CEO My Husband

CEO My Husband
MULAI MENGERJAKANNYA


__ADS_3

"Selamat datang Tuan Muda" sapa 2 orang pelayan yang memang bertugas menyambut siapa saja yang datang di pintu utama


Rizky menghentikan langkahnya dan menatap seisi rumah mewah itu. Seperti mencari keberadaan seseorang


"Dimana Amanda?"


"Nona sedang berada di taman kolam ikan Tuan bersama dengan Nona Zaen"


"Baiklah. Oh, tolong suruh pelayan bagian dapur untuk membuatkan teh susu jahe buat saya" jawabnya dan langsung berlalu pergi


Rizky menyusuri rumah mewah milik leluhur nya itu. Hingga langkahnya berhenti di bangku pertama yang ada di taman dekat dengan kolam ikan milik Ayahnya itu


Menatap ke depan lebih tepatnya ke arah 2 orang gadis yang saat ini sedang bercengkrama dengan serunya


("Selalu saja begini. Amanda, berhenti menghibur orang lain dan pikirkan saja dirimu sendiri. Hufff") batin Rizky sembari menggaruk pelipisnya


Dia pun melanjutkan kembali langkahnya menuju ke arah 2 gadis itu.


"Kalian sedang sibuk?" tanya Rizky ketika sudah berdiri di samping mereka


Amanda dan juga Zaen langsung menoleh dan memberikan senyumnya


"Tidak. Kenapa kau cepat sekali kembali? Apa ada yang tertinggal?"


"Tidak. Aku ingin bertanya pada Zaen terlebih dahulu"


"Tanyakan saja kak. Aku akan menjawab jika aku tau jawabannya" ucap Zaen masih menatap manik mata kakak tertua dari kekasihnya itu


Rizky duduk di bangku taman itu lalu menatap lurus ke depan. Menatap panorama indah berwarna hijau milik taman rumahnya itu


"Ceritakan mengenai Ayahmu dan semua pekerjaannya" suruhnya santai tanpa menatap lawan bicaranya


Zaen terkesiap dan langsung menatap wanita cantik di sebelahnya itu. Amanda hanya mengeluarkan senyum hangatnya dan mengusap bahu gadis itu dengan lembut


"Kalian berbicaralah. Aku akan menyuruh pelayan untuk membawakan minum dan juga cemilan" ucap Amanda yang langsung mendapatkan tatapan dari suaminya itu


"Jika aku tetap disini percuma saja. Aku tidak mengerti apapun. Jadi kalian berbicaralah terlebih dahulu, aku akan segera kembali" sambungnya ketika mengerti arti tatapan dari suaminya itu

__ADS_1


Amanda beranjak dari tempatnya dan langsung berjalan dengan cepat meninggalkan suami dan juga adik perempuannya itu


"Duduklah. Kita berbicara santai saja" ucap Rizky yang kini sudah menatap Zaen


Zaen mengikuti apa yang dikatakan oleh kakak tertua kekasihnya itu. Duduk di samping kiri lalu menatap jauh ke depan


"Kakak yakin ingin tau segalanya?" tanya Zaen tanpa menoleh ke samping


Terlihat Rizky yang langsung menoleh tanpa menjawab. Dan tak lama, Zaen pun menghela nafasnya panjang


"Baba membangun semua perusahaannya dimulai dari menikahi Ma. Dari perusahaan kecil kini sudah hampir sama dengan Perusahaan Graham. Tapi... Baba mengembangkan nya dengan cara yang sangat menjijikkan. Itu juga salah satu alasan Ma meninggal"


"Apa maksudmu?" tanya Rizky sedikit kaget dengan alis yang sudah bertaut bingung


Zaen menoleh ke samping dan menatap manik mata pria tampan itu dalam-dalam. Lalu tak lama setetes air mata berhasil jatuh ke bawah membasahi pipi kirinya


"Ma, dia memang memiliki riwayat sakit yang bisa dibilang sangat parah. Tapi setelah Baba melakukan hal yang sangat menjijikkan itu hanya untuk perkembangan perusahaannya, Ma justru semakin parah dan sulit untuk diselamatkan. Saat itu usia ku sekitar 4 atau 5 tahun kak"


"Baba menipu semua kolega yang sudah berinvestasi di perusahaannya. Bahkan saat perusahaan utamanya sudah berkembang, dia menyuruh anak buahnya untuk menyerang keluarga investor yang paling besar. Membunuh satu per satu. Saat semua keluarga sudah terbunuh, Baba memaksa investor itu untuk menandatangani surat persetujuan yang mengatakan akan memberikan seluruh saham yang dimiliki kepada perusahaannya"


"Apa dia gila? Baba mu benar-benar kehilangan akal sehatnya" ucap Rizky yang sudah mulai naik pitam


Sejenak keadaan hening pun tercipta diantara keduanya. Amanda pun tak kunjung kembali sesuai dengan apa yang dia ucapkan tadi


"Baiklah, sekarang katakan bagaimana pengamanan disekitar rumah dan paling terpenting di sekitarnya. Dan juga, jika kau tau bagaimana cara gampang untuk menemuinya maka itu akan bagus" ucap Rizky memecahkan keheningan itu


Zaen yang mendengar dengan jelas apa yang diinginkan oleh pria itu langsung menoleh dengan cepat


"Kakak yang akan membereskan ini semua?"


"Hmmm. Ayah memberikan tanggung jawab ini padaku"


Zaen terdiam namun matanya masih terus menatap ke wajah sisi kiri Rizky. Hidung mancung dan mata tajam bak elang dengan bulu mata yang lentik yang bisa dia lihat dengan jelas


"Kak, maaf sudah membuat kalian repot dan menambah tanggung jawab seperti ini. Urusan Kak Amanda saja belum selesai dan aku sudah menambahkannya" ucap Zaen yang kembali menundukkan kepalanya


"Sudahlah tidak masalah. Lagi pula kau akan segera menjadi Nona Graham bukan? Jadi biarkan saja. Ayo katakan lah" jawab Rizky sembari mengelus kepala gadis itu dengan lembut

__ADS_1


🌻🌻🌻


Malam sudah tiba. Waktu untuk hari ini seperti berjalan begitu cepat. Rizky keluar dari kamarnya dengan menggunakan celana training berwarna abu-abu dan juga kaos yang senada


Berjalan ke pembatas tangga dan menatap ke bawah. Mendapati adik bungsunya yang sedang bermain game bersama dengan sahabatnya Thio


"Er apa Ayah ada disitu?" teriak Rizky yang masih terus menatap ke bawah


"Tidak kak. Ayah masih ada di ruang kerjanya" teriak Er juga yang tanpa menoleh ke kakak tertuanya itu


Rizky pun diam dan langsung melangkahkan kaki nya ke arah kiri untuk menuju ke ruang kerja Ayahnya


Tok tok tok


Tanpa menunggu jawaban dari dalam, pria tampan itu langsung membuka pintu kerja dan mendapati Ayahnya yang berkutat dengan serius di hadapan komputer kerja


"Hentikan Ayah. Sudah cukup, biarkan Alan dan juga Er yang mengurus ini semua. Kapan mereka akan berkembang jika Ayah masih terus ikut mengambil alih?" omel Rizky yang langsung mematikan komputer milik. Ayahnya


"Rizky. Apa apaan kau ini, sedikit lagi itu akan selesai. Kau benar-benar" teriak Bryant yang tak habis pikir dengan kelakuan putra sulungnya itu


"Sudah lah Ayah biarkan saja. Tidak usah menyentuhnya lagi. Aku kemari karena ada yang ingin aku diskusikan dengan ayah mengenai tanggung jawabku"


Bryant pun langsung menurut dan menatap wajah putra sulungnya yang sudah duduk di kursi santai yang ada di ruangannya


"Ayah aku akan mengajak Thio untuk hal ini. Dia akan membantuku banyak hal. Ayah setuju?"


"Apa alasannya?"


"Zaen sudah memberitahu semuanya secara detail. Setelah aku ingat-ingat sejak mengobrol dengannya, dikepala ku hanya terlintas nama Thio. Dia sangat ahli jika harus menyelundup dan juga meretas segala hal. Jadi aku akan mengajaknya" jelas Rizky menatap ayahnya yang juga sudah menatapnya


Helaan nafas panjang terdengar di ruangan itu. Bryant pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban


Rizky berdiri dan langsung beranjak keluar dari ruangan itu


"Turunlah ayah. Sebentar lagi akan makan malam" ucapnya dan langsung menutup pintu itu


"Kali ini kau harus lebih berhati-hati putraku. Dia tidak segampang yang kau bayangkan" lirih Bryant yang sudah memejamkan matanya sejenak

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2