CEO My Husband

CEO My Husband
MENJALANKAN ATURAN GRAHAM


__ADS_3

Matahari sudah kembali terbit di ufuk timur. Hari baru sudah kembali datang. Dan seorang Pria serta dengan Wanita muda harus memulai semuanya


Mulai untuk mengikuti semua peraturan lama keluarga Graham.


Rizky melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya. Dia berjalan dan seketika berhenti tepat di depan pintu kamar milik Amanda


"Ehem" suara itu mengagetkan Rizky.


Dia langsung menolehkan kepalanya dan memandang orang tersebut


Bryant menaik turunkan kedua alisnya dengan senyum jahilnya yang juga terlihat. Rizky hanya menghela nafasnya pelan kemudian memijit pelipisnya


"Ayolah Anak Muda, ayo kita turun sekarang juga" ledek Bryant dan merangkul Rizky


Mereka berdua pun menuruni anak tangga dan mendapatkan Alan yang sudah membantu Lyla menyiapkan sarapan


"Selamat Pagi sayang. Selamat Pagi Alan" sapa Bryant dengan senyuman yang masih terus melekat


Lyla dan Alan hanya tersenyum membalasnya dan kembali sibuk


"Apa Amanda sudah sarapan?" tanya Bryant


"Sebentar lagi sarapannya akan diantar ke kamarnya" jawab Lyla yang sudah selesai dan duduk di samping kiri suaminya


Bryant hanya menganggukkan kepalanya dan menatap semua menu makanan yang ada.


"Hari ini aku akan pergi ke Guangzhou" ucap Rizky dengan mata yang sibuk menatap layar ponsel nya


"Apa ada pekerjaan? Tapi ini hari minggu Rizky" jawab Lyla dengan raut wajah bingung


Rizky pun menatap Bundanya dan juga Bryant Ayahnya


"Aku akan menemani Alan berkunjung ke rumah orangtuanya Bunda. Dan menjelaskan soal kemarin" jelas Rizky dengan raut wajah yang sama yaitu datar


"Kenapa begitu mendadak? Bunda akan menyiapkan beberapa hadiah untuk mereka" jawab Lyla dengan raut wajah yang sudah panik


"Tidak perlu Bunda. Aku sudah mengatur segalanya sekarang Bunda duduk dan sarapan saja" kata Rizky dengan nada tegasnya

__ADS_1


Lyla langsung mengunci mulut dan juga kakinya karena sudah mendengar ucapan dari Puteranya itu


"Apa sarapan Amanda sudah diantarkan?" tanya Bryant ke pelayan yang ada di sekitar meja makan


"Sudah Tuan Besar. Bi Irnah yang mengantarkannya" jawab pelayan muda sambil melangkah maju


Bryant menganggukkan kepalanya dan kembali menikmati sarapannya


🌻🌻🌻


"Bi Irnah?" tanya Amanda ketika melihat kepala pelayan itu sudah ada di kamarnya


"Maaf sudah membuatmu kaget Nona Muda" jawab Bi Irah dengan menundukkan kepalanya


"Tidak apa Bi. Sebentar saya akan mengeringkan rambut terlebih dahulu" ucap Amanda


Amanda berjalan menuju meja rias nya dan duduk di depan cermin besar yang ada di situ


"Biar saya bantu Nona" pinta Bi Irnah yang sudah berdiri di belakang Amanda


"Apa aku boleh tau sarapan pagi ini apa?" tanya Amanda membuka percakapan


"Ahk tentu saja boleh Nona Muda. Hari ini sarapan adalah roti panggang dengan telur setengah matang dan juga ada susu dan jus mangga. Dan Nyonya juga membuatkan puding mangga untuk Nona" jelas pelayan itu


Amanda terdiam dan raut wajahnya berubah


"Ada apa Nona? Apa Nona tidak menyukai sarapan tersebut?" tanya Bi Irnah yang sadar akan perubahan raut wajah Nona Mudanya itu


"Hmmm, sebenarnya saya tidak bisa sarapan dengan telur setengah matang Bi. Waktu kecil, Momy juga membuatkan sarapan seperti itu namun waktu selesai sarapan ternyata kepala saya langsung pusing dan bolak balik ke kamar mandi" jelas Amanda


Bi Irnah sontak kaget dan menghentikan pekerjaannya. Bukan karena kaget namun karena sudah selesai


"Kalau begitu akan saya ganti Nona. Nona tunggu sebentar yah" jawab Bi Irnah yang langsung mengambil piring sarapan dan bergegas keluar


🌻🌻🌻


"Ada apa Bi? Apa Amanda tak ingin sarapan?" tanya Lyla yang melihat kepala pelayannya itu membawa kembali piring sarapan

__ADS_1


"Bukan Nyonya. Hanya saja Nona Amanda tidak bisa memakannya" jawab Irnah


"Kenapa?" tanya Rizky membuka suara


Bi Irnah pun menjelaskan alasannya sambil menundukkan kepalanya. Yang mendengar pun hanya diam


Lyla langsung mengambil piring tersebut dan melangkahkan kakinya menuju dapur. Dia terlihat cekatan dan memasak nasi untuk calon menantu nya


Rizky dan Alan yang hendak pergi menundanya sebentar karena merasa khawatir


"Bi Irnah, nanti kau harus menanyakan apalagi yang tidak bisa dikonsumsi oleh Amanda. Saya tidak ingin Menantu dan juga Puteri saya merasa kekurangan" Bryant membuka suaranya dengan tegas


Bi Irnah hanya menundukkan kepalanya mengerti. Sarapan selesai Lyla pun memberikannya pada Bi Irnah


Bi Irnah segera melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kamar Amanda. Semua keluarga Graham melihat nya dengan saling tatap


"Kenapa kita tidak tau apapun mengenai Calon menantu keluarga kita sendiri?" tanya Bryant sambil memijit pelipisnya


Semua diam tak ada yang bisa menjawab. Karena memang kenyataannya bahwa tidak ada yang mengenal baik Amanda


"Kalian pergilah sekarang" ucap Bryant dengan raut wajah yang sulit untuk ditebak


"Aku akan menunggu Bi Irnah kembali" jawab Rizky dengan raut wajah yang sama


"Pergilah, Ayah akan mengabari kalian nanti mengenai Amanda. Berhati-hatilah saat menyetir dan jangan mengebut. Bersikap baiklah disana Rizky dan nikmati segalanya" ucap Bryant dengan tegas


Rizky mengalah dan menatap Alan. Alan yang langsung mengerti akan tatapan Kakaknya itu langsung melangkahkan kaki mendekat ke arah Bryant dan juga Lyla


Alan menyalim tangan kedua orangtua angkatnya kemudian pipinya dicium oleh Lyla. Memang Alan belum terbiasa namun lambat laun dia akan terbiasa dengan itu semua


Dia meninggalkan Rizky dan menyiapkan mobil. Rizky pun memeluk Bundanya dan juga Ayahnya secara bersamaan


"Kabari Iky jika terjadi sesuatu" ucap Rizky sambil melepas pelukannya


Rizky pun berjalan menyusul Alan dan masuk ke dalam mobil


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2