
Rizky duduk di samping Amanda yang masih saja senantiasa menutup matanya. Sedangkan yang lain sedang ada di luar kamar untuk sekedar beristirahat dan menenangkan pikiran mereka masing-masing
"Manda apa disana jauh lebih baik?" tanya Rizky yang sudah merubah posisinya
Rizky memegang jari jemari milik Amanda. Dan menatap wajah pucat itu dengan tatapan sendu
"Apa kau tidak merindukan kasih sayang Ayah dan juga Bunda? Kau tau Bunda jadi jarang memasak padahal aku sangat merindukan masakan Bunda. Ayah juga jadi jarang berbicara padaku oh bukan hanya padaku tapi pada kami semua padahal setiap aku melakukan kesalahan Ayah pasti akan menegur ku
Kau belum bertemu dengan Om Bram bukan? Bangunlah Amanda kau harus mengobrol dengan Om Bram. Dia itu adik kesayangan Ayah tapi yah begitu... sama sepertiku dan juga Er mereka juga selalu bertengkar. Tapi jika dipikir-pikir ternyata Aku dan Er selalu bertengkar itu karena ayah dan juga keluarga" cerita Rizky panjang lebar
Rizky berhenti berbicara dan kembali menatap wajah Amanda. Dia sesegera mungkin menghapus air mata yang akan turun dari matanya itu
"Amanda... aku merindukan mu sungguh. Rindu mendengar suaramu, rindu melihat senyum dan tawa kecilmu. Aku juga rindu melihat wajahmu yang selalu tampak ceria. Apa kau tidak merindukan suamimu ini? Bahkan kita belum pergi berlibur setelah hari pernikahan. Nanti jika kau sudah sadar katakan saja kau ingin kemana dan saat itu juga kita akan segera pergi" lanjut Rizky
Rizky dengan sigap menghapus air mata yang turun dari sudut mata Amanda. Dia langsung memeluk erat tubuh Rizky dan menempelkan kepalanya di lekukan leher Amanda
"Bahkan kau saja belum mandi berhari-hari tapi wangimu masih saja ada. Kau tau... wangimu ini selalu berhasil membuat lelahku hilang. Cepatlah bangun Sayang aku benar-benar merindukanmu" lirih Rizky
Rizky memejamkan matanya dengan posisi yang masih sama
Dia tidak sadar bahwa Bryant dan Bram sedaritadi berdiri di pintu dan mendengar segalanya
Bryant menundukkan kepalanya dan menghapus air matanya. Bram menarik diri mereka untuk keluar dan segera menutup pintu itu dengan pelan
"Aku pikir Rizky menikahi gadis itu hanya sekedar status saja. Ternyata dia begitu menyayangi gadis itu" ucap Bram menatap lurus ke depan
__ADS_1
🌻🌻🌻
Alan masuk ke dalam kamar Amanda. Dia menggantikan Kakaknya Rizky karena Rizky ingin membersihkan dirinya.
Dia duduk di samping Amanda. Alan memegang tangan Amanda yang sudah dingin. Dia berusaha menyalurkan kehangatan yang ada dalam dirinya ke dalam tubuh Amanda
Dia menatap wajah Amanda
"Oh astaga Kak. Bahkan kau sudah tidak mandi dan tidur berhari-hari saja masih terlihat cantik dan cute" ucap Alan sambil tersenyum kecil
"Kakak tau, aku sudah membawa kekasihku ke rumah. Akan ku ceritakan sedikit tentangnya yah. Namanya Zaenal aku biasa memanggilnya Zaen. Dia cantik tapi masih lebih cantik Kakak. Waktu dia datang ke rumah dan melihat seluruh rumah dia langsung datang padaku katanya ingin pulang otomatis Alan kaget kak kenapa dia tiba-tiba ingin pulang. Ternyata dia menjelaskan bahwa dia insecure dengan foto Kak Manda.
Dia lucu dan polos sama seperti Kakak. Dia hampir setiap hari datang ke rumah hanya untuk membersihkan badan kakak dengan air hangat. Harusnya kakak bangun dan melihat Zaen. Aku juga penasaran bagaimana penilaian kakak terhadap Zaen" cerita Alan dengan antusias
Alan mengalihkan kepalanya dan segera menghapus air mata nya. Setelah itu dia kembali menatap tubuh Kakak Iparnya yang masih diam tak bergerak
("Karena memang mereka pantas mendapatkannya Kak. Aku akan membalas segala kesedihan dan sakit hatimu") lanjut Alan dalam hatinya
Alan kembali menatap Amanda dan melihat sudut mata Amanda yang sudah mengeluarkan air mata. Dengan cepat Alan menghapus itu dan ikut menangis
"Kak aku berjanji aku tidak akan terluka. Aku akan menjaga diriku dengan baik dan aku akan pulang dengan wajah ganteng yang masih bertahan hahaha" jelas Alan yang ditambahi dengan sedikit tawanya
Alan mencium telapak tangan Amanda dan kembali meneliti wajah itu
("Wajah dan sikapmu yang seperti ini saja masih ada aja yang ingin menyakitimu. Bagaimana jika sikapmu sudah berubah menjadi seorang yang jahat? Mungkin akan lebih banyak manusia yang akan menyakitimu kak") batin Alan
__ADS_1
🌻🌻🌻
Kalian bisa bilang kalau Author nulis ceritanya ngawur. Tapi inilah imajinasinya Author
Er melangkahkan kakinya untuk memasuki kamar dimana Amanda masih terbaring lemah. Langkahnya terhenti padahal dia belum sampai berdiri di samping Amanda. Dia berbalik dan dengan segera menghapus bulir-bulir airmata yang sudah hampir jatuh
Dia kembali berbalik dan melanjutkan langkahnya
"Kak Manda" panggil Er dengan semangat padahal dia sudah menahan tangisnya
Dia duduk di samping Amanda dan menggenggam tangan Amanda
"Kak Manda... Er mau cerita banyak ke Kakak. Kakak mau denger gak?" tanya Er masih dengan suara yang semangat
"Kak aku kesel lihat Kak Rizky. Masa nih yah Kak, Er udah capek-capek masak makanan yang disukai sama dia Ehk tau-taunya gak dimakan. Jangankan dimakan, letak sendoknya aja gak berubah Kak. Kak Rizky udah beberapa hari ini gak pernah makan nasi kak. Dia selalu makannya roti dan susu doank itu pun kalau udah dipaksa Bunda" cerita Er sambil menghapus air matanya tapi entah kenapa dan bagaimana caranya dia masih mempertahankan suaranya itu
"Wajah Kak Rizky yang dingin dan datar sekarang makin menjadi kak. Terus nih yah Kak, Er juga kesel lihat Kak Alan. Masa Kak Alan udah punya pacar aja? Padahal Er baru aja masuk Rumah ini tapi Kak Alan udah bawa pacarnya aja ke sini. Yah walaupun pacarnya Kak Alan memang cantik. Tapi Kakak Ipar ku yang paling cantik setelah Bunda" lanjut Er dengan air yang semakin deras turun dari pelupuk matanya
Er kemudian terdiam dan menidurkan dirinya di samping Amanda. Dia memeluk badan Amanda dan masih melihat wajah itu dari samping
"Kak... Er rindu Kak Manda. Er merindukan senyum dan suara kakak. Walaupun Kakak dilarang Kak Rizky untuk memasak di dapur tapi Er mau sekali aja mencoba makanan buatan kakak. Kak Alan bilang masakan kakak enak pake banget. Masa Kak Iky sama Kak Alan udah pernah coba masakan kakak tapi Er belum? Kakak tega gitu?" keluh Er
"Semenjak lihat dan mengobrol singkat sama Kakak. Rasanya Er gak mau balik lagi ke Swiss. Er pengen disini aja manja sama Kak Manda dan cerita segala hal. Biarin aja Kak Iky cemburu kalau Er manja-manja sama Kakak. Sama adek sendiri kok cemburu? Nanti Er bakalan cari pacar yang sama kayak Kak Manda. Kak Alan aja bisa dapat Kak Zaen yang hampir mirip kayak kakak. Itu artinya Er juga pasti akan dapat"
Er menenggelamkan wajahnya ke kasur agar suara tangisnya tidak terdengar oleh Amanda. Er tidak kuat, dia langsung bangkit dari kasur tersebut dan berjalan menuju balkon kamar Amanda
__ADS_1
🌻🌻🌻