CEO My Husband

CEO My Husband
SIAPA KEKASIHNYA? (1)


__ADS_3

"Sudah bukan? Aku sudah menemanimu untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Kau sudah tenang?" tanya Andy menatap sahabatnya itu tak percaya


Er hanya menganggukkan kepalanya lalu mendudukkan dirinya di sofa yang ada di ruang kerja Andy sedangkan sahabatnya itu duduk di kursi kerjanya.


("Sungguh tidak masuk akal. Semua baik-baik saja tapi mengapa aku bisa se-senang itu saat bertemu dengan gadis kecil itu. Ayolah Er jangan mulai menyukai siapapun untuk situasi saat ini") batinnya sembari menggaruk pelipisnya


Er membuka ponselnya dan menatap jam yang terpampang jelas di layar ponsel dengan lockscreen dirinya sendiri


"Ini sudah saatnya makan siang. Apa operasinya belum selesai?" tanya Er yang kini menatap sahabatnya yang juga sedang asik menatap ponsel


Andy menautkan alisnya bingung lalu menatap kembali sahabatnya


"Operasi? operasi apa? Siapa yang kau maksud sobat?"


Er menghela nafas panjang lalu lagi dan lagi dia menggaruk pelipisnya. Sungguh, hari ini dia benar-benar sudah tidak waras


"Yang aku maksud adalah Dokter Shen Lin. Aku ada janji dengannya hari ini dan dia mengatakan bahwa hari ini dia melakukan operasi besar"


Jawaban itu sontak membuat pria di hadapannya itu mengembangkan senyumnya lalu menatap dengan penuh curiga ke arahnya. Er yang melihat itu hanya bisa meneguk salivanya kasar. Apakah dia salah bicara?


"Oh jadi seperti itu? Kau ada janji dengan Kepala Dokter Bedah Rumah Sakit ini? Katakan padaku, sebenarnya ada hubungan apa antara kau dan juga dia? Mengapa aku seperti sudah ketinggalan banyak informasi baru saat ini padahal kau baru saja kembali sobat" tanya Andy masih dengan ekspresi menyebalkannya itu


"Omong kosong apalagi yang kau keluarkan dari mulutmu itu Andy? Kau jangan membuat informasi mengenai diriku semakin panas. Aku dan juga dia sama sekali tidak memiliki hubungan apapun. Mungkin kami hanya berteman untuk saat ini. Yah hanya berteman" jawab Er berusaha mempertahankan wajah tenangnya


"Sudahlah, sepertinya dia masih melakukan operasinya. Aku akan menghubunginya nanti. Kalau begitu aku akan kembali ke Rumah Besar. Mampirlah dan bertemu dengan Bunda jika waktumu sudah luang" sambungnya dan berdiri dari duduknya


Er berjalan melewati Andy begitu saja. Sedangkan Andy hanya bisa menahan tawanya melihat tingkah konyol sahabatnya hari ini. Pria yang sejak tadi merusuh dan merepotkan dirinya itu bukan seperti Er yang dia kenal

__ADS_1


"Ada apa sebenarnya dengan anak itu? Apa masalah dalam keluarga Graham begitu berat sampai-sampai otaknya sedikit bermasalah? Tapi hasil pemeriksaan mengatakan bahwa dia baik-baik saja bahkan sehat sekali. Dia sudah tidak waras, benar-benar tidak waras" ucap Andy sembari menggelengkan kepalanya tak percaya


🌻🌻🌻


"paman, dimana Bunda dan juga Ayah?" tanya Er saat kaki jenjangnya sudah melangkah masuk ke dalam rumah yang benar-benar sudah sangat dia rindukan itu


"Kau ingat rumahmu Tuan Muda? Ayah berpikir kau sudah tidak ingin kembali lagi" bukan Paman Ar yang menjawab melainkan pria dengan tubuh tinggi tegap dengan rambut hitam dengan warna putih yang juga sudah mulai terlihat yang dengan santainya duduk di sofa ruang tamu dan dengan posisi yang membelakangi dirinya


Er terkekeh lalu menghampiri Ayah nya yang duduk di sofa ruang tamu. Dia tersenyum hangat dan langsung dibalas oleh Bryant yang langsung bangkit dari duduknya. Mereka pun langsung berpelukan


"Ayah tidak ke perusahaan? Tumben sekali Ayah tidak pergi ke perusahaan" ucap Er dan ikut duduk di samping Ayahnya yang sedang menikmati teh


"Ayah memutuskan untuk beristirahat sejenak. Sudah ada kau dan juga kakak keduamu bukan? Jadi Ayah percaya dengan keahlian kalian semua. Lagi pula Ayahmu ini sudah tua dan sudah cepat merasa lelah" jawab Bryant santai menatap putra bungsunya yang sekarang sudah tertawa kecil


"Entah kenapa, tapi kepergianmu kali ini benar-benar membuat Ayah risau Er. Lihatlah kau sekarang, kau sangat kurus, jika Bunda dan juga Kakak Iparmu melihat kondisimu saat ini bisa dipastikan kau akan diomeli panjang lebar dan ayah mu ini hanya akan tertawa mengejek mu" sambung Bryant meneliti wajah putra bungsunya itu


"Sekarang ayo kita makan siang karena makan siang sudah disiapkan. Bunda mu sedang pergi menjenguk temannya yang sakit" ajak Bryant yang sudah bangkit terlebih dahulu


Er pun tersenyum lalu merangkul Ayahnya itu menuju ke ruang makan. Benar saja, sudah banyak makanan yang tersedia di sana


"Sejujurnya Ayah juga kelihatannya sangat lelah dan berat badan Ayah sepertinya sudah menurun" ujar Er yang mulai menyendokkan nasi dan lauk ke atas piring milik Ayahnya


"Tidak nak. Ayahmu ini hanya lelah karena memikirkan kalian berempat yang saat ini jauh dari Ayah. Ayah takut terjadi sesuatu kepada kalian semua di luar sana apalagi saat ini menantu dan calon menantu Ayah juga sibuk di luar sana. Banyak teror yang belum terselesaikan dan itu membuat Ayah sibuk memikirkan apa jalan keluar yang terbaik" jawab Bryant sembari memukul telapak tangan putra bungsunya itu dengan pelan


Er langsung merubah raut wajahnya. Rahang tegasnya sudah terlihat jelas mengingat semua kejadian keji yang dilakukan tidak hanya 1 orang saja


"Ayah tenang saja, kami bisa menyelesaikan semuanya. Lagipula, ayah sudah mengajari kami banyak hal jadi percayalah Ayah kami bisa menyelesaikannya sampai tuntas" jawabnya berusaha meyakinkan Bryant

__ADS_1


Bryant tersenyum dan tentu dibalas juga oleh putranya itu. Mereka pun melanjutkan makan siang mereka dengan sesekali bercengkrama dan bercanda


Matahari pun sudah hampir tenggelam ke asalnya. Er menikmati teh sorenya di taman samping dekat dengan Rumah Kaca kesayangan Kakak Iparnya itu


"Kau baik-baik saja?"


Pertanyaan itu membuat Er sedikit kaget lalu menatap objek yang bertanya padanya saat ini. Lalu tak lama senyumnya terlihat jelas


"Yah aku baik-baik saja. Bagaimana sekolahmu Kak? Sepertinya belakangan ini kau sangat sibuk"


Zaen langsung mengambil tempat di samping kiri Er lalu ikut memandang lurus ke depan


"Yah mau bagaimana lagi, aku sudah menjadi bagian dari organisasi sekolah jadi kesibukan hampir setiap hari datang" jawabnya dengan helaan nafas


"Ayolah kak, kapan kau ada waktu berdua dengan kakak ku? Bukankah kalian akan segera bertunangan? Jangan menunda terlalu lama karena tidak tau kesibukan apalagi yang menunggu kami berempat di depan sana" goda Er melirik gadis cantik itu


Zaen hanya bisa tertawa kecil lalu diam. Keheningan pun terjadi diantara keduanya hingga dering ponsel salah satu dari mereka berbunyi


"Aku mengangkat panggilan ini dulu kak" ucap Er meminta izin pada gadis milik kakak keduanya itu


Zaen hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju. Er beranjak dari tempatnya dan berjalan sedikit menjauh dari Zaen


"Kak, sepertinya lain waktu kita akan bercerita banyak. Aku ada janji dengan seseorang jadi bisa aku pergi?" tanya Er setelah menutup panggilan


"Ada apa? Kau membuat janji dengan seorang gadis? Akhirnya adik kesayangan kami berkencan dengan seorang gadis. Kakak pikir kau hanya memikirkan masalah yang terjadi dan juga permasalahan kantor" goda Zaen menaik turunkan kedua alisnya


Er terkekeh dan pergi begitu saja meninggalkan Zaen yang sudah ikut terkekeh sembari menggelengkan kepalanya

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2