
Amanda bangun dari tidurnya yang lelap. Ia langsung berjalan dan masuk ke dalam kamar mandi yang lebih besar dari kamar mandi di villa milik Rizky sebelumnya
Dia melakukan ritual mandinya seperti biasa sambil bersenandung ria.
Dan, Tuan Muda Rizky yang masuk ke dalam kamar Amanda. Tak melihat keberadaan Amanda di atas kasur atau pun di balkon kamarnya
"Amanda" panggil Rizky sambil melihat sekeliling kamar itu
Matanya berhenti tepat di pintu kayu yang juga berwarna hitam. Dia melangkahkan kakinya untuk semakin dekat
Dan dia menghembuskan nafasnya pelan karena merasa lega
Dia memilih untuk duduk di sofa sembari menunggu Amanda selesai dengan mandinya. Dia sibuk menatap layar ponselnya yang sedang dia genggam
Tak butuh waktu lama, Amanda keluar menggunakan kimono berwarna biru langit. Dia sontak kaget karena melihat Rizky yang sudah duduk dengan santainya menggunakan kaos hitam dengan celana pendek berwarna cream juga
"Oh astaga, tidak bisakah sehari saja kau tidak membuatku kaget Tuan Muda?" kata Amanda sambil membuka handuk yang menggulung rambutnya
Yah... Amanda pagi ini memilih untuk keramas saja karena selama dua hari tidak diizinkan mandi oleh semua keluarga Graham
Rizky menatap Amanda dan memejamkan matanya. Dia menikmati aroma shampoo yang digunakan oleh Amanda pagi ini. Entah kenapa tapi dia begitu menyukai wangi shampo yang digunakan oleh Amanda
"Dan sekarang dia pun melamun" ucap Amanda lagi
__ADS_1
Rizky tersadar dan berjalan mendekati Amanda. Dia mengambil alih hairdryer yang hendak digunakan oleh Amanda
"Biar aku keringkan" hanya itu kalimat yang diucapkan oleh Rizky
Amanda menaikkan sebelah alisnya bingung dan mendongakkan kepalanya menatap Rizky
"Apa kau salah makan Tuan Muda? Atau kepalamu terbentur pagi ini?" tanya Amanda
"Aku belum sarapan Amanda. Dan aku tidak terbentur dengan apapun. Aku hanya ingin melakukannya" jawabannya begitu simple
Rizky pun menghidupkan alat pengering rambut milik Amanda. Dia melakukannya dengan lembut dan teliti
"Kenapa kau mandi? Bukankah Ayah sudah melarangmu?" kata Rizky membuka pembicaraan
Tak ada lagi suara setelah mengatakan hal itu. Rizky masih setia melakukan kegiatannya dan selesai
Rizky mencabut hairdryer itu dan memasukkan kedua telapak tangannya ke dalam saku celananya
"Aku menyukai wangi rambutmu. Jangan pernah menggantinya. Segeralah turun dan satu lagi karena kau sudah sembuh maka kita akan ke Rumah Besar" suara Rizky dan berjalan keluar dari kamar Amanda
Amanda langsung berdiri dan segera mengganti bajunya dengan baju lengan panjang dipadukan dengan rok jeans selutut miliknya
__ADS_1
Amanda langsung turun dan mendapati Risky yang sudah berpakaian rapi sambil memegang ponselnya. Dia berhenti di anak tangga ke tiga sambil tersenyum manis
Dia mengambil ponselnya dan mengambil gambar Rizky secara diam-diam. Dan Rizky masih belum menyadari kedatangannya
Amanda pun melanjutkan langkahnya dan duduk tepat di samping kanan Rizky
Rizky pun meletakkan kembali ponselnya dan menatap gadis itu. Dia menarik sudut bibirnya sedikit dan hanya dia saja yang tau bahwa saat ini dia tersenyum
Amanda menyendokkan nasi goreng ke atas piring milik Rizky
"Apa kau benar-benar sudah sembuh?" tanya Rizky lagi
Amanda mengangguk riang dan mulai menyendokkan nasi goreng itu masuk ke dalam mulutnya yang kecil
Rizky yang melihat itu hanya menggeleng melihat tingkah Amanda yang terkadang seperti bocah ingusan
"Berhentilah bersikap kekanak-kanakan Amanda. Kau akan segera menjadi Nona Graham" kata Rizky yang sibuk dengan makanannya
"Memangnya kenapa? Kau saja yang terlalu serius dalam menjalani hidupmu Tuan Muda Rizky" jawab Amanda memandang Rizky tak percaya
Suasana pagi ini begitu tenang karena tidak ada pertengkaran kecil antara si gadis mungil dengan si pria keras kepala dan juga dingin ini.
__ADS_1
🌻🌻🌻