
Setelah mengantarkan Ayah Mertua nya ke halaman depan rumah, Amanda memilih untuk masuk ke dalam kamar nya.
"Kau sibuk, Nona Graham?"
Amanda melihat sumber suara itu dan berjalan mendekat dengan senyum manis yang juga dia ikut kan. Rizky yang mendapatkan senyuman itu pun juga langsung melakukan hal yang sama
"Yah aku sangat sangat sangat sibuk, Tuan Muda. Kau tau, pekerjaan ku di Rumah sebesar ini sangat banyak"
"Benarkah? Apa semua pelayan di rumah ini sudah bermalas malasan? Mereka membiarkan mu mengerjakan semuanya?"
Amanda merasa bahwa Suaminya ini benar-benar tidak bisa diajak berbicara santai. Apa semua hal harus dianggap serius oleh Tuan Muda Sulung Graham ini?
"Ahk tidak tidak. Aisss kau ini, aku hanya becanda Rizky. Mereka bahkan sangat ketakutan jika sudah melihat ku mulai membersihkan sesuatu. Mereka selalu mengatakan
'Nona Muda, tidak perlu mengerjakan nya. Kami masih bisa mengerjakan ini semua, Nona duduk dan beristirahat saja. Sebentar lagi pasti Tuan Besar dan para Tuan Muda akan segera pulang. Jika mereka melihat Anda mengerjakan ini maka mereka akan sangat murka'" cerita Amanda dengan serius
Rizky terkekeh dan membawa gadis kecil ku ke dalam pelukan nya. Meletakkan dagunya tepat di atas kepala sang istri
"Apa yang mereka katakan memang benar. Ada begitu banyak pekerja disini jadi kau dan semua Ratu Keluarga Graham tidak perlu melakukan nya lagi"
"Tapi kami juga butuh itu. Bagaimana bisa kami hanya duduk diam seharian di rumah tanpa melakukan apapun. Yang benar saja" jelas Amanda lagi
__ADS_1
"Tetap saja tidak bisa, Nona Rizky Graham. Sekarang bersiaplah, kita akan pergi keluar"
"Pergi? Kemana? Apa kau akan menghadiri sebuah pertemuan yang mengharuskan aku ikut?"
"Tidak. Ikuti saja semua yang aku katakan. Cepatlah" ucap Rizky sembari mendorong istrinya masuk ke dalam kamar mandi mereka
🌻🌻🌻
Rizky yang sudah menunggu hampir 20 menit lamanya, akhirnya mendengar suara ketuka sepatu dari lantai atas
Pria tampan itu berdiri dan berbalik. Dan mendapati Istri kecilnya yang sudah menuruni anak tangga dengan gaun merah muda selutut dan sendal wanita yang memiliki hak tipis
"Maaf membuat mu harus menunggu, Tuan Muda" ucap Amanda yang sudah berdiri tepat dihadapan sang suami
"Tidak terlalu lama untuk waktu yang seharusnya"
"Kalian akan pergi?"
Pertanyaan dan suara itu membuat sepasang suami istri itu menoleh dan mendapati sang Ibunda yang berjalan menuju ke arah mereka
"Puteri Bunda sangat cantik. Benar kan, Rizky?"
__ADS_1
Rizky terkekeh dengan kepala yang tertunduk. Oh ayolah, apakah dia sedang malu mengakui bahwa istrinya begitu cantik?
Lyla ikut tertawa pelan dan menatap ke arah Amanda kembali. Merapikan rambut gadis itu yang terurai dengan indah
"Nikmati waktu kalian. Dan jangan pulang terlalu larut, ya?"
Mengangguk secara bersamaan dan memeluk sang Ibunda dengan hangat. Rizky dengan lembut menggenggam dengan erat tangan mungil itu dan berjalan bersamaan menuju teras rumah
Sudah ada Thio yang berdiri di samping mobil kesayangan milik Rizky. Mobil pertama yang dia beli dari hasil jerih payahnya
Itu sebabnya dia tidak pernah memakai mobil itu. Selalu saja disimpan di garasi bawah tanah dengan keamanan pintu garasi yang selalu berwarna merah. Pertanda bahwa tidak ada yang pernah menyentuhnya
Namun kali ini berbeda, dia membuka sendiri pintu itu dan menyuruh Thio membersihkan dan membawa nya hingga ke teras rumah
"Selamat menikmati waktu berdua, Tuan Muda. Saya akan menjaga Nyonya Besar dan juga kawasan rumah. Kalian tidak perlu menghawatirkan apapun" ucap Thio yang sudah membukakan pintu untuk Nona sekaligus Kakak Iparnya
"Aku percayakan padamu, Thio. Jika ada hal-hal diluar nalar dan yang mencurigakan, segera hubungi aku" jawab Rizky sembari menepuk pelan pundak tegap milik pria di hadapannya itu
Thio yang mendengar itu hanya bisa menundukkan kepala nya memberi hormat dan kembali menutup pintu mobil ketika Nona Muda nya itu sudah masuk dengan aman
🌻🌻🌻
__ADS_1