CEO My Husband

CEO My Husband
PENYELESAIAN MISI ALAN(1)


__ADS_3

Alan sudah meninggalkan Rumah Besar Keluarga Graham. Dia memutuskan untuk secepatnya menyelesaikan ini semua walaupun sebenarnya hati dan pikirannya masih berlabu kepada Kakak Iparnya Amanda.


Dia sudah tinggal di Apartemen yang diberikan oleh Bryant. Dia memandang layar laptop yang menyala di bawah lampu belajar yang hanya menghasilkan sedikit cahaya


Dia membaca sebuah informasi dengan teliti secara satu per satu. Dia benar-benar tidak ingin melewatkan sedikit pun informasi mengenai keluarga Arafah


"Kenapa semua informasi yang aku cari selalu hanya memunculkan wajah Alex dan juga istrinya Irish. Lalu kemana wajah cantik Kakak Iparku?" tanya Alan bingung


Alan menyandarkan badannya ke belakang dan mengusap bibirnya dengan pandangan yang masih fokus menatap layar laptop itu


Dia mengambil ponselnya dan meletakkan laptop yang sedari tadi berada dalam pangkuannya itu ke atas nakas yang ada di sampingnya. Dia menekan tombol panggil dan tersambung


"Thio apa aku bisa meminjam akun dan juga laptop atau alat komunikasi yang bisa membantuku menghasilkan informasi?" tanya Alan langsung pada intinya


"..."


"Baiklah kau bisa datang ke Apartemen. Aku akan mengirimkan alamat dan juga nomornya" ucap Alan mematikan telpon itu secara sepihak


Yah... Sebelum dia memutuskan untuk menetap di apartemen yang tak kalah luas dengan Rumah Besar ini, Rizky mengizinkan dia untuk meminta alat bantu. Tapi hanya alat bukan manusia


Alan berjalan menuju ke balkon kamarnya dan berdiri di sana dengan tangan yang sudah dia masukkan ke dalam saku celana tidurnya


Dia menatap cahaya yang mengindahkan malam ini. Dia menengadah ke langit dan ternyata tak ada bintang sama sekali. Sekilas cahaya juga muncul yaitu kilat


"Kak Manda cepatlah sadar Kak. Aku yakin Kak Rizky sangat mengkhawatirkan dirimu" ucap Alan lirih dengan wajah yang masih menengadah ke atas


Ponsel yang sedari tadi ada di dalam genggamannya bergetar. Alan segera melihat layar ponselnya dan ternyata orang yang sedari tadi dia tunggu sudah menelpon

__ADS_1


"Kau sudah di depan?" tanya Alan langsung


"..."


"Baiklah aku akan membuka pintu" lagi dan lagi Alan mematikan sambungan itu secara sepihak


Dia sedikit mempercepat langkahnya dan membuka pintu apartemen itu. Dia melihat Thio yang sudah berdiri dengan ransel yang ada di punggungnya dan juga tas yang dia pegang


Dia mempersilahkan Thio untuk masuk


"Aku akan membantumu untuk memasangkan semua ini" ucap Thio menatap Alan


Alan tersenyum singkat dan berjalan mendahului Thio. Thio mengikutinya dari belakang dan menautkan alisnya bingung


("Kenapa dia malah masuk ke dalam kamar dan berhenti di depan lemari bajunya sendiri. Aku rasa Kak Alan butuh berlibur sebentar") batin Thio


Belum selesai Thio berbicara namun kaca belakang lemari itu sudah terbuka lebar. Mata Thio membulat sempurna dan menatap Alan tak percaya


Alan hanya menampilkan senyum liciknya dan melangkah masuk. Hanya sebentar masuk dan mereka harus menuruni anak tangga. Beberapa anak tangga dan kaca itu kembali tertutup


"Ini Apartemen atau Tempat Persembunyian?" tanya Thio menatap sekelilingnya


"Keduanya. Ayah memberikannya padaku katanya agar aku bisa melakukan pekerjaan ini dengan baik dan teliti" jelas Alan dan terus berjalan


"Kau bisa melakukannya sekarang. Dan arahkan aku jika kau membutuhkan bantuan" ucap Alan memberhentikan langkahnya


Thio ikut berhenti dan menatap ke arah Alan. Dia menganggukkan kepalanya dan mulai meletakkan semua tas yang dia bawa

__ADS_1


"Kak bisakah kau mematikan semua sumber arus listriknya selagi aku memasangkan ini semua?" tanya Thio tanpa menatap Alan


Alan diam dan berjalan mencari dimana tempat arusnya. Dan dia menemukannya dan dengan segera menurunkan semua tombol itu. Dan ternyata benar, saluran listrik yang ini khusus untuk ruangan ini saja


Thio mulai mengeluarkan segala jenis alat komunikasi yang dia bawa


Alan hanya memperhatikan sampai Thio selesai atau bergerak ketika Thio menyuruhnya melakukan sesuatu


🌻🌻🌻


✍INFO PENTING DARI AUTHOR✍


**Haiii readers... kembali lagi ke cerita CEO My Husband💕


Author mau ngucapin banyak terimakasih karena selalu kasih support dan komen yang positif


Sebelumnya aku juga minta maaf. Mungkin selama ini ada beberapa kalimat atau kata yang typo nya membuat kalian terganggu


Tapi Author hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan😁


Author gak nyangka kalau cerita ini bakalan melangkah sampai sejauh ini. Berkat dukungan dan juga Kesetiaan kalian aku bisa lanjut berbagi imajinasi


Jangan lupa yah... Setiap baca jangan lupa kasih vote dan juga like. Karena cerita ini bergantung sama kalian semua


See you in the next Chapter✍


🌻🌻🌻**

__ADS_1


__ADS_2