CEO My Husband

CEO My Husband
BERBOHONG (LAGI)?


__ADS_3

Amanda menyibakkan gorden kamarnya karena entah kenapa gorden itu tidak terbuka secara otomatis.


"Tuan Muda Rizky bangunlah ayo cepat. Kau akan terlambat ke kantor hari ini jika masih ingin memejamkan mata" teriak Amanda mengomel


Amanda menoleh ke belakang dan menggelengkan kepalanya melihat Rizky yang masih bertahan pada posisinya. Dia berkacak pinggang tak habis pikir dengan kelakuan suaminya


"Oh ayolah Iky, cepat bangun dan bersiaplah" ucap Amanda lagi


Tak ada perubahan seperti awal. Mau tak mau Amanda berjalan mendekat dan menggoyangkan badan Iky agar suaminya itu mau bangun dari tidur lelapnya


Bukannya bangun, justru Amanda yang ikut berbaring bukan di atas kasur melainkan di atas tubuh Rizky


"Apa tidak ada kecupan pagi?" tanya Rizky


"Oh ayolah Tuan Muda, jangan meminta lagi dan segeralah bangun" omel Amanda yang berusaha melepaskan tubuhnya dari dekapan Rizky


"Kecup dulu baru aku akan bersiap" goda Rizky


Amanda memutar kedua bola matanya malas lalu menghela nafasnya panjang. Untung saja dia sudah menjadi istri sah seoranh Rizky, jika tidak mungkin saat ini juga dia akan memukul kepala Tuan Muda Graham ini


Cup


Amanda mengecup bibir merah milik Rizky sekilas lalu menatap manik matanya. Mereka seperti terperangkap dalam tatapan satu sama lain


Rizky tersenyum manis lalu segera merubah posisinya menjadi duduk dengan Amanda yang masih setia berada dalam dekapannya


"Terimakasih. Turunlah, sebentar lagi semua Tuan Muda Graham akan segera datang. Kau tidak akan menyambut mereka?"


Amanda membesarkan matanya kala mendengar kalimat yang diucapkan oleh Rizky barusan


"Kenapa baru mengatakannya sekarang? Aisss kau ini benar-benar" omel Amanda lagi


Rizky terkekeh kala melihat raut wajah imut yang dikeluarlan oleh Amanda.


"Jangan mengomel terus, apa kau tidak capek mengomel sepagi ini hmmm?" ucap Rizky setelah mencium kedua pipi Amanda


Amanda memajukan bibirnya lalu turun dari pangkuan Rizky. Dia merapikan rambutnya lalu menatap Rizky yang juga menatapnya


"Tunggu apalagi? Cepat bersiap"


"Ya ya ya baiklah aku akan bersiap. Sudah jangan mengomeliku lagi"


Rizky bangkit dari posisinya lalu berjalan menuju kamar mandi


🌻🌻🌻


"Selamat Pagi Kakak Ipar kami yang paling kami sayangi? Apa tidak ada kata Rindu untuk kami semua?" teriak seorang pria yang tak lain dan tak bukan adalah Er


Plak


Alan memukul kepala bagian belakang Er dengan keras sehingga menimbulkan suara yang cukup kuat juga


"Berisik" hanya itu kalimat yang diucapkan oleh Alan sambil menatap tajam ke arah Er

__ADS_1


Amanda yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Alan berjalan mendekat dan berdiri di hadapan Amanda.


Amanda menaikkan sebelah alisnya menatap bingung Alan yang hanya berdiri diam di depannya saat ini


Rizky yang baru saja tiba di bawah hanya bisa menatap mereka dengan raut wajah datarnya. Sedangkan Er? Dia masih sibuk membacakan mantra memaki kakak keduanya itu sembari mengusap kepalanya yang masih sakit


Thio yang baru saja masuk langsung ikut berdiri di hadapan Amanda


"Ada apa dengan kalian berdua? Apa ada yang salah?" tanya Amanda heran


Tak ada jawaban melainkan tubuh mungil Amanda hampid terjatuh ke belakang disebabkan pelukan yang mendadak


Amanda terkekeh dan memukul kedua pundak pria yang ada dalam dekapannya


"Kami hanya merindukan kakak" jawab Thio


"Yah yah kakak tau. Kakak juga sangat merindukan kalian"


Hanya ada kesunyian setelahnya. Rizky hanya tersenyum kecil dan berjalan ke arah meja makan


"Ekhem" deheman keras yang dikeluarkan oleh Rizky membuat semuanya menatapnya


"Aku memiliki meeting penting pagi ini. Tidak bisakah kalian melanjutkan acara melepas rindu ini nanti saja"


Amanda hanya tersenyum dan merangkul kedua adik iparnya itu


"Oke sepertinya aku salah memasuki ruangan. Baiklah aku akan pergi saja"


Amanda berbalik dan menatap Er yang melangkah menjauh dari semuanya


Er berhenti lalu menghela nafasnya berat. Dia memijit pelipisnya lalu berbalik menatap manik mata cokelat milik Amanda


Dia menunduk sebentar untuk mengatasi sesuatu yang ada dalam pikirannya dan juga dalam hatinya


"Er?" panggil Amanda lagi


Rizky dan lainnya hanya diam saja. Mereka sangat paham bahwa saat ini Er sedang bingung mencari kalimat yang tepat yang hendak dia katakan pada Amanda


Seluruh keluarga Graham tau betul bahwa Er sangat sangat menyanyayangi Amanda. Dia rela mengorbankan nyawanya sendiri hanya demi kesalamatan Amanda. Namun sangat tidak memungkinkan untuk saat ini mengatakan hal yang sebenarnya pada Amanda


Er melangkahkan kakinya mendekat pada Amanda sambil tersenyum kecil. Langsung memeluk tubuh Amanda dengan erat


"Ada apa dengan kalian semua hari ini? Kenapa terlihat sangat mencurigakan?"


Er melepaskan pelukannya lalu memegang kedua pundak Amanda


"Kak aku hanya becanda soal tadi. Aku...aku sebenarnya ingin pergi sekarang. Ada seseorang yang sudah menungguku di mobil"


Amanda melepaskan tangan kekar milik Er dan merubah raut wajahnya.


"Kalau begitu pergi saja. Tak perlu izin dariku" ucap Amanda


Rizky yang mendengar ucapan Amanda langsung menatap Alan dan juga Thio secara bergantian. Amanda sudah berbicara dengan dingin artinya sedang menahan amarah

__ADS_1


Rizky berjalan mendekat lalu memegang tangan Amanda mencoba menyalurkan rasa hangat pada gadisnya itu


"Dengarkan penjelasannya terlebih dahulu" bisik Rizky


"Tidak perlu. Kalian sarapan saja, aku akan ke kamar untuk istirahat. Badanku merasa tidak enak" jawab Amanda melepaskan tangannya dari genggaman tangan Rizky


Er lagi dan lagi menghela nafasnya mendengar penuturan yang dikatakan oleh Amanda


"Setidaknya makanlah sedikit kak" bujuk Alan yang sudah mencegah langkah Amanda


"Alan, kakak tidak lapar. Kalian saja yang sarapan hmmm" jelas Amanda sembari tersenyum palsu


"Kakak tidak menyayangiku?" pertanyaan itu membuat Amanda lagi dan lagi harus mengurungkan niatnya menaiki anak tangga


Dia berbalik lalu menatap Er dengan wajah datar. Bukan hanya Amanda saja yang ingin mendengarkan penjelasan dari kalimat Er melainkan semuanya termasuk Rizky yang masih berdiri di hadapannya itu


"Aku akan pergi ke Jakarta untuk mencari seseorang. Seseorang yang membuat perusahaanku mengalami kerugian banyak. Jika kakak tidak percaya kakak bisa menanyakannya pada Thio. Dan bukan hanya itu saja, orang itu juga sudah mengambil seorang wanita yang dulu teramat penting bagiku. Bukan dulu namun sampai saat ini. Jika kakak tidak mengizinkanku untuk pergi maka aku tidak akan pergi dan...mungkin aku akan mengikhlaskan uang yang sudah dibawa lari olehnya dan mengikhlaskan wanita itu" jelas Er yang entah darimana datangnya semua kalimat bodoh itu


Semua mengerjapkan matanya tak percaya mendengar semua ucapan yang dilontarkan oleh Er dengan sangat lancar


"Apa benar begitu Thio?" tanya Amanda yang saat ini sudah menatap ke arah Thio


Thio yang dipanggil hanya bisa bungkam dan berpikir sejenak


"I...iya kak betul seperti itu. Tapi kali ini aku tidak akan ikut karena Er akan ditemani oleh seseorang yang berpengalaman dalam hal seperti ini selain aku" tambah Thio menjelaskan


Rizky dan Alan secara bersamaan hanya bisa menghembuskan nafas mereka pelan tidak ingin ikut ambil alih dalam hal ini


Amanda diam sejenak lalu berjalan mendekati Er. Berdiri tepat di hadapan Rizky lalu dia mengusap pipi Er dengan lembut dan tak lupa dengan senyum yang dia terbitkan


"Baiklah kalau begitu. Kau bisa pergi dan segeralah kembali jika semua urusanmu sudah selesai. Dan...kau harus bisa melindungi dirimu karena kita tidak tau ada kejadian apa ke depannya. Kau mengerti?"


Er hanya bisa memalingkan wajahnya ketika kontak mata terjadi antara dirinya dan juga Amanda.


Dia memeluk Amanda lagi dan memejamkan matanya. Setetes bening berhasil jatuh dan itu jelas dilihat oleh Rizky, Alan, dan juga Thio


Rizky hanya bisa mengusap kepala Er menenangkan dirinya. Lalu tersenyum kecil ketika Er sudah membuka matanya


("Bagaimana bisa kau menghadapi semuanya sendiri Kakak Ipar? Aku akan segera kembali dan menyelesaikan semuanya. Dan aku minta maaf Kak, karena sebenarnya tidak hanya Jakarta tapi semua tempat yang menunjukkan jawaban akan aku datangi. Aku percaya kau akan baik-baik saja di bawah pengawasan Kak Iky, Kak Alan dan juga Thio") batin Er


🌻🌻🌻


HAIII READERS... MAAF YAH KARENA GAK UPLOAD BEBERAPA HARI INI KARENA JUJUR AKU GAK BISA MENDAPATKAN IMAJINASI BARU


DAN JUGA AUTHOR BAKALAN LEBIH BANYAK KASIH CERITA YANG PENUH TEKA-TEKI DAN MISTERI LAINNYA :)


SEMUA YANG DIUCAPKAN OLEH ER KEPADA AMANDA JUGA AKAN BENAR-BENAR TERJADI NANTINYA


MASIH INGAT CASSANDRA? TENANG SAJA...SEBENTAR LAGI AUTHOR AKAN MEMUNCULKAN CASSANDRA DALAM CERITA INI


DAN KONFLIK JUGA AKAN SEMAKIN BANYAK


SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA YAH 😊✍

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2