
Ketiga Tuan Muda Graham beserta dengan salah satu pria tampan yang berhasil menjadi sahabat salah satunya, secara bersamaan menuruni anak tangga sembari tertawa kecil. Oh, jangan lupakan dengan salah satu dari mereka yang sama sekali tidak menampilkan ekspresi yang bahagia. Yang ada hanyalah wajah dingin nan datar nya
"Baru saja Bunda akan memanggil kalian. Ayo sarapan sudah selesai. Semua juga sudah disini" ucap Lyla yang menjadi suara perempuan pertama yang mereka dengar pagi ini
"Kenapa wajahmu seperti itu heh, Tuan Muda Owner? Kau baik-baik saja? Apa kau sakit?" tanya Bryant yang sedari tadi menatap putra bungsu nya itu dengan cemas
Merasa namanya dipanggil dengan cukup tegas. Owner langsung menatap lawan bicaranya yang tak lain adalah Ayahnya sendiri. Memejamkan matanya lalu menghela nafas lelah panjang
"Aku baik-baik saja. Hanya sedikit pusing dan lelah saja" jawab Er seadanya dan mulai menyentuh sendok miliknya seakan tidak ingin ada pembicaraan lainnya
Semua diam dan menatap aneh ke arah Er. Tidak biasanya lelaki tampan ini seperti ini. Namun, beda halnya dengan Ling Ling. Dia terlihat lebih khawatir
("Kau sudah melewati batas kemanusiaan, Tuan Muda Owner") batin nya dan mulai memasukkan sarapan pagi miliknya ke dalam mulut nya
Sarapan kali ini benar-benar terasa sangat berbeda. Entahlah, bahkan Nona Muda mereka Amanda pun merasakan ada yang aneh melihat gerak gerik dari Adik Ipar Bungsu nya itu. Namun, Amanda tetaplah Amanda. Dia hanya kakak ipar yang anggun dan bersikap manis untuk semua orang
"Aku akan pergi. Alan akan kembali pada saat kau dan Bunda akan pergi ke Butik. Jangan pergi kemana pun tanpa sepengetahuan ku. Kau mengerti, Nona Amanda Graham?"
Amanda tersenyum dan mengangguk kan kepalanya menurut. Menarik tangan kanan milik suaminya lalu mencium punggung tangan itu dengan lembut
Rizky pun tersenyum hangat dan mencium kening Amanda dengan cukup lama. Rasa yang dia miliki kali ini sungguh benar-benar nyata. Dia sungguh takut kehilangan istri kecil nya ini
Rizky masuk ke dalam mobil mewah miliknya. Disusul oleh Alan dan Thio yang setelah berpamitan dengan Bunda dan Amanda langsung memasuki mobilnya. Bagaimana dengan... Owner?
"Aku akan mengantar mu ke Rumah Sakit terlebih dahulu"
Ucapan Owner barusan berhasil membuat ketiga wanita itu menatap ke arahnya. Ling Ling yang paham maksud dari ucapan pria dingin itu hanya mengangguk kecil dan pamit masuk ke dalam bermaksud mengambil semua barang miliknya
"Kak, bisa bantu pakaikan dasi ini?"
__ADS_1
Amanda terkekeh lalu berdiri tepat di hadapan adik ipar kesayangan nya itu. Yah, satu hal yang hampir saja kita lupakan. Owner Graham akan selalu mencari Kakak Ipar kesayangan nya ini apapun kondisi dan situasi hatinya
"Kak, jangan bersedih lagi yah. Aku sangat membenci air mata dan senyum palsu yang selalu kakak keluarkan. Kakak... kakak sangat ahli dalam hal itu. Berhenti lah kak.
Jika memang sakit, jika memang lelah maka katakan saja. Tidak perlu memikirkan kami atau orang lain. Kakak hanya manusia biasa" jelas Er yang berusaha menahan amarahnya
Amanda sempat berhenti melakukan aktivitas nya. Lalu kembali tersenyum dan menatap manik hitam milik adik bungsunya itu dan kembali memasangkan dasi pria muda itu
Setelah selesai, dia merapikan segala hal yang dikenakan oleh Owner dengan senyum manis yang masih bisa dilihat dengan jelas
"Owner ku sudah begitu dewasa ternyata. Terimakasih Er, terimakasih karena selalu datang membantu kakak. Terimakasih karena selalu menyerahkan nyawa mu hanya untuk melindungi kakak. Kau-- kau memang yang terbaik hmmm" jawab Amanda memeluk Er dengan tiba-tiba
Owner yang mendapat pelukan dan mendengar semua ucapan wanita berhati malaikat itu hanya bisa membalas pelukan hangat itu dengan kepala yang menatap langit. Berusaha menahan agar air mata miliknya tidak jatuh
Ling Ling yang sedari tadi berdiri diam mematung sudah hanyut dalam suasana dan menangis. Bahkan hidung mancung miliknya sudah berubah warna menjadi merah muda
("Kau hebat. Kau menyayangi wanita yang baru saja masuk ke dalam Keluarga mu. Kau hebat Er") batinnya dan melangkah masuk kembali berniat ke kamar mandi untuk mencuci muka sembap nya
🌻🌻🌻
"Kau butuh tidur sebentar Tuan Muda Graham" ucap Ling Ling memecahkan keheningan ketika mobil mewah yang mereka naiki berhenti di lampu merah
"Tidak perlu. Aku akan langsung ke kantor dan menyelesaikan apa yang memang harus diselesaikan" jawab Er dengan wajah tanpa ekspresi nya
Ling Ling menghela nafas panjang lalu memutar badannya menghadap ke arah lawan bicaranya. Dia sadar bahwa yang dia hadapi sekarang masih lah Owner, pria tampan berhati dan berkepala batu
"Kali ini saja. Aku minta tolong padamu Tuan Muda. Tolong, ikuti apa yang aku katakan. Istirahat lah walau hanya sebentar. Kesehatan mu jauh lebih penting.
Kau katakan bahwa ada banyak hal dan ada banyak teka teki yang harus segera diselesaikan. Lalu, jika kau jatuh sakit apa semua akan selesai?"
__ADS_1
Kali ini ucapan yang dikeluarkan oleh gadis cantik dengan rambut panjang tipis berwarna sedikit kecoklatan itu berhasil membuat lawan bicaranya menatap cukup lama ke arahnya
"Baiklah. 20 menit" jawab Er dan langsung menjalankan kembali mobil miliknya setelah lampu lalu lintas itu berubah warna menjadi hijau kembali
Jawab Er membuat penumpang nya tersenyum senang dan mengangguk kan kepalanya dengan semangat.
"Dan aku akan istirahat di ruangan mu"
Bola mata Ling Ling membulat. Apa barusan? Apa yang baru saja dia dengar? Di ruangan nya? Oh ayolah Ling Ling kau mencari masalah untuk dirimu sendiri
Asik memarahi dirinya sendiri sampai tidak sadar bahwa mobil mewah itu sudah berada di parkiran Rumah Sakit
"Mau sampai kapan kau mengomel pada dirimu sendiri, Dokter Ling Ling?" tanya Owner dan turun mendahului gadis itu
Mendengar ucapan yang baru saja dikeluarkan oleh pria itu, Ling Ling membuka matanya dan dengan tergesa gesa keluar dari mobil berniat mengejar pria yang berhasil membuat nya mendadak tidak tenang
("Dasar Owner Sialan!!! Bisa bisanya dia ingin tidur di ruangan ku. Sering bertemu dengan nya saja sudah menjadi berita panas, apa lagi jika ada yang mengetahui jika dia istirahat di ruangan ku. Astaga, pria itu benar-benar") batin Ling Ling yang sudah memaki Owner secara diam diam
Dengan langkah yang bisa dibilang berlari, wanita manis itu masih sempat membalas sapaan hormat dari seluruh pekerja Rumah Sakit yang melihat kehadiran dirinya
"Awas kau, Owner!!!" bisik nya menahan kesal
Mengatur nafas nya lalu membuka pintu ruangan yang bertuliskan namanya sendiri. Dia menatap ke sekeliling dan menghela nafas lega.
Meletakkan tas yang sedari tadi dia bawa, lalu melangkah masuk lebih jauh. Membuka pintu kaca yang ditutupi gorden berwarna hitam dan menemukan Owner yang sudah menutup mata dengan tenang.
Ling Ling melangkah mempertipis jarak dan melihat layar ponsel pria itu. Alarm memang sudah benar-benar diatur oleh sang pemilik. Ling Ling membungkuk dan tersenyum kecil menatap wajah tenang itu
"Kau sudah berusaha keras, Tuan Muda Owner" bisiknya dan langsung berjalan meninggalkan ruangan itu
__ADS_1
🌻🌻🌻