CEO My Husband

CEO My Husband
MENEMANINYA


__ADS_3

Setelah bertempur dengan segala jenis alat dan bahan yang ada di dapur. Akhirnya Amanda menyelesaikan masakannya


Rizky langsung berjalan dan duduk di ruang makannya. Melihat Amanda yang sibuk menata makanan di atas meja


Dan pada akhirnya Amanda sudah selesai dan duduk di sebelah kanan Amanda


"Ada apa denganmu Nona Amanda? Apakah kepalamu sedikit terbentur pada saat bangun tadi?" Rizky menatap Amanda dengan tatapan yang memang bingung


"Tidak. Aku baik-baik saja Tuan Muda. Apakah kau akan selalu mengkhawatirkan diriku? Aku hanya ingin memulai semua dari awal, aku hanya ingin membiasakan diri untuk mulai mengurus mu. Agar nanti ketika kita sudah benar-benar menikah aku tidak akan kerepotan" jawab Amanda yang sibuk menyendokkan nasi goreng ke atas piring Rizky


Rizky hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Amanda memberikan piring itu kepada Rizky


"Terimakasih" ucap Rizky


"Berdoalah dan berikan aku penilaianmu. Aku tidak akan makan sampai kau memberikan nilai" Amanda terlihat begitu antusias


Rizky menatap Amanda sekilas dan langsung melakukan doa sebelum makan. Amanda hanya menunggu dengan menatap Rizky yang sudah menutup matanya


Rizky sudah selesai berdoa dan terkejut karena Amanda menatapnya dengan senyum semangat


"Jangan melihatku seperti itu Amanda. Aku akan memberikan nilai tenang saja" Rizky tidak sanggup melihat senyum Amanda. Ingin rasanya dia mengulum bibir merah muda alami itu


Amanda memajukan bibir nya mengambek karena mendengar kalimat yang dilontarkan oleh Rizky.


Rizky mulai memasukkan nasi goreng itu ke dalam mulutnya dan mengunyah nya secara perlahan

__ADS_1


Amanda melihat tidak sabaran karena Rizky sangat lama. Rizky melihat wajah Amanda dan ingin rasanya sekarang dia tertawa keras sambil mencubit pipi Amanda dengan gemas


"Bagaimana?" Amanda bertanya dengan semangat ketika Rizky selesai mengunyah makanan yang tadi ada di dalam mulutnya


"Hmmm aku berikan nilai 90. Karena kurang garam Amanda. Belajarlah memasak kepada Bunda" jawab Rizky tanpa melihat Amanda dan melanjutkan makannya


Amanda tetap tersenyum karena mau bagaimana pun juga itu sudah nilai yang bagus. Amanda menyendokkan nasi goreng ke atas piring miliknya dan ikut sarapan dengan Rizky


Rizky sudah selesai dan melihat jam yang melekat di pergelangan tangan nya. Dia menatap Amanda yang sibuk membereskan piring


"Apakah di sini tidak ada pelayan? Atau pelayan tidak ada mata melihat Nona nya membereskan ini?" sindir Rizky kepada semua pelayan


Semua pelayan datang dan langsung mengambil semua yang ada di tangan Amanda. Amanda menatap Rizky tak percaya dan kembali duduk


"Apakah semua kalimat yang keluar dari mulutmu itu akan selalu sepedas ini Tuan Muda?" Amanda bertanya sambil menatap Rizky tak percaya


"Pergi mandi dan berpakaian yang bagus. Hari ini kau akan menemani ku" ucap Rizky dan meninggalkan Amanda di ruang makan itu


"Ck dasar Es Batu. Apa dia bilang barusan? Menemaninya? Oh Tuhan habis sudah riwayatmu Amanda" omelnya dan langsung menaiki anak tangga


🌻🌻🌻


"Baiklah katakan apa alasanmu menyuruhku untuk menemanimu hari ini Tuan Muda?" Amanda langsung bertanya saat dia sudah duduk dengan nyaman di dalam mobil


"Tidak ada alasan penting. Hanya saja selesai makan siang kita akan melihat persiapan segalanya" Rizky menatap layar tabletnya dengan serius

__ADS_1


Amanda diam dan melihat ke arah jendela


("Apa aku harus meninggalkan segala impianku dan menjadi Nona Muda Graham? Tapi impianku itu sudah ada susun dari aku SMP. Dan tidak lucu jika aku melupakannya begitu saja") Batin Amanda yang menopang dagunya


Alan hanya fokus menyetir namun sesekali melihat ke belakang melalui kaca pengemudi


🌻🌻🌻


'Selamat Pagi Tuan Muda'


'Selamat Pagi Tuan dan Nona Muda'


'Selamat Pagi Tuan Rizky'


Sapaan pagi itu yang Amanda dengar. Ada yang ikut menyapa dirinya dan dia hanya membalasnya dengan senyuman.


Namun aneh, ketika para karyawan wanita hanya menyapa Tuan Muda mereka ada rasa aneh yang bergejolak dalam dada Amanda


Dia memegang dadanya dan merasakan bahwa detak jantungnya berdetak tidak karuan


"Jika kau sakit aku akan menyuruh Alan untuk memanggilkan dokter keluarga" Rizky khawatir melihat Amanda yang memegang dadanya


"Eh aku tidak sakit, aku baik-baik saja. Jangan terlalu mengkhawatirkan diriku Tuan Muda Rizky Graham" jawaban Amanda seketika membuat Rizky sedikit berpikir


("Apa gadis ini baik-baik saja atau bagaimana? Kenapa aku sama sekali tidak bisa memahami pola pikir dan kemauan seorang wanita) Rizky memijit pelipisnya pelan dan menghela nafas pelan

__ADS_1



🌻🌻🌻


__ADS_2