CEO My Husband

CEO My Husband
MENGHABISKAN WAKTU (2)


__ADS_3

"Kita akan kemana, Tuan Muda?"


Setelah kurang lebih 20 menit perjalanan yang sudah dilewati, akhirnya Amanda membuka suara mempertanyakan hal itu pada sang suami.


"Kau duduk diam saja, Nona Amanda. Percayakan semuanya pada suami mu ini. Oke?"


Rizky bukannya menjawab malah melontarkan perintah yang menurut Amanda tidak bisa ditolak sama sekali


Suara helaan nafas panjang pun terdengar. Rizky menoleh dan tersenyum kecil. Mengapa istirnya begitu menggemaskan? Padahal hanya duduk diam dan memandang ke luar jendela saja?


🌻🌻🌻


Sedang di tempat lainnya, Tuan Muda Bungsu Graham masih begitu fokus memeriksa sebuah dokumen dengan sampul berwarna biru muda di tangannya


"Permisi, Tuan Muda"


Er mengalihkan pandangan nya dan mendapati Nandini yang sudah berdiri di ambang pintu ruangan nya.


"Ahk masuklah" jawab nya dan meletakkan berkas itu ke atas meja dan menyandarkan punggung tegapnya ke sandaran kursi kebesaran nya


"Ini beberapa berkas penting yang harus segera Anda tanda tangani, Tuan Muda. Berkas ini akan dikirim kan segera kepada Kepala Direktur karena sebentar lagi akan ada rapat besar di gedung pertemuan" jelas Nandini yang langsung meletak kan beberapa berkas di atas meja kerja milik Owner


"Lagi? Oh ayolah, kenapa mendadak ada banyak pekerjaan yang diberikan padaku?" keluh nya yang sudah meletakkan kepalanya ke atas meja kerjanya


"Tidak banyak, Tuan Muda. Anda hanya perlu memeriksanya sebentar dan tanda tangan persetujuan saja. Semua berkas ini bersangkutan dengan devisi yang Tuan Muda tanggungjawabi sekarang"


Owner kembali menegakkan tubuh nya dan langsung yang terlihat adalah wajah datar nan dingin nya. Menarik berkas yang dibawakan oleh Asisten sekaligus Kepala Keuangan kepercayaan sang Kakak


"Apa Tuan Muda Rizky sudah pergi?" tanyanya dengan mata yang masih senantiasa membaca semua deretan kalimat yang ada


"Menurut laporan dari Thio, sudah. Tuan Muda beserta dengan Nona Muda Amanda sudah pergi sekitar 30 menit yang lalu"


Sedikit senyuman muncul menghiasi wajah tampan sang Tuan Muda Er.

__ADS_1


"Semua sudah aku tanda tangani. Jika ada yang lain kau bisa antarkan kepadaku lagi" jawabnya dan mengambil kembali berkas awal yang sedang dia periksa


Nandini hanya menganggukkan kepalanya mengerti dan menundukkan kepalanya memberi hormat lalu berjalan mundur untuk keluar dari ruangan itu


🌻🌻🌻


"Ayolah, kenapa harus menutup mata seperti ini? Jika aku tersandung bagaimana?"


Sejak mobil pribadi itu berhenti, Rizky langsung menutup kedua mata sang istri dan membantunya berjalan. Dan sepanjang perjalanan, pemuda itu hanya mendengarkan ocehan ocehan yang keluar dari mulut gadis kecil itu


"Kau harus mempercayai suami mu sendiri. Sebentar lagi kita akan sampai. Sabar sebentar dan terus berjalan sesuai dengan yang aku katakan"


Amanda diam dan terus berjalan sesuai dengan arahan yang diberikan sang suami.


"Sampai. Sebentar, aku akan membuka penutup matanya yah" ucap Rizky


Amanda menghela nafas lega. Sejujurnya, kakinya sudah lelah karena berjalan lumayan jauh seperti ini. Menunggu Suaminya membuka kain penutup mata yang sedari tadi sangat mengganggunya


Rizky terkekeh mendengar ucapan Amanda dan ekspresi yang begitu menggemaskan dimatanya. Dia berjalan mendekati gadis itu


"Kau suka, Nona Amanda?" tanyanya yang sudah memeluk gadis itu dari belakang


"Aku baru tau ada tempat seindah ini. Kau menyiapkan nya sendiri?"


"Ini awalnya hanya lahan kosong. Tapi beberapa bulan belakangan, aku menyuruh Alan untuk mencari tau siapa pemilik tanah ini. Dan menyuruhnya untuk membuatkan taman bunga dan Gazebo yang akan disukai oleh Kakak Ipar Kesayangan nya"



"Ini benar benar indah. Terimakasih" ucap Amanda yang begitu antusias dan langsung mengecup pipi Rizky dengan senyum yang begitu manis


Rizky tertawa pelan dan memeluk sang istri semakin erat.


"Kau tau, semakin lama rasanya aku akan semakin gila"

__ADS_1


"Gila? Tapi kenapa?"


"Kau yang membuatku semakin gila, Nona Amanda. Kau tau benar bahwa... Pernikahan ini secara mendadak dan tidak didasari apapun. Tapi semakin kesini, kau membuat ini semakin hampir meledak rasanya" jelas Rizky yang sudah membawa tangan mungil itu ke dada bidangnya


Amanda terkekeh dan kembali memeluk sang suami


"Aku juga merasakan itu. Hanya saja lebih cepat dari mu, Tuan Muda"


Mereka berdua saling menatap satu sama lain. Tatapan yang begitu dalam hingga jarak wajah diantara mereka berdua sudah semakin tipis


🌻🌻🌻


"Berapa lama kau akan pergi?" tanya Amanda dengan tubuh yang masih menempel pada badan kekar itu dengan selimut yang sudah menutupi tubuh mereka berdua


"Sebentar. Aku hanya perlu menjelaskan dan memberi pengertian kepada Baba nya Zaen. Dan memberitahu yang sebenarnya mengenai Istri baru nya itu"


"Aku tidak mau kau begitu kasar nantinya. Dan kembali lah dalam keadaan yang baik-baik saja"


"Tentu saja. Aku akan secepatnya kembali dan menyelesaikan hal lainnya. Kau, Bunda, Zaen, Nandini dan juga Dokter Lingling akan diawasi semakin ketat. Ada banyak hal yang harus diwaspadai terutama dirimu


Jadi, aku minta jangan jauh dari Alan dan lainnya. Terutama Er, dia akan secara khusus aku tugaskan untuk menjaga mu. Kemana pun dan apapun itu, minta bantuan pada Owner. Kau mengerti, Nona Amanda Graham?" jelas Rizky yang semakin mengeratkan pelukan nya


"Maaf" lirih Amanda


"Maaf untuk apa?"


"Maaf karena selalu membuat semua orang merasa khawatir dan takut. Semenjak datang nya aku ke keluarga Graham, ada begitu banyak kejadian yang hampir membuat setiap orang menahan nafas"


"Tidak perlu merasa bersalah begitu. Sebelum kau masuk, kami sudah memprediksi ini. Siapa yang akan diam saja dengan semua kesuksesan dan juga keberuntungan yang didapat oleh Ayah? Jadi tidak masalah"


"Terimakasih, Amanda. Kami harusnya mengucapkan terimakasih padamu. Semenjak datang nya kau ke Rumah Besar, semua orang semakin banyak tertawa dan menemukan banyak warna. Dan terimakasih karena kau sudah memberikan hak ku sebagai suami tadi" ucap Rizky dengan lembut dan langsung mencium kening sang istri cukup lama


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2