CEO My Husband

CEO My Husband
KEJADIAN DI BALIK BAHU ALAN(2)


__ADS_3

Amanda, Lyla dan beberapa pelayan lainnya sedang membereskan meja makan dan membersihkan segalanya.


"Amanda, apa kau sedang bertengkar dengan Rizky?" tanya Lyla sembari mengumpulkan piring kotor itu


Amanda memberhentikan pekerjaannya dan menatap Ibu Mertuanya itu dengan senyum yang sudah terlihat dengan jelas


"Tidak Bunda, kami tidak bertengkar. Amanda hany menyuruh mereka semua untuk menceritakan kenapa bahu Alan bisa menjadi biru seperti itu. Apa Bunda tau alasannya?" jawab Amanda dengan diakhiri dengan sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada Lyla


"Bahu Alan? Alan sakit?" tanya Lyla yang juga sudah mengganti raut wajahnya menjadi sangat khawatir


Amanda menautkan kedua alisnya melihat reaksi dari Bunda nya itu


"Ternyata Bunda juga sama dengan Manda yang tidak mengetahui apapun" lirih Amanda yang sudah melanjutkan pekerjaannya


"Suruh semuanya untuk berkumpul di pondok dekat kolam renang" suruh Lyla kepada salah satu pelayan yang berdiri di sampingnya


"Jika kamu tidak menceritakan apapun mungkin Bunda tidak akan pernah tau. Ayo, kita akan menyelidiki mereka semua" ucap Lyla yang sudah menarik tangan Amanda


Kedua wanita itu sudah membersihkan tangan dan sudah duduk dengan tenang di pondok namun tidak dengan ekspresi wajah mereka berdua


"Bunda memanggilku?" tanya Er yang ternyata lebih dahulu tiba dibandingkan dengan semuanya


"Hmmm" jawab Lyla hanya dengan deheman singkatnya


Er menaikkan sebelah alisnya dan bersusah payah menelan salivanya


("Akan terjadi sidang yang besar kali ini. Aisss kenapa Kak Alan tidak sedari tadi saja menjelaskan semuanya") batin Er sembari menggaruk pelipisnya


Satu per satu pun tiba di tempat yang diperintahkan oleh Ibu Negara Keluarga Graham.


"Ada apa ini? Tumben sekali kau menyuruh semuanya untuk berkumpul. Apa ada yang ingin dibicarakan?" ucap Bryant yang sudah melipat kakinya dengan punggung badan yang sudah disandarkan ke belakang


"Kemari kau" suruh Lyla langsung menatap Alan dengan sangat tajam


"Bunda... Bunda baik-baik saja bukan?" tanya Rizky yang merasa Lyla sedikit aneh kali ini


"Ayo kemari" ulang Lyla mengabaikan pertanyaan yang diajukan oleh Putra Sulungnya itu


Alan mau tidak mau harus berdiri dan berjalan mendekat kepada Bundanya itu. Dia berlutut di bawah dengan kepala yang sedikit menunduk


"Lakukan Amanda" ucap Lyla dengan perubahan nada suara yang sudah kembali menjadi lebih lembut


Bughhh


"Awww" ucap Alan merintih kesakitan akibat tinju yang diberikan oleh Kakak Iparnya barusan

__ADS_1


"Amanda apa-apaan kau ini?" ucap Rizky yang sudah berdiri membantu Alan untuk berdiri


"Siapa yang menyuruhmu untuk kemari Rizky?"


"Tapi Bunda, Alan sedang kesakitan"


"Kembali ke tempatmu Rizky" suruh Lyla dengan mata yang sudah mengarah ke Rizky dengan sangat tajam


Rizky mengalah dan kembali ke tempatnya. Menatap ke arah Amanda yang sudah menatapnya terlebih dahulu dengan tatapan datar. Rizky yang menatap manik mata itu hanya bisa menghela nafas panjang dan memperhatikan kembali Bundanya


"Geser kemari kursi nya Thio" ucap Lyla


Thio yang tidak mau mencari kematiannya langsung melakukan ucapan dari Lyla


"Duduk di atas" suruh Lyla sembari menatap Alan


Alan berdiri dengan tangan kanan yang sudah memegangi lengan kirinya yang tadi di tinju cukup keras oleh Kakak Ipar Tersayangnya itu


"Buka bajumu. Cepatlah" ucap Lyla dengan nada yang cukup tegas


Mendengar ucapan dan nada bicara Bundanya yang sudah sangat menyeramkan, Alan langsung membuka kaos biru dongker nya


"Kau bisa menjelaskannya Suamiku?" tanya Lyla yang sudah sangat terkejut melihat lengan Putra Keduanya itu


Bryant yang sedari tadi hanya menjadi penonton kini sudah menatap istrinya itu dan berganti menatap lengan Alan yang memang sudah berwarna biru


"Melindungi ku? T-tapi kenapa?" tanya Amanda yang terkejut mendengar penjelasan dari Ayah Mertuanya itu


"Kak, aku sudah mengatakan bahwa aku baik-baik saja. Lagipula ini sudah aku olesi dengan obat tradisional. Jadi kakak dan juga Bunda tidak perlu khawatir seperti ini" jawab Alan menatap Amanda dengan tulus


Amanda beranjak dari tempat duduknya dan sontak membuat Alan berdiri menahan pergelangan tangan Amanda


"Kak, aku mohon jangan seperti ini. Aku benar-benar sudah merasa lebih baik. Jangan marah padaku, Er dan juga Kak Rizky. Aku mohon" ucap Alan yang sudah menggoyang-goyangkan tangan Amanda seperti anak kecil


Plakkk


"Dasar bodoh. Aku mau mengambil kotak obat. Lepaskan tangan ku. Jangan seperti bocah kecil Alan. Lihat wajah Kakak mu itu, dia sudah bersiap ingin memukul wajah mu itu" jawab Amanda memukul kepala Alan cukup keras


Alan melepaskan tangan Amanda dan menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal dengan deretan gigi yang terlihat jelas


"Kau sepertinya merindukan Zaen. Padahal dia baru beberapa jam saja meninggalkan mu Alan" ucap Bryant terkekeh dengan gelengan kepala yang terlihat jelas


"Aku meragukan bahwa kau ini pria Kak" ledek Er menatap curiga ke arah Alan


Alan kembali ke tempatnya dan menatap Bundanya yang sedari tadi hanya diam memperhatikannya.

__ADS_1


"Maafkan Alan, Bunda. Alan bukan bermaksud untuk membuat Bunda dan juga Kakak Ipar untuk khawatir seperti tadi" lirih Alan menundukkan kepalanya


"Apa sakit sekali?" tanya Lyla menatap iba Putranya itu


"Awalnya tidak Bunda. Tapi karena sudah ditinju oleh Kakak Ipar jadi rasa sakitnya datang kembali" jawab Alan menatap lengannya


"Ini kotak obatnya Bunda" ucap Amanda memberikan kotak obat kepada Lyla


"Kemari dan obati luka Adik mu ini yah. Bunda akan duduk di samping Ayah saja" suruh Lyla berdiri dari tempatnya


Amanda mengangguk mengerti dan duduk di tempat Bunda nya tadi. Membuka kotak obat tersebut dan mulai mengeluarkan satu per satu obat yang diperlukan


"Kau tidak mau menceritakan kepada Kakak dan juga Bunda kejadian apa sehingga harus melukai mu seperti ini?" tanya Amanda dengan wajah yang fokua pada luka adik ipar nya itu


"Jadi kemarin ada yang mengintai Rumah Besar. Awalnya penjaga menganggap bahwa itu hanya orang yang lewat saja, tapi setelah dipantau dari CCTV ternyata orang tersebut malah bolak balik lewat dari depan. Bahkan dia juga mengeluarkan teropong yang ditujukan ke arah Rumah.


Kak Rizky kebetulan masih berada di rumah. Akhirnya Er menyuruh salah satu bodyguard untuk mengetuk kaca mobil orang itu. Tapi yang ada, orang tersebut justru menabrak orang suruhan Er


Jadi, aku dan Kak Iky langsung mengejarnya sedangkan Er menjaga Rumah. Dan terjadi perkelahian dan setelah ditanya"


"Cukup Alan. Jangan diteruskan" potong Rizky langsung


Amanda menatap Rizky intens namun yang ditatap hanya membuang wajahnya tak ingin menatap kembali Amanda


"Aku harus memeriksa berkas untuk meeting besok" ucap Rizky dan langsung beranjak pergi meninggalkan semua orang


Amanda menatap punggung tegap suaminya itu. Dan kembali mengobati luka Alan


"Kak, berbaikan lah dengan Kak Iky. Yang aku ingat, dalam perkelahian itu Kak Rizky juga dipukul cukup keras. Kakak tanyakan saja jika kakak tidak percaya" bisik Alan memainkan jari tangan Amanda


Amanda hanya bisa terdiam dan mencoba untuk tidak mendengar apapun dengan fokus pada luka Alan


"Lain kali berhati-hati lah. Jangan sampai terluka seperti ini lagi. Kau mengerti?" ucap Amanda langsung mengalihkan pembicaraan


"Maaf Kak. Aku akan lebih berhati-hati dalam melakukan apapun"


"Sudah selesai. Besok ingatkan Kakak untuk mengobati nya lagi. Er, apa kau juga terluka?" tanya Amanda menatap ke arah Er


"Tidak Kak, aku baik-baik saja. Kakak tenang saja" jawab Er dengan antusias


"Masuk dan istirahatlah. Ini sudah malam. Ayo" suruh Bryant yang sudah merangkul Istri tercintanya Lyla


Semua beranjak berdiri dan berjalan bersamaan untuk masuk ke dalam. Dengan pikiran Amanda yang sudah menjalar entah kemana-mana


("Aku akan menemuinya nanti") batin Amanda memutuskan

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2