
Amanda hanya bermalas-malasan di dalam ruangan Rizky. Saat ini dia ditinggal sendiri oleh Rizky dikarenakan ada meeting pagi yang harus dihadiri oleh Tuan Muda Graham Long's
"Hufffttt aku sangat bosan. Aku akan pergi saja" kesal Amanda dan mengambil tas selempang miliknya
Dia mendorong pintu kaca dan melihat ada Alan di luar
"Maaf Nona, tapi Tuan Muda tidak mengizinkan Nona untuk pergi" kata Alan dengan sopan
Amanda memutar kedua bola matanya dengan malas "Kenapa aku harus membutuhkan izinnya? Dia meninggalkan ku sendiri di dalam selama 1 jam Alan. Aku sudah jenuh"
Alan tak menjawab dan membuka kembali pintu kaca itu. Memberikan kode agar Amanda kembali masuk ke dalam
Amanda menghentakkan kakinya malas dan berjalan masuk lagi. Dia melewati sofa dan masuk ke dalam kamar pribadi milik Rizky yang ada di balik pintu kayu berwarna hitam itu
"Dia menyuruhku menemaninya hari ini dan meninggalkanku seperti ini? Lebih baik aku di rumah atau pergi ke cafe untuk mengerjakan lamaranku ke kota Roma" omel Amanda
Dia merebahkan badannya dan memejamkan matanya sebentar sampai suara pintu terdengar
"Maaf" kata itu yang dapat di dengar oleh Amanda.
__ADS_1
Dia menatap ke samping dan sudah ada Rizky yang juga menutup matanya sambil memeluk Amanda
Jujur saja Amanda masih belum terbiasa namun sepertinya Rizky sedang membutuhkan nya. Amanda pun menghadap kan wajahnya ke arah wajah Rizky
Dia menatap setiap detail lekuk wajah yang ada pada diri Tuan Muda Rizky itu
"Ada apa?" Amanda membuka suara sambil mengelus lembut rambut hitam milik Rizky
"Aku hanya lelah berdebat di dalam sana. Biarkan seperti ini sebentar saja" Jawab Rizky
Amanda mencerna tiap kalimat yang dikeluarkan oleh Rizky. Dan dia pun membiarkan Rizky memeluk dirinya
🌻🌻🌻
Dia melihat dengan fokusnya
("Apa aku bisa mencintainya? Atau aku sudah mencintainya? Kenapa harus serumit ini? Lalu bagaimana soal keinginanku ingin bekerja di Perusahaan yang ada di Roma, apa aku harus melupakannya?") Amanda memiliki banyak pertanyaan
Dia ingin sekali bertanya hal yang paling penting itu pada Rizky. Apakah Rizky akan memberinya izin untuk bekerja di Roma atau tidak?
__ADS_1
"Berhentilah menatapku Amanda" suara itu membuyarkan pikiran Amanda
Amanda duduk dan merapikan rambut nya. Sedangkan Rizky masih berusaha mengumpulkan niat untuk bangkit dari tidurnya
"Bangunlah Ky, aku sudah lapar" Amanda memukul pelan kaki Rizky
Rizky bangkit dan berdiri melihat Amanda dengan tatapan datarnya. Rizky berjalan ke kamar mandi setelah mencium kening Amanda dengan lembut
Amanda sontak kaget dan membulatkan matanya
"Terkadang dia manis, terkadang dia bersikap dingin, dan terkadang sikapnya sulit untuk diterka. Terserah dia saja" omel Amanda dan berjalan ke jendela besar yang ada di kamar itu
Dia menatap jalanan yang dilewati oleh segala jenis kendaraan yang ada di Negara T ini. Dan sebuah tangan besar sudah melingkar di pinggang Amanda
"Kau bertanya apakah kau bisa mencintai ku? Maka jawabannya kau wajib untuk mencintai ku Amanda, lupakan masa lalumu itu. Masa lalu yang hanya bisa merenggut senyum dan senyum bulan yang ada di matamu. Mengerti?" bisik Rizky tepat di telinga Amanda
Amanda hanya diam, dia membutuhkan waktu untuk mencerna tiap kalimat yang dilontarkan oleh Rizky. Walaupun dia tahu bahwa apa yang Rizky katakan memang sepenuhnya benar
Sudah seharusnya dia mencintai Rizky dan melupakan Satria. Satria mantan kekasihnya yang awalnya dia rasa bisa memberikan Amanda kebahagiaan sepenuhnya
__ADS_1
Namun takdir berkata lain, Satria dengan teganya menghianati dirinya dengan sahabat Amanda sendiri
🌻🌻🌻