CEO My Husband

CEO My Husband
PINDAH?(1)


__ADS_3

Sinar mentari menyusup masuk setelah gorden kamar kedua insan yang sudah menjadi pasangan suami istri itu. Amanda mengerjapkan beberapa mata indahnya


Sedikit bergerak tapi ternyata pergerakannya terbatasi. Ada sesuatu yang berat yang menahan pergerakannya


Amanda menoleh ke samping dan melihat tangan kekar milik Rizky yang memeluk pinggangnya dengan wajahnya yang sudah berada di tengkuk lehernya. Pantas saja sedari tadi Amanda merasa ada sesuatu yang hangat yang membuatnya sedikit geli


Amanda tersenyum dan kembali memejamkan matanya


("Bisa aku egois? Bisa aku meminta atau memaksa padaMu agar membiarkan kebahagiaan ini tetap berjalan seperti ini?") batin Amanda


"Ky bangunlah atau kau akan terlambat untuk berangkat ke kantor hari ini" ucap Amanda lembut yang sudah memandang wajah tenang Rizky


Rizky membuka matanya dan langsung bertemu dengan mata indah milik Amanda. Tak ada suara yang terdengar selain detakan jarum jam dinding yang melekat di dinding kamar itu


"Hari ini kita akan pindah" ucap Rizky pelan


Amanda melotot terkejut


"Apa maksudnya?" tanya Amanda yang sudah bangun dan duduk di posisinya


"Bereskan semua barang-barang kita. Nanti setelah makan malam kita akan pindah"


"Alasannya?" kali ini Amanda terlihat kesal


Kenapa secara tiba-tiba Rizky membuat keputusan seperti ini


"Memang sudah seharusnya kita kembali ke rumah milikmu. Kita sudah tinggal disini lebih dari seminggu. Itu sudah aturannya Amanda"


Mata Amanda memanas mendengar penjelasan Rizky. Rizky duduk dan berhadapan dengan Amanda. Dia melihat wajah Amanda yang sudah menunduk segera Rizky mengangkat wajah itu dengan menyentuh dagu milik Amanda


"Jangan menangis sepagi ini Amanda. Tenang saja, Ayah dan juga Bunda akan sering berkunjung begitu juga dengan kedua adik iparmu. Kalau perlu aku akan menyuruh Zaen untuk tinggal bersama kita. Bagaimana?"


Mendengar ucapan Rizky yang sedang membujuk sekaligus sedang tawar menawar dengannya. Melihat wajah Rizky tentu saja ingin rasanya Amanda tertawa saat ini juga. Namun sebisa mungkin dia menahannya agar dia bisa melihat wajah Rizky yang seperti ini


"Bagaimana? Kau mau?" tanya Rizky sekali lagi


Amanda menganggukkan kepalanya sambil menatap manik mata Rizky


"Tapi aku mau Zaen tinggal bersama dengan kita. Karena dia juga disini masuk asrama jadi akan lebih baik jika tinggal bersama agar aku ada teman mengobrol"


"Ya ya ya baiklah. Terserah kau saja. Telpon Zaen dan bujuk dia sekarang kalau perlu. Aku akan mandi"


Rizky beranjak setelah mencium kening Amanda sedikit lama dan berjalan menuju kamar mandi


"Kau akan ke kantor atau ke mana?" tanya Amanda sebelum Rizky menutup pintu kamar mandi itu


"Aku akan ke kantor sebentar setelah itu melihat kondisi rumah yang akan kita tinggali. Aku akan memakai sweater saja hari ini"

__ADS_1


Rizky mendorong pintu kaca kamar mandi itu ke samping hingga rapat. Sebelum menelpon Zaen, Amanda terlebih dahulu mempersiapkan baju yang akan dikenakan oleh Rizky dan juga celananya


Dia meletakkannya di atas sofa dan kembali duduk di atas kasur king sizenya lalu mengambil ponselnya. Dia mencari kontak Zaen dan ketemu. Dia langsung menekan tombol panggil dan harus menunggu


"Hallo Kak" ucap Zaen dari seberang sana


Amanda tersenyum bahagia karena sudah sekian lama ia merindukan suara Zaen itu


"Hallo Zaen bagaimana kabarmu?"


"Ahk aku baik-baik saja Kak. Bagaimana dengan kakak? Kakak baik-baik saja bukan?" tanya Zaen kembali


Amanda memang menghidupkan pengeras suara karena dia sedang sibuk membenarkan gorden kamarnya


"Ya kakak baik-baik saja. Apa kau sibuk?"


"Tidak kak. Aku sedang dalam perjalanan menuju sekolah. Hari ini kami kembali masuk di ajaran yang baru"


"Ahk iya kakak baru ingat. Itu artinya Alan juga akan ke sekolah hari ini"


"Hmmm kak kenapa kakak menelpon ku sepagi ini. Apa ada yang penting?" tanya Zaen yang sepertinya mengalihkan pembicaraan


"Oh iya kau benar. Ada sesuatu yang penting tapi kakak tidak enak jika mengatakannya melalui telpon. Bagaimana nanti kakak akan menjemputmu ke sekolah dan kita makan siang bersama. Kakak juga akan meminta izin pada Alan agar dia mau dan jangan merasa khawatir. Hmmm?"


"Oh baiklah jika seperti itu kak. Aku akan mengirimkan kakak pesan jika sudah waktunya pulang sekolah. Dan soal Alan, aku yang akan mengatakannya pada Alan Kak. Kakak tenang saja"


Amanda tersenyum mendengar jawaban dan penjelasan yang diberikan oleh Zaen


"Sampai bertemu sayang"


Panggilan terputus dan tentu saja Zaen yang mengakhirinya terlebih dahulu


"Apa Zaen mau?" tanya Rizky yang sudah berpakaian


Amanda kaget dan menatap Rizky dengan heran


"Kapan kau sudah selesai mandi dan keluar? Aku tidak melihatmu tadi"


"Kau sibuk mengikat dan mengurua gorden ini. Sudah biarkan saja, nanti aku akan menyuruh Paman untuk memperbaikinya lagian kita tidak tinggal di sini lagi"


Amanda menganggukkan kepalanya mengerti dan berjalan mendekati Rizky. Dia membantu Rizky untuk menyisir rambut hitamnya itu


"Aku izin untuk makan siang bersama dengan Zaen nanti. Kau tidak keberatan kan?" tanya Amanda ragu


"Pergilah. Kau akan diantar oleh supir pribadi milik Ayah"


"Hari ini hari pertama semester ganjil Alan dan juga Zaen. Apa Alan sudah berangkat sekolah? Lalu kenapa dia tidak berpamitan pada kita?"

__ADS_1


Rizky sedikit terkejut dan berusaha menetralkan wajah nya saat ini. Dia menatap Amanda dan melingkarkan tangannya di pinggang Amanda


"Apa kau tidak akan minta maaf padaku atas kejadian semalam Nona Amanda?" tanya Rizky dengan lembut


Amanda melotot kaget. Dia bahkan tidak mengingat kejadian kemarin malam


"Ahk itu... aku minta maaf karena sudah merubah moodmu. Aku hanya sekedar bertanya dan memberitahu saja"


"Aku tidak akan dan tidak akan pernah mengizinkan mu untuk pergi bekerja. Kau mengerti?"


Amanda langsung menganggukkan kepalanya dan masih menatap Rizky. Rizky semakin mendekatkan dirinya dan matanya sudah melihat ke arah bibir merah muda milik Amanda


Amanda langsung menutupnya dengan telapak tangannya


"Aku belum menyikat gigiku"


Rizky terkekeh dan melepaskan pelukannya. Dia tau bahwa Amanda mencari alasan karena dia belum siap. Rizky memberinya waktu tapi nanti disaat Amanda sudah siap lihat saja apa yang akan dilakukan oleh pria itu


"Pergilah mandi dan segera turun. Aku akan turun terlebih dahulu" ucap Rizky dan melangkahkan kakinya


🌻🌻🌻


Rizky sudah berangkat dengan membawa mobil sendiri ke kantor. Amanda masuk ke kamar dan segera mengganti pakaiannya dan merias diri sebentar


Ponselnya bergetar dan Amanda langsung mengambilnya dan melihat siapa


Zaenal


'Kak bel pulang sekolah sudah berbunyi. Aku akan menunggu di dalam sekolah. Jika sudah sampai telpon saja aku'


Amanda segera bergegas dan turun ke bawah. Keadaan rumah sangat sepi mungkin saja Lyla Bundanya itu sudah pergi ke rumah teman lamanya seperti yang dia katakan tadi


"Nona sudah siap?" tanya supir pribadi yang biasa mengantarkan Ayah


Amanda hanya menganggukkan kepalanya dan segera masuk karena tidak ingin di bukakan pintu. Hal itu membuat pria itu kaget dan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


("Nona Amanda ini sangat baik hati") batinnya dan sudah memasang seatbelt


Dia memandang Amanda dari kaca


"Nona sudah siap?" tanyanya


"Sudah Paman. Kita menjemput Zaenal terlebih dahulu"


"Baiklah Nona"


Mobil mewah itu sudah melaju tanpa diberitahukan alamatnya. Karena Zaenal sudah pernah menginap sampai berhari-hari di Rumah Besar semua penghuni Rumah sudah mengenalnya selain karena dia kekasih Alan dia juga dikenal dengan gadis yang mirip dengan Amanda

__ADS_1


Tentu saja hal itu tidak membuat Amanda merasa marah atau cemburu. Karena Zaen hampir mirip dengan dirinya


🌻🌻🌻


__ADS_2