanda agar panasnya segera turun" suruh Lyla pada Rizky
🌻🌻🌻
"Amanda terkena penyakit Tifus. Apakah belakangan ini dia memakan makanan yang tidak dimasak dengan benar? Atau jam tidur yang sangat berantakan? Karena hal itu yang membuat seseorang bisa terkena penyakit tifus" jelas Dokter Andi setelah memeriksa keadaan Amanda
"Lalu bagaimana Andi?" suara Bryant terdengar
"Tidak masalah Om. Kita harus lebih memperhatikan pola hidupnya dan memperhatikan tentang makanannya" jawab Andi
Yah... Andi sangat mengenal keluarga Graham karena dia dan juga Rizky adalah teman masa SMA dulu.
Dan Andi juga hampir setiap hari bermain ke kediaman mereka. Namun dia dan juga Rizky berpisah ketika hendak melanjutkan pendidikan mereka
"Baiklah Om Tante, Andi akan memberikan resep obat ini pada Alan" ucapnya sambil memberikan secarik kertas pada Alan
Rizky hanya diam memandang wanita yang saat ini masih memejamkan matanya dengan tenang
__ADS_1
"Ky bisa kita berbicara sebentar?" tanya Andi sambil memandang Sahabat masa sekolahnya itu
Rizky melihat Andi dan menganggukkan kepalanya singkat. Mereka pun keluar dan berjalan menuju ke taman belakang mansion Rizky
"Apa kau benar-benar serius akan menikah dengannya?" sungguh pertanyaan Andi sangat lah tidak bermutu
Rizky hanya menjawab dengan memberikan tatapan datarnya
"Aku mengenalnya Ky. Waktu itu aku melakukan seminar di kampusnya. Dan dia terpilih menjadi salah satu perwakilan dari Mahasiswa yang berprestasi untuk mengucapkan beberapa kata
Setelah itu, aku juga menghadiri acara wisuda bersama yang diselenggarakan secara besar-besaran di kampusnya. Dan kau tau? Aku terkejut saat namanya dipanggil ke podium karena menjadi Mahasiswi yang menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 3 tahun saja dan itu pun dengan nilai tertinggi" Andi mulai bercerita
Rizky hanya diam menatap lurus dengan kedua tangan yang sudah dimasukkan ke dalam saku celananya
"Setelah itu aku pun mencari tahu mengenai dirinya. Karena apa? Karena aku tertarik dengannya"
Sontak saja Rizky mengalihkan pandangannya dan kini dia menatap Andi dengan tajam
Andi terkekeh sambil memukul pundak Rizky lumayan keras
"Apa kau serius hah? Kau langsung ingin menerkam ku disaat aku mengatakan hal itu. Oh astaga Rizky, jujur saja aku tak pernah melihatmu begini. Kau membuatku geli sungguh" jelas Andi sambil tertawa
"Kurang ajar kau Andi" jawaban singkat itu berhasil membuat suara tawa itu berhenti
Andi pun mengikuti gaya Rizky. Dia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya
"Kau tidak salah dalam memilih pasanganmu Ky. Dia benar-benar gadis yang baik dan berhati emas. Yang ku harapkan darimu sebagai seorang Pria ialah Jangan pernah membuat dia menangis dan menambah luka di hatinya"
"Dan harapanku sebagai seorang Sahabat untukmu ialah Jaga dia dan Lindungi dia. Jika bisa pertaruhkan nyawamu sendiri hanya untuk kebahagiaan dan keselamatan dia. Aku pergi dulu bro" lanjut Andi dan langsung meninggalkan Rizky
Rizky masih tetap dengan posisinya dan sekarang bisa di dengar bahwa dia menghela nafasnya panjang
"Aku bahkan masih meragukan diriku sendiri. Apakah aku bisa atau aku akan menjadi pecundang dan mengecewakan banyak orang" bisik Rizky pada dirinya sendiri sambil menundukkan kepalanya
__ADS_1
🌻🌻🌻