
Disini lah Owner dan juga Thio berada. Ruangan kosong dengan nuansa hitam yang lebih mendominasi. Thio menatap ke samping dan mendapati manik mata sahabatnya yang juga sudah menatapnya
Ruangan ini, ruangan ini adalah ruangan terlarang yang biasa disebutkan oleh penghuni rumah. Habis sudah, kali ini ayah mereka akan benar-benar memberikan pengajaran yang sepertinya akan sangat parah
"A-ayah, ayah masih sadar kan? Ayah benar membawa kami ke ruangan ini? Ayah becanda. Ayah pasti salah ruangan. Benarkan ayah?" tanya Owner dengan penuh harap
Bryant hanya diam tak menjawab dan mendudukkan dirinya di atas kursi rotan yang satu-satunya ada di ruangan itu. Owner dan sahabatnya itu semakin panik, bahkan wajah tampan mereka sudah berubah warna menjadi pucat pasi. Mereka saling tatap dan hanya bisa mengulur waktu lebih lama sembari menunggu kehadiran kakak tertua mereka
"Jelaskan apa yang ingin kalian jelaskan"
Hanya itu kalimat yang terdengar oleh pendengaran kedua pria tampan itu. Owner yang merasa bahwa kali ini ayahnya sangat murka, maka dia berusaha untuk mengatur ekspresinya menjadi serius
Owner menundukkan kepalanya lalu helaan nafas pun terdengar memenuhi ruangan tersebut. Thio pun melakukan hal yang serupa. Bryant hanya bisa menggelengkan kepalanya menatap kedua putranya itu
Bagaimana bisa mereka berdua bisa sama-sama melakukan hal itu? Apa susahnya menjawab dan menjelaskan semua yang terjadi? Memang dasar Owner, selalu saja memainkan drama singkat hanya untuk mengulur waktu. Bryant tau bahwa putra bungsunya itu menunggu kehadiran kakak tersayangnya
"Ayo. Ayah sudah menunggu sejak tadi" ucap Bryant menaikkan sebelah alisnya menatap ke depan
"Ayah, bukankah akan lebih baik jika kita menunggu kehadiran kakak saja? Sejujurnya aku tidak tau sepenuhnya apa dan kenapa kakak bertindak seperti ini" lirih Owner menatap memohon kepada pria paruh baya yang duduk di hadapannya itu
"Tidak ada alasan. Thio, kau saja yang menjelaskan. Karena kau yang mengikuti kemana perginya Rizky dan sudah bisa dipastikan kau juga tau penyebab murkanya dia"
Merasa dirinya dipanggil, Thio yang awalnya hanya menundukkan kepala kini sudah menatap lurus ke depan. Manik matanya bertemu dengan manik mata hitam dan tajam milik pria yang sudah dia anggap sebagai Ayahnya juga
__ADS_1
"A-ayah sebenarnya a-aku tidak memiliki keberanian untuk menjelaskan segalanya" jawabnya dengan begitu gugup
"Tidak perlu bertanya lagi Ayah. Aku akan menjelaskan segalanya"
Kini semua mata tertuju pada satu titik. Kedatangan Rizky memang sudah sangat tepat. Dia memang kakak terbaik untuk kedua adiknya itu untuk saat ini saja
Bryant menyandarkan punggung kokohnya ke belakang dan sudah bersidekap dada dengan raut wajah yang juga sudah berubah dengan serius
"Aku yang memulai segalanya. Aku yang membuat Owner begitu murka atas kegilaan ku yang semakin menjadi" ucap Rizky yang sudah berdiri tegap di hadapan Ayahnya dengan kepala yang sudah menunduk
"Lanjutkan"
Helaan nafas panjang terdengar begitu jelas di pendengaran semua manusia tampan yang ada di ruangan itu. Dengan keberanian yang entah datang darimana, Rizky menengadah ke depan. Berani menatap kedua mata Ayahnya
Dengan tubuh yang tegap, Rizky menceritakan segalanya dimulai dari kejadian di hari perayaan ulang tahun Amanda sampai pada yang terjadi hari ini. Bryant mendengarkan segalanya dengan begitu baik dengan tangan yang sudah mengepal menahan amarah sampai Putra Sulungnya selesai berbicara
Satu pukulan lolos di perut pria tampan itu. Rizky hanya menahan rasa sakit itu dan mempertahankan posisi berdirinya. Ini sudah menjadi resikonya. Dia tau bahwa Ayahnya akan semarah ini
Sedangkan Owner dan juga Thio ingin melangkah membantu Kakak mereka tapi mereka secara bersama melihat ke bawah lebih tepatnya kode dari tangan Rizky yang menyuruh mereka agar berhenti
"APA KAU GILA HAH? KAU INI BELAJAR DARIMANA RIZKY?" teriakan Bryant keluar sudah
"Kau sudah membuat Amanda menangis berhari-hari dan kau malah justru mengorbankan puteri orang lain. Kau ini gila hah?"
__ADS_1
"Lalu aku harus bagaimana Ayah? Semua terjadi karena ****** itu. Dan asal Ayah tau, ternyata rekan kerja Ayah Tuan Bao adalah otak yang sebenarnya. Dia menyuruh Puteri nya untuk melakukan hal itu agar mereka bisa menjadi bagian dari Keluarga Graham" jawab Rizky yang hanya bisa menatap sayu manik mata milik Ayahnya itu
Bryant memijit pangkal hidung nya lalu menghela nafas panjang. Dia sudah menduga hal ini yang terjadi saat acara Ulang Tahun Menantu sekaligus Puteri nya itu
Tapi bagaimana pun Putra Sulungnya juga salah dengan mengorbankan seorang wanita. Owner yang sedari tadi hanya diam mulai memberanikan diri untuk mendekati Ayahnya dan membantu agar Ayahnya itu duduk di kirai rotan yang ada di ruangan itu
"Ayah, kakak memang salah bahkan aku juga sudah mengatai dirinya Gila dan kehilangan akal sehat nya. Tapi Ayah juga harus bisa memahami dari sudut pandang kakak sendiri. Ayah tenang saja, urusan selanjutnya Thio yang akan menyelesaikannya. Benar kan Thio?" jelas Er menatap tajam sahabatnya itu
"Benar Tuan saya akan menyelesaikan sisa dari ulah Tuan Muda Rizky" jawab Thio dengan cepat karena sudah mendapati mata sahabatnya yang sudah melotot
("Sialan kau Er. Untung saja kau sahabat ku jika tidak") maki Thio dalam hati
"Maafkan Rizky Ayah. Maaf sudah membuat Ayah begitu khawatir dan juga kecewa" lirih Rizky yang sudah berada di hadapan pria paruh baya itu sembari berlutut
"Sudahlah. Kalian bertiga bersihkan diri dan istirahat saja. Ayah yang akan menyelesaikan sisanya. Kalian juga harus meminta maaf dengan serius kepada Amanda karena disini dialah yang paling merasa risau atas kalian bertiga"
Bryant bangkit dari duduknya dan langsung keluar meninggalkan ketiga pria muda nan tampak itu.
"Kau memang benar-benar sudah gila kali ini Kak. Kau mempertaruhkan aku dan juga Thio. Untungnya saja Ayah masih memikirkan Kakak Ipar ku jika tidak? Maka habis lah kita" jelas Owner yang sudah bernafas dengan lega
"Baiklah kakak mu ini minta maaf. Pergilah dan istirahat" jawab Rizky yang sudah merangkul pundak kedua pria lainnya
"Kakak juga istirahat lah. Kau sudah sangat lelah untuk beberapa hari ini. Jangan merepotkan Kakak Ipar kesayangan kami, Kak"
__ADS_1
Rizky hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas perkataan dari Adik bungsunya itu. Owner dan Thio diam dan langsung berjalan dengan santai keluar dari ruangan itu meninggalkan Rizky yang masih memikirkan entah apa
🌻🌻🌻