
Sepasang suami istri yang baru saja tiba di kediaman mereka masih saja sibuk melakukan kegiatan mereka masing-masing
Amanda yang masih duduk di depan cermin sembari merapikan rambutnya. Sedangkan Rizky suaminya yang masih menatap fokus layar laptop di pangkuannya
"Aku merasa bahwa ada sesuatu yang saat ini disembunyikan oleh Zaen. Tidak biasanya dia menangis dan memeluk begitu erat seperti itu" ucap Amanda yang sudah memutar posisi duduknya menjadi menatap suaminya itu
Merasa bahwa gadis itu sedang menatap dan berbicara padanya Rizky langsung menghela nafasnya lalu menutup laptop dan berjalan mendekat ke arah istrinya itu
"Aku sudah berulang kali mengatakannya padamu bukan? Jangan terlalu memikirkan semua hal yang sama sekali akan membuatmu sulit di hari esok" ucap Rizky begitu lembut sembari memijit bahu gadisnya itu
"Tapi sikap Zaen hari ini membuatku mau tak mau harus memikirkannya. Kau cepatlah selidiki apa yang terjadi padanya belakangan ini. Oh, bukankah tadi kau berbicara dengan Alan? Apa Alan tau mengenai sesuatu?"
Lagi dan lagi Rizky hanya bisa menghela nafasnya mendengar ocehan yang dikeluarkan oleh Nona Muda nya itu
"Ayo sudah waktunya untuk tidur. Kau pasti sudah sangat lelah hari ini. Urusan Zaen biar aku dan yang lainnya yang akan mengurusnya" jawab Rizky yang langsung mendorong tubuh kecil itu menuju kasur yang sudah memanggil mereka sejak tadi
Amanda hanya terkekeh dan pasrah atas dorongan yang dilakukan oleh suaminya itu. Mereka pun terlelap dengan cahaya bulan yang mereka biarkan menembus jendela kaca besar kamar mereka
🌻🌻🌻
Awan gelap pagi ini sepertinya mendukung semua orang untuk tetap melanjutkan tidur mereka. Tapi tidak dengan Tuan Muda Bungsu mereka
Owner yang sudah bangun sejak tadi dan duduk di hadapan komputer yang ada di ruang kerja miliknya. Wajah tampan yang masih senantiasa melekat di tubuhnya. Ekspresi serius dan mata yang tajam membuatnya kesempurnaan dirinya itu semakin terlihat
"Kenapa aku sama sekali tidak bisa mengetahui apa saja yang terjadi dengan Zaen belakangan ini? Apa dia benar-benar melalui hal buruk selama beberapa hari ini dan menangis ketika akhirnya bertemu dengan kakak?" lirih Er masih berpangku tangan dan mata yang menatap lurus ke depan
"Tidak ada cara lain selain memancingnya. Aku harus membuat keributan hari ini. Biarkan saja jika Kak Alan dan juga Kakak Ipar memarahi ku. Tapi tidak ada jalan lain" putusnya dan langsung mematikan komputer miliknya dan melangkah keluar dari ruangan pribadi miliknya
Menuruni anak tangga dan mendapati gadis yang sejak tadi dia cari tau. Senyum licik sekilas terlihat di wajah tampannya itu
__ADS_1
"Ekhem" deheman keras di buat oleh pria itu
"Kau sudah bangun Er? Apa tidur mu begitu tidak nyenyak?" tanya Zaen yang sedikit bingung dengan kehadiran pria itu di jam sepagi ini
Tidak ada jawaban yang diterima oleh gadis itu. Er justru mendudukkan dirinya di sofa yang ada di ruang tv lalu menyalakannya
Zaen yang sudah terbiasa dengan sikap dingin Owner hanya bisa tersenyum geli lalu kembali menyiapkan sarapan pagi untuknya
"Ini minumlah. Aku sekalian membuatkan susu untukmu" ucap Zaen yang langsung menyodorkan segelas susu ke hadapan wajah Owner
Owner menerimanya namun langsung meletakkan nya di atas meja kaca yang ada di depannya. Itu semua pun tidak lepas dari pandangan Zaen yang masih berdiri di samping pria itu
"Er kau baik-baik saja? Sikap mu sangat membuatku sedikit terkejut. Ada apa?" tanya Zaen yang langsung duduk di samping pria yang masih fokus menatap layar lebar di depan mereka
Terdengar suara kekehan yang keluar dari mulut Er. Kedua alis gadis itu pun saling bertaut menatap bingung
"Bukankah harusnya aku yang bertanya hal itu padamu? Kau menangis ketika bertemu dengan kakak, tapi ketika ditanya kau hanya bisa menggelengkan kepalamu lalu berusaha untuk berhenti menangis. Kau ingin seperti Kakak Iparku? Oh ayolah Zaen, kau tidak akan bisa seperti Kak Amanda dan kau tau itu" ucap Er dengan sinisnya dan sudah menatap gadis itu
"Ck ayolah, berhenti untuk bersandiwara. Lagipula aku tidak mengatakan bahwa aku tidak menyukai kehadiran mu di rumah ini. Aku hanya merasa risih dengan semua drama yang kau ciptakan kemarin. Jika kau memang menghadapi suatu masalah maka katakan saja. Jangan seolah kau menyuruh aku dan juga kakak untuk menyelediki semuanya. Kau bukan Kak Amanda"
"Apa maksud dari perkataanmu Er?"
Teriakan itu membuat keduanya terdiam dan Zaen yang sudah menundukkan kepalanya sedangkan Er hanya bisa tersenyum kecil tanpa menoleh ke sumber suara
Alan semakin mempercepat langkahnya dan berdiri di depan adik bungsunya itu. Bahkan tatapan tajam sudah dia berikan untuk Er
"Jawab. Apa maksud dari semua ucapanmu itu" suruh Alan lagi mengulang kalimatnya
"Tidak ada maksud. Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Kekasih mu sepertinya sedang belajar untuk membuat drama dalam rumah ini" jawabnya dengan santai membalas tatapan kakak keduanya itu
__ADS_1
"Berhenti mengucapkan omong kosong Er. Ini masih pagi dan kau sudah memancing keributan" ucap Alan memperingatkan adiknya itu
"Benarkan Zaen? Apa yang aku ucapkan sejak tadi itu memang benar apa adanya kan? Kau memang hanya sedang ber-drama saja agar mendapatkan simpati dari kakak dan juga Kakak Ipar. Karena kau merasa bahwa semua orang di rumah ini hanya mempedulikan Kak Amanda tapi tidak dengan mu. Sudahlah, aku sudah tau apa yang ada dalam pikiranmu itu" ucapnya semakin membuat panas situasi
Alan semakin mendekatkan langkahnya dan menarik hoodie yang dikenakan oleh Er sampai akhirnya Er berdiri dengan wajah datarnya
"Jika kalian ingin bertarung maka pergi ke ruang latihan. Jangan membuat suasana pagi ini buruk hanya karena tingkah kalian bertiga"
Alan melepaskan genggamannya pada hoodie milik adiknya itu. Menatap kakak tertua mereka yang juga turun bersama dengan istrinya
"Apa kalian masih anak kecil hah? Kalian bertengkar tanpa melihat Zaen yang sudah menangis seperti ini. Kalian benar-benar keterlaluan" omel Amanda dan langsung memeluk erat tubuh gadis yang duduk di sofa dengan kepala yang sudah tertunduk
"Tidak perlu memperdulikannya kak. Dia hanya membuat drama saja agar kalian lebih memperhatikan dirinya" ucap Er menatap datar ke arah kedua gadis itu
"Hentikan Er. Ada apa dengan mu? Apa kakak pernah mengajarimu untuk membuat seorang wanita menangis? Kau begitu tidak suka jika kakak menangis tapi kau sudah membuat seorang gadis yang sebentar lagi juga akan menjadi kakak iparmu menangis" bentak Amanda yang sedikit membuat Rizky terkejut dan menatap nya sebentar
Rizky menatap datar adik bungsunya itu dan yang ditatap pun melempar tatapan yang sama. Rizky memutar kedua bola matanya malas lalu menghela nafas
Dia tau semuanya. Bahkan rencana konyol yang sejak tadi sudah dimulai oleh adiknya itu pun sudah dia ketahui. Memang dasar Er, tidak ada yang bisa menebak isi kepalanya kecuali kakak tertuanya itu
"Mungkin apa yang dikatakan oleh Er sepenuhnya benar. Selama ini yang hanya diperhatikan oleh semua orang hanyalah kau saja. Padahal di rumah ini ada gadis lain yang membutuhkan itu semua. Jadi dia melakukan ini untuk menarik perhatian semua orang. Sudahlah biarkan saja"
Dukungan yang dilontarkan oleh Rizky membuat semua orang terkejut kecuali orang yang sudah merencanakan ini semua. Er menahan tawanya sedangkan Alan sudah berjalan mendekat ke arah kakak nya itu
"Kakak juga berpikiran seperti itu? Kakak sudah tau mengenai Zaen dan sekarang kakak juga meragukannya? Hebat sekali kak" tanya Alan menatap tak percaya ke arah Rizky yang hanya menatap semua orang dengan datar
Zaen semakin menangis tersedu-sedu dan semakin memeluk erat tubuh Amanda. Sedangkan Amanda hanya menatap suami dan kedua adiknya secara bergantian
"Kalian..."
__ADS_1
🌻🌻🌻