CEO My Husband

CEO My Husband
ADA APA ZAEN?


__ADS_3

"Kakak"


Teriakan itu membuat semua orang yang ada di halaman rumah besar itu terkejut dengan memegang dada mereka masing-masing


Nandini, yah gadis itu adalah pelaku yang sesungguhnya. Rizky hanya bisa tersenyum kecil dan berdiri santai sembari menunggu gadis itu sampai di hadapannya


"Kau berteriak seakan-akan kakak baru saja hidup kembali setelah melewati maut" ejek Er menatap sinis kearah gadis itu


"Jangan memulainya Er"


Peringatan yang diucapkan oleh kakak sulung nya itu langsung diindahkan. Nandini langsung memeluk erat tubuh kekar itu dan menengadah ke atas menatap wajah tampan itu


"Kakak pergi begitu lama. Membuat pekerjaan ku semakin repot saja. Jika ingin pergi setidaknya berikan orang yang benar-benar bisa membantu ku" omel Nandini


"Apa maksudmu berkata seperti itu Nona Nandini? Kau menyindir ku begitu kah? Apa menurutmu aku tidak bisa membantumu? Kau benar-benar selalu saja mencari kesalahanku"


Nandini melepaskan pelukannya lalu berbalik badan menatap pria yang juga sedang mengomelinya itu. Dengan berkacak pinggang dan mata yang sudah menatap tajam ke arahnya Thio hampir dibuat takut olehnya


"Bagus sekali. Kau bahkan tidak mau berkata jujur bahwa kau sama sekali tidak bisa membantu pekerjaan ku. Kau justru menambah banyak pekerjaan ku saja. Kakak, jika nanti kau melihat pekerjaan ku dan masih ada kesalahan, maka salahkan saja adik kalian itu" jawab Nandini dengan hentakan kaki dan masuk terlebih dahulu ke dalam rumah


"Aku sudah mengatakannya bukan? Dia selalu saja mengomeli ku" lirih Thio menatap sahabat nya itu


Amanda dan juga Lyla hanya bisa terkekeh melihat semuanya. Sedangkan Rizky dan juga Tuan Besar Graham hanya bisa menghela nafas panjang lalu menggelengkan kepala mereka


Semua pun masuk ke dalam rumah dan langsung duduk di ruang tamu


"Kakak"


Panggilan itu membuat semuanya menoleh dan mendapat Zaen yang sedang tersenyum ke arah Amanda dan juga Rizky


Amanda kembali berdiri lalu memeluk gadis itu dengan hangat


"Bagaimana kabar kakak? Apa liburannya berjalan dengan baik?" tanya Zaen melepas pelukannya


"Kakak baik-baik saja dan semuanya juga berjalan dengan baik. Bagaimana denganmu? Apa sekolahmu berjalan lancar?"

__ADS_1


Zaen tersenyum manis sembari menganggukkan kepala sebagai jawaban. Lalu dia mengalihkan matanya menatap pria yang ada di balik tubuh kakak iparnya itu


Rizky menatap gadis itu dengan hangat lalu berdiri. Zaen melangkah dan memeluk pria tampan itu. Rizky hanya bisa mengelus punggung dan rambut panjang milik gadis adik keduanya itu


"Kau benar baik-baik saja?" tanya Rizky yang sudah memegang kepala gadis itu dan menatap mata bulat yang sudah berkaca-kaca itu


Bryant yang juga bisa melihat itu langsung ikut berdiri di samping putra sulungnya itu. Begitu pun dengan Er dan juga Thio


"Duduklah sayang, jangan menangis. Ayo" suruh. Bryant dan berlutut di bawah tepat di hadapan Zaen


Amanda duduk di sampingnya lalu mengelus pundak adik perempuannya itu. Lyla yang datang dengan minuman dingin dan juga cemilan hanya bingung dan terkejut melihat Zaen yang sudah menangis dengan kepala yang tertunduk


"Zaen, ada apa? Katakan apa yang terjadi padamu. Kakak akan membantu" ucap Rizky dengan begitu lembut


Zaen kembali mengangkat kepalanya lalu menatap kembali manik hitam Putra Sulung Graham itu


"Tidak ada kak. Aku hanya sangat merindukan kalian berdua. Yah hanya itu saja" jawabnya berbohong


Er yang mendengar itu hanya bisa merubah raut wajahnya menjadi datar lalu menatap Thio yang berdiri di samping dirinya


"Dia tidak akan berkata jujur. Sifat Zaen dan juga Kakak Ipar Amanda sangat sama" bisik Er masih mempertahankan raut wajahnya itu


"Tidak perlu. Kak Amanda akan langsung bertanya pribadi dengannya. Jika memang tidak ada jawaban maka kau harus segera mengupas nya"


"Zaen, kau tidak perlu berbohong seperti ini. Apa kau pikir kami akan langsung percaya dengan jawaban seperti itu? Ayo katakan, apa ada yang menekan mu di sekolah? Atau ada yang mengganggumu dan mengatakan hal buruk mengenai hubunganmu? Katakan saja Zaen" amuk Amanda


"Kenapa ini?"


Tanpa melihatnya pun, Rizky sudah tau bahwa adik keduanya lah yang datang


"Zaen, kau baik-baik saja? Kenapa menangis seperti ini" panik Alan dan langsung memeluk gadisnya itu


Rizky dan juga Bryant hanya bisa saling pandang dengan mata yang sudah saling memberikan kode


"Bunda, apa kita sudah bisa makan malam?"

__ADS_1


Nandini yang sedaritadi hanya diam dan memandang semuanya langsung mencairkan suasana. Er terkekeh dan merangkul gadis nakal itu lalu membawanya menuju meja makan


"Alan ikut aku ke ruang kerja" ucap Rizky yang langsung berjalan melewati semua orang


Alan langsung melepaskan pelukannya dan menatap wajah gadisnya yang sudah berhenti menangis. Bahkan saat ini Zaen sudah memberikan senyum manis miliknya itu


"Cepat turun Ky" teriak Lyla menatap putra sulungnya yang menaiki anak tangga dengan santai


"Kami akan segera turun untuk makan malam Bunda" bukan Rizky melainkan Alan yang membantu menjawab


Alan langsung berjalan menyusul kakak nya itu yang sudah masuk ke dalam ruang kerja milik Rizky. Sedangkan yang lain sudah duduk di bangku masing-masing sembari menunggu makan malam yang masih disusun di atas meja


("Aku tidak akan menambahkan pekerjaan kakak. Aku akan segera menyelesaikan ini semua tanpa harus membuat yang lainnya bertindak") batin Zaen sembari memainkan jari-jari tangannya


Tanpa dia tau bahwa semua raut sampai gerak-gerik yang dibuat oleh gadis itu tidak lepas dari pengawasan Er dan juga Thio


Thio yang duduk di samping kiri Er langsung mendekatkan bangkunya


"Er, aku semakin yakin bahwa ada sesuatu yang terjadi dengan calon kakak ipar kedua. Dia sangat khawatir. Kau yakin akan menundanya?"


"Jangan membuatku tidak karuan Thio. Jika kita menyelidiki semuanya secara diam-diam. Maka bersiaplah untuk mendapatkan amukan dari Ayah dan juga Kakak" jawab Er menatap tajam sahabatnya itu


"Kau benar. Aku masih begitu menyayangi nyawaku sendiri"


"Ayah, apa kita akan menunggu kakak kembali? Aku sudah sangat lapar" rengek Nandini


"Kau ini akan selalu menjadi bayi besar milik kakak mu. Tunggulah sebentar lagi sayang. Kedua kakak mu pasti akan memikirkan dirimu dan segera turun" jawab Bryant


"Tidak perlu menunggu. Makan lah"


Nandini melebarkan senyumnya ketika mendengar suara dari kakak kesayangan nya itu. Rizky berjalan melewati Nandini dan langsung mengusap rambut panjang adik sepupu nya itu dan duduk di samping istri kecilnya itu


Makan malam pun dimulai dengan omelan yang masih saja dikeluarkan oleh Nandini. Thio hanya bisa menahan tawanya sambil sesekali ikut menjawab omelan gadis itu


Namun berbeda dengan Rizky yang sesekali menatap ke arah Zaen yang menampilkan senyum dan mengeluarkan tawanya

__ADS_1


("Aku seperti melihat cerminan dari istri ku sendiri. Apa nanti semua calon adik ipar ku akan seperti Amanda? Tertawa keras, tapi semuanya hanya kebohongan besar yang sangat aku benci. Membayangkan nya saja sudah membuat kepalaku berdenyut") batin Rizky dan menghela nafas panjang lalu kembali mengunyah makan malamnya


🌻🌻🌻


__ADS_2